Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Local Feed Exploration in Tanah Laut: Analisis Kualitas Fisikokimia dan Uji Fluoroglucinol pada Dedak Padi Berbasis Citra Digital Rifqi Hidayatulloh; Alief Rahmania Safitri; Baluh Medyabrata Atmaja; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Ahmad Zain; Muhammad Irvan Ali
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1684

Abstract

Dedak padi merupakan salah satu hasil samping penggilingan beras yang berpotensi besar sebagai bahan pakan ternak, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan dan kandungan sekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia dedak padi yang diperoleh dari beberapa pabrik penggilingan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada periode Jani–Juli 2025. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, persentase sekam, serta uji floroglusinol dengan bantuan analisis citra digital. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan wilayah di Kabupaten Tanah Laut. Sampel dedak padi diperoleh dari 11 kecamatan yang memiliki aktivitas penggilingan padi, dengan setiap kecamatan diambil empat titik penggilingan dari desa berbeda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi dari parameter kualitas dedak padi di tiap wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dedak padi berkisar antara 9,36–12,18%, kadar abu 4,79–12,33%, persentase sekam 2,15–27,08%, serta intensitas warna merah dari hasil analisis warna berbasis citra digital pada uji floroglusinol sebesar 10,71–39,27%. Sebagian besar dedak padi tergolong mutu I, sedangkan dedak dari Kecamatan Panyipatan termasuk mutu II. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi persentase warna merah yang terdeteksi melalui analisis citra digital, semakin besar pula kandungan sekam dalam dedak padi. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan teknologi analisis sederhana dan akurat untuk mengklasifikasikan mutu dedak padi di tingkat lokal. Direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lanjut mengenai analisis proksimat nutrisi untuk memperkuat basis data kualitas dedak padi sebagai bahan pakan.
EKSPLORASI DEDAK PADI SEBAGAI PAKAN LOKAL: EVALUASI KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK DEDAK PADI DI KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN: EXPLORATION OF RICE BRAN AS LOCAL FEED: EVALUATION OF PHYSICAL AND ORGANOLEPTIC ATTRIBUTES IN TANAH LAUT, SOUTH KALIMANTAN Rifqi Hidayatulloh; Muhammad Irvan Ali; Baluh Medyabrata Atmaja; Amelia Lulu Rosalin Hutabarat; Wenni Meika Lestari; Abdul Muta Ali; Akmad Rio Padilah; Alief Rahmania Safitri
Tropical Animal Science Vol. 8 No. 1 (2026): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v8i1.2098

Abstract

Rice bran, an important byproduct of the milling process, has enormous potential as a source of local feed ingredients. This research aims to evaluate the physical quality and organoleptic parameters of rice bran to ensure the availability of quality local feed. The research method used is the survey method with a purposive sampling technique, and the data obtained were analyzed descriptively. The findings of this study are expected to provide insights into the optimal use of rice bran in animal feed formulations. By assessing its nutritional value and overall quality, this research could contribute to more sustainable feeding practices in the local agriculture sector. The results show that the best physical quality of rice bran is found in the sub-districts of Panyipatan, Bajuin, and Batu Ampar, which meet the ideal specific gravity and bulk density ranges for use as feed ingredients. In contrast, Tambang Ulang and Kurau have relatively lower values for some parameters, requiring further processing before optimal application. Rice bran from most sub-districts in Tanah Laut Regency is considered suitable for use as feed raw material.