Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KOMPOSISI UNSUR PIRANTI RETENSI NIKEL TITANIUM DENGAN NIKEL TITANIUM SUPERELASTIC DAN UJI SIFAT KELELAHAN LOGAM Wijaya, Andreas; Nasution, Fajar H; Tjandrawinata, Rosalina; Yusra, Yohana
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin ITI
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.853 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v2i1.109

Abstract

Kawat nikel titanium (NiTi) dapat menjadi salah satu pilihan bahan piranti retensi cekat selain baja tahan karat berulir jamak (multistrand), yang masih dinilai kaku dan sering ditemukan terputus akibat sifat kelelahan logam. Pada penelitian ini akan dibandingkan komposisi unsur kawat piranti retensi NiTi dengan kawat NiTi superelastic dan menganalisa sifat kelelahan logam piranti retensi NiTi. Dua kelompok sampel, piranti retensi NiTi dan NiTi superelastic diuji komposisi unsur permukaannya menggunakan mikroskop SEM-EDX. Pada piranti retensi NiTi juga diberikan penekanan berulang untuk pengujian sifat kelelahan logam. Hasil SEM-EDX pada piranti retensi NiTi ditemukan adanya unsur nikel, titanium, aluminium, oksigen, dan silikon, tetapi pada NiTi superelastic hanya ditemukan unsur nikel dan titanium. Pada piranti retensi NiTi, terlihat adanya gambaran garis halus (striation) dan defleksi paska menerima tekanan vertikal berulang. Dibandingkan dengan NiTi superelastic, pada piranti retensi NiTi ditemukan unsur aluminium dan silikon yang mungkin dapat mempengaruhi sifat bahan, seperti meningkatkan formabilitas dan resistensi terhadap oksidasi secara berurutan.
THE EFFECT OF NANOCHITOSAN FROM RHINOCEROS BEETLE (Xylotrupes gideon) TOWARDS GIC SURFACE ROUGHNESS ON CRITICAL pH OF THE SALIVA Deviyanti Pratiwi; Gabriel Rainheart Genesis; Komariah Komariah; Rosalina Tjandrawinata
ODONTO : Dental Journal Vol 8, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.8.1.73-79

Abstract

Background: Xylotrupes gideon is a harmful insect because it damages the shoots of coconut trees. Xylotrupes gideon has begun to be used in the form of nanochitosan as an alternative in dentistry. The addition of nanochitosan to Glass Ionomer Cement (GIC) material is a modification to improve the properties of GIC, such as surface roughness caused by acidic conditions (critical saliva pH). Nano-sized chitosan is able to increase stability and better absorption, thus inhibit demineralization and increase tooth hardness. This research aimed to investigate the effect of nanochitosan from Xylotrupes gideon on the surface roughness of GIC at critical saliva pH.Method: This research type conducted is an experimental laboratory. Samples of 10 mm (height) x 2 mm (diameter) divided into 2 groups, (A) Unmodified GIC (control group), (B) GIC modified with 10% nanochitosan solution. Samples of the treatment and control group are stored in the incubator at 370C for 1 hour before early surface roughness testing and continued in critical saliva pH (5,5) for 7 days in the incubator before the final test. The surface roughness tester using sutrotonic s-100 series.Result: There was an increase in the surface roughness of conventional GIC by 0.133 µm and GIC nanochitosan by 0.122 µm. The results of the paired t-test before and after immersion in the two groups showed that there was a significant difference (p <0.05) between conventional GIC and nanochitosan GIC. The independent t-test results showed that there was no significant difference (p> 0.05) between the nanochitosan GIC and conventional GIC.Conclusion: Nanochitosan can reduce the surface roughness value of GIC at critical saliva pH, although there is no significant difference to conventional GIC.
PERANCANGAN ALAT PEMUSNAH PISAU BEDAH TERKONTAMINASI VIRUS CORONA Dody Prayitno; E. Shintadewi Julian; Rosalina Tjandrawinata
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.176 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9523

