Janti Sudiono
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Anti Toksik Ekstrak Etanol Kulit Buah Terung Belanda (Studi Pada Ginjal Tikus Wistar Paska Induksi Karagenin) Debi Agita; Janti Sudiono; Pretty Trisfilha
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol. 12 No. 1 (2023): JMKG Vol 12 No 1 Maret 2023
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jmkg.v12i1.929

Abstract

Buah terung belanda menjadi obat tradisional di Indonesia, namun kulitnya sering kali menjadi limbah karena belum banyak yang mengetahui kandungan di dalamnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek anti toksik ekstrak kulit buah terung belanda pasca induksi karagenin pada ginjal tikus. Penelitian eksperimental laboratorium in vivo. Dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (saline), kontrol positif (natrium dilkofenak) 7 mg/kgBB, dan ekstrak kulit dalam buah terung belanda dengan dosis 70 mg/kgBB, 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB. Karagenin 1% diinjeksikan pada submukosa bukal tikus. Setelah itu dilakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis 24 jam, 48 jam dan 72 jam setelah injeksi karagenin. Hasil menunjukan Uji fitokimia ekstrak kulit dalam buah terung belanda memiliki kandungan fenolik, flavonoid, tannin, alkaloid. Efek anti toksik ekstrak etanol kulit buah terung belanda pada semua dosis memilik proses efektivitas penyembuhan yang sama terjadi pada 48 jam. Pada kontrol positif, ginjal sudah normal pada 48 jam sedangkan untuk kontrol negatif efektivitas penyembuhan terlihat pada 72 jam. Simulan: efek anti toksik ekstrak etanol kulit buah terung belanda memiliki efektivitas proses penyembuhan pada semua dosis pada 48 jam paska induksi karagenin, tanpa mempengaruhi massa tubuh tikus, namun dengan intensitas lebih rendah dibandingkan kontrol positif yang menggunakan obat anti inflamasi dilkofenak.
Pengaruh Penggunaan Obat Kumur dan Waktu Peregangan Terhadap Modulus Elastisitas Rantai Elastomer: The Effect of Mouthwash Use and Stretching Time on The Elastic Modulus of Elastomer Chains Rosalina Tjandrawinata; Joko Kusnoto; Janti Sudiono; Rahmi Amtha; Fajar Hamonangan Nasution; Himawan Halim; Indah Fitriani
Jurnal Material Kedokteran Gigi Vol. 12 No. 2 (2023): JMKG Vol 12 No 2 September 2023
Publisher : Ikatan Peminat Ilmu Material dan Alat Kedokteran Gigi (IPAMAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32793/jmkg.v12i2.1024

Abstract

Rantai elastomer merupakan bagian komponen alat ortodonti cekat yang digunakan dalam mekanisme pergerakan gigi. Akumulasi plak lebih mudah melekat pada komponen alat ortodonti cekat, sehingga pemakaian obat kumur klorheksidin glukonat dan povidon iodium, disarankan sebagai agen kontrol plak kimiawi efektif yang menghambat Streptococcus mutans, mencegah karies dan gingivitis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan obat kumur klorheksidin glukonat serta povidone iodium sesuai dengan lama waktu peregangan terhadap modulus elastisitas rantai elastomer. Tiga merk rantai elastomer dibagi dalam 4 kelompok, yaitu tanpa perendaman, perendaman saliva, perendaman klorheksidin glukonat, perendaman povidon iodium, yang diregangkan selama 24, 168, 336, 504 dan 672 jam. Modulus elastisitas rantai elastomer diukur dengan universal testing machine. Multiple way ANOVA dan post-hoc Tukey digunakan untuk menganalisis data modulus elastisitas. Modulus elastisitas rantai elastomer yang direndam dalam obat kumur memiliki nilai lebih rendah daripada yang direndam dalam saliva dan nilai modulus elastisitas meningkat sejalan dengan waktu perendaman. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan modulus elastisitas rantai elastomer akibat pengaruh obat kumur dan lama waktu peregangan.