Lingkungan perguruan tinggi merupakan ruang multikultural yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya sehingga menuntut kemampuan komunikasi antarbudaya untuk membangun relasi sosial yang harmonis. Kemampuan tersebut menjadi penting terutama bagi mahasiswa perantau yang harus beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya yang baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi antarbudaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) perantau dalam membangun relasi sosial di lingkungan multikultural Universitas Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya dilakukan melalui keterbukaan diri, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, diskusi mengenai budaya masing-masing, serta keterlibatan dalam berbagai aktivitas sosial. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan bahasa, logat, kebiasaan, dan pengalaman culture shock, yang diatasi melalui sikap terbuka, kemauan belajar, penghargaan terhadap perbedaan, dan partisipasi aktif dalam lingkungan kampus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya berperan penting dalam membangun relasi sosial yang harmonis, memperluas jaringan pertemanan, serta menumbuhkan sikap toleransi di lingkungan kampus multikultural.
Copyrights © 2026