Rantai elastomer merupakan bagian komponen alat ortodonti cekat yang digunakan dalam mekanisme pergerakan gigi. Akumulasi plak lebih mudah melekat pada komponen alat ortodonti cekat, sehingga pemakaian obat kumur klorheksidin glukonat dan povidon iodium, disarankan sebagai agen kontrol plak kimiawi efektif yang menghambat Streptococcus mutans, mencegah karies dan gingivitis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan obat kumur klorheksidin glukonat serta povidone iodium sesuai dengan lama waktu peregangan terhadap modulus elastisitas rantai elastomer. Tiga merk rantai elastomer dibagi dalam 4 kelompok, yaitu tanpa perendaman, perendaman saliva, perendaman klorheksidin glukonat, perendaman povidon iodium, yang diregangkan selama 24, 168, 336, 504 dan 672 jam. Modulus elastisitas rantai elastomer diukur dengan universal testing machine. Multiple way ANOVA dan post-hoc Tukey digunakan untuk menganalisis data modulus elastisitas. Modulus elastisitas rantai elastomer yang direndam dalam obat kumur memiliki nilai lebih rendah daripada yang direndam dalam saliva dan nilai modulus elastisitas meningkat sejalan dengan waktu perendaman. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan modulus elastisitas rantai elastomer akibat pengaruh obat kumur dan lama waktu peregangan.
Copyrights © 2023