Abstract

Pandemik virus corona di Indonesia menyebabkan banyak tenaga medis meninggal dunia. Penyebaran virus Corona di klinik atau rumah sakit dapat melalui alat medis yang tercemar. Pemusnahan alat medis (seperti pisau bedah) yang tercemar perlu ada untuk memutus rantai penyebaran virus. Mesin penghancur alat medis yang tersedia dipasaran tidak mampu melakukan pemusnahan. Tujuan penelitian adalah merancang alat pemusnah pisau bedah yang tercemar virus corona. Metodologi penelitian. Tahap pertama adalah pemilihan metode pemusnahan yang kemudian didiskusikan dengn calon pengguna. Tahap kedua, pembuatan gambar kerja dan pemilihan bahan serta peralatan pendukung. Tahap terakhir adalah fabrikasi di bengkel sehingga prototipe terwujud. Kesimpulan. Metode pemusnahan adalah metode peleburan. Prototipe alat pemusnah pisau bedah yang tercemar virus corona merupakan satu kesatuan desain (set) yang terdiri frame, ruang desinfektan dan tungku peleburan. Frame berfungsi untuk menyokong ruang desinfektan dan tungku peleburan. Ruang desinfektan berfungsi sebagai ruang sterilisasi pisau bedah dan tungku peleburan berfungsi untuk memusnahkan pisau bedah.
Cetakan Sampel Silindris : Uji Beta Dody Prayitno; Joko Riyono; Rosalina Tjandrawinata; Tien Suwartini; Octarina Octarina
Dinamika Rekayasa Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2021
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2021.17.1.328

Abstract

Gigi berlubang menimbulkan rasa sakit, oleh karena itu gigi berlubang biasanya ditambal untuk mengurangi rasa sakit. Bahan tambal gigi harus diuji (Contoh diametrical tensile test atau surface roughness) sebelum diaplikasikan. Material tambal gigi berupa pasta dicetak menjadi bentuk silindris yang menyerupai sebuah tablet.. Cetakan sampel silindris terdahulu seperti split mold atau cylindrical sample mold memiliki kelemahan dalam waktu pembuatannya yang lama bila memproduksi sampel dalam jumlah banyak. Mesin Cetak Sampel Material Gigi Berbentuk Silindris dirancang untuk mengatasi kelemahan cetakan terdahulu. Mesin Cetak Sampel Material Gigi Berbentuk Silindris (selanjutnya di sebut Cetakan Sampel Silindris) telah didaftarkan untuk mendapat HKI (desain industri) dengan nomor A00201802586 judul Mesin Cetak Sampel Material Gigi Berbentuk Silindris. Tujuan penelitian ini adalah seperti mana tujuan beta dilakukan yaitu pengujian oleh pengguna akhir yang dilaksanakan di lokasi pengguna untuk memvalidasi apakah cetakan sampel silindris user friendly.  User friendly di bagi menjadi 5 kategori yaitu kestabilan , aman, jumlah kecukupan sampel yang di hasilkan, mudah pemakaian, dan mobilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cetakan sampel silindris adalah user-friendly
PERANCANGAN ALAT PEMUSNAH PISAU BEDAH TERKONTAMINASI VIRUS CORONA Dody Prayitno; E. Shintadewi Julian; Rosalina Tjandrawinata
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v6i2.9523

Abstract

Pandemik virus corona di Indonesia menyebabkan banyak tenaga medis meninggal dunia. Penyebaran virus Corona di klinik atau rumah sakit dapat melalui alat medis yang tercemar. Pemusnahan alat medis (seperti pisau bedah) yang tercemar perlu ada untuk memutus rantai penyebaran virus. Mesin penghancur alat medis yang tersedia dipasaran tidak mampu melakukan pemusnahan. Tujuan penelitian adalah merancang alat pemusnah pisau bedah yang tercemar virus corona. Metodologi penelitian. Tahap pertama adalah pemilihan metode pemusnahan yang kemudian didiskusikan dengn calon pengguna. Tahap kedua, pembuatan gambar kerja dan pemilihan bahan serta peralatan pendukung. Tahap terakhir adalah fabrikasi di bengkel sehingga prototipe terwujud. Kesimpulan. Metode pemusnahan adalah metode peleburan. Prototipe alat pemusnah pisau bedah yang tercemar virus corona merupakan satu kesatuan desain (set) yang terdiri frame, ruang desinfektan dan tungku peleburan. Frame berfungsi untuk menyokong ruang desinfektan dan tungku peleburan. Ruang desinfektan berfungsi sebagai ruang sterilisasi pisau bedah dan tungku peleburan berfungsi untuk memusnahkan pisau bedah.
PERBANDINGAN KOMPOSISI UNSUR PIRANTI RETENSI NIKEL TITANIUM DENGAN NIKEL TITANIUM SUPERELASTIC DAN UJI SIFAT KELELAHAN LOGAM Andreas Wijaya; Fajar H Nasution; Rosalina Tjandrawinata; Yohana Yusra
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Prosiding Seminar Nasional Cendekiawan 2017 Buku III
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.2490

Abstract

Dalam perawatan ortodonti, kawat nikel titanium (NiTi) umumnya digunakan padatahap penyelarasan lengkung gigi karena bersifat elastis. Selain itu, kawat NiTi jugadigunakan sebagai piranti retensi cekat dan dapat menjadi alternatif bahan baja tahankarat berulir jamak (multistrand) yang masih dinilai kaku dan sering ditemukan terputusakibat timbulnya sifat kelelahan logam. Tujuan penelitian ini adalah untukmembandingkan komposisi unsur kawat piranti retensi NiTi dengan kawat NiTisuperelastic dan menganalisa sifat kelelahan logam pada setiap bahan. Dua kelompoksampel, yaitu kelompok kawat piranti retensi NiTi dan kawat NiTi superelastic diujikomposisi unsur permukaannya menggunakan mikroskop elektron (SEM-EDX). Sampelkawat piranti retensi NiTi diberikan satu juta siklus penekanan untuk pengujian sifatkelelahan logam. Pada hasil analisis SEM dan EDX kawat piranti retensi NiTi ditemukanadanya unsur nikel (50,38%), titanium (45,26%), aluminium (0,35%), oksigen (3,96%),dan silikon (0,06%), tetapi pada sampel kawat NiTi superelastic hanya ditemukan unsurnikel (54,66%) dan titanium (45,35%). Pada Hasil pengujian sifat kelelahan logam pirantiretensi NiTi, terlihat adanya gambaran garis halus (striation) dan defleksi paska menerimatekanan vertikal berulang. Berbeda dengan NiTi superelastic, pada piranti retensi NiTiditemukan unsur aluminium dan silikon yang mungkin dapat mempengaruhi sifat bahan,seperti meningkatkan formabilitas dan resistensi terhadap oksidasi secara berurutan.
Evaluasi morfologi permukaan semen ionomer kaca dengan modifikasi penambahan nanokitosan kumbang tanduk Surface morphology evaluation of glass ionomer cement modified with nano chitosan of rhinoceros beetle Deviyanti Pratiwi; Richentya Feiby Salim; Rosalina Tjandrawinata; Komariah Komariah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 33, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v33i3.32231

Abstract

Pendahuluan: Penambahan nanokitosan pada modifikasi bahan restorasi kedokteran gigi bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik. Sifat mekanik dari suatu bahan dipengaruhi oleh struktur permukaannya. Bahan restorasi yang banyak dilakukan modifikasi yaitu Semen Ionomer Kaca (SIK), salah satunya dengan menambahkan nanokitosan. Sumber nanokitosan dapat berasal dari eksoskeleton serangga kumbang tanduk (Xylotrupes gideon). Xylotrupes gideon memiliki kandungan kitin sebesar 47%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi permukaan semen ionomer kaca dengan modifikasi penambahan nanokitosan kumang tanduk. Metode: Jenis penelitian yaitu eksperimental laboratorium. Sampel berbentuk silindris dengan ukuran 6 mm (tinggi) × 4 mm (diameter). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel minimal sebanyak 1 sampel untuk setiap kelompok yaitu kelompok (A) SIK konvensional (kontrol), (B) SIK modifikasi 10% vol/vol larutan nanokitosan, (C) SIK modifikasi 5% vol/vol larutan nanokitosan, (D) SIK modifikasi 10% weight/weight bubuk nanokitosan, dan (E) SIK modifikasi 5% weight/weight bubuk nanokitosan. Sampel yang telah dibuat disimpan dalam inkubator dengan suhu 37°C. Karakterisasi morfologi permukaan sampel menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil: Karakterisasi SEM menunjukkan adanya variasi retakan pada permukaan sampel yang diperiksa dengan pembesaran 2000× dan 3500×. SIK modifikasi bubuk nanokitosan menunjukkan lebih banyak retakan pada permukaannya serta peningkatan rasio nanokitosan kumbang tanduk menunjukkan peningkatan keretakan pada morfologi permukaan SIK. Simpulan: Penambahan nanokitosan kumbang tanduk (Xylotrupes gideon) pada Semen Ionomer Kaca  mengakibatkan perubahan morfologi permukaan SIK.Kata kunci: Semen ionomer kaca; kumbang tanduk; scanning electron microscopy ABSTRACTIntroduction: The addition of nanochitosan to the modification of dental restorative materials improves mechanical properties. Its surface structure influences the mechanical properties of a material. The restoration material that has been modified a lot is Glass Ionomer Cement (GIC), one of which is by adding nano chitosan. The source of nano chitosan can be derived from the exoskeleton of the rhinoceros beetle (Xylotrupes gideon). Rhinoceros beetle has a chitin content of 47%. This study aims to analyse the surface morphology of the glass ionomer cement with the modification of the addition of nano chitosan of rhinoceros beetle. Methods: This type of research was an experimental laboratory. The sample was cylindrical with 6 mm (height) × 4 mm (diameter). The sampling used was a purposive sampling technique. The minimum number of samples was one sample for each group, namely group (A) conventional (control) GIC, (B) modified GIC 10% vol/vol nanochitosan solution, (C) GIC modified 5% vol/