Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam berbasis pemberdayaan perempuan perspektif Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan) dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer, khususnya kesenjangan gender dalam akses dan partisipasi perempuan. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa perempuan kerap dibatasi ruang geraknya, baik secara kultural maupun struktural, sehingga potensi dan kontribusinya dalam pembangunan belum terwujud secara optimal. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research), penelitian ini menelaah literatur primer dan sekunder yang relevan serta dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Kesenjangan gender dalam pendidikan Islam masih menjadi persoalan, terutama dalam akses dan partisipasi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Islam berbasis pemberdayaan perempuan perspektif Siti Walidah dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research) melalui telaah literatur primer dan sekunder yang relevan, serta dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Siti Walidah bersifat progresif, integratif, dan transformatif. Pendidikan dipandang sebagai sarana pemberdayaan perempuan yang mencakup aspek spiritual, intelektual, dan sosial. Konsep “Catur Pusat” yang mengintegrasikan keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan keagamaan terbukti relevan dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan gender. Selain itu, integrasi ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan hidup menjadi strategi penting dalam membentuk kemandirian perempuan. Kesimpulannya, pemikiran Siti Walidah tidak hanya bernilai historis, tetapi juga relevan sebagai paradigma strategis dalam pengembangan pendidikan Islam yang responsif gender di era globalisasi.