Sopiani Sopiani
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Identitas Kebangsaan di Tanah Rantau: Studi Kualitatif Adaptasi Sosial Mahasiswa PPKn Maria Grace Putri Edi; M. Samsul Hadi; Jumrawati Jumrawati; Feryna Nur Rosyidah; Ahmad Hudori; Sopiani Sopiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang merantau membangun identitas kebangsaan melalui proses adaptasi sosial di lingkungan kampus. Sebagai individu yang hidup dalam lingkungan multikultural, mahasiswa perantau menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri terhadap perbedaan budaya, bahasa, dan nilai sosial. Pendekatan penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan mahasiswa PPKn perantau di Universitas Mataram. Proses analisis dilakukan dengan mengadopsi model Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan pemilahan dan penyederhanaan data, penyajian informasi secara sistematis, serta perumusan temuan sebagai bentuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi sosial mahasiswa berlangsung melalui komunikasi lintas budaya, keterbukaan diri, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial di kampus. Proses ini tidak hanya membantu mahasiswa menyesuaikan diri secara sosial, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan rasa cinta tanah air. Faktor yang memengaruhi proses tersebut meliputi kesiapan mental, motivasi, dukungan sosial, dan lingkungan kampus yang inklusif. Dengan demikian, adaptasi sosial mahasiswa PPKn perantau menjadi sarana penting dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan berkepribadian luhur.
Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa PPKn Perantau dalam Membangun Relasi Sosial di Lingkungan Multikultural Maria Grace Putri Edi; M. Samsul Hadi; Jumrawati Jumrawati; Feryna Nur Rosyidah; Ahmad Hudori; Sopiani Sopiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.5052

Abstract

Lingkungan perguruan tinggi merupakan ruang multikultural yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya sehingga menuntut kemampuan komunikasi antarbudaya untuk membangun relasi sosial yang harmonis. Kemampuan tersebut menjadi penting terutama bagi mahasiswa perantau yang harus beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya yang baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi antarbudaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) perantau dalam membangun relasi sosial di lingkungan multikultural Universitas Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya dilakukan melalui keterbukaan diri, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, diskusi mengenai budaya masing-masing, serta keterlibatan dalam berbagai aktivitas sosial. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan bahasa, logat, kebiasaan, dan pengalaman culture shock, yang diatasi melalui sikap terbuka, kemauan belajar, penghargaan terhadap perbedaan, dan partisipasi aktif dalam lingkungan kampus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya berperan penting dalam membangun relasi sosial yang harmonis, memperluas jaringan pertemanan, serta menumbuhkan sikap toleransi di lingkungan kampus multikultural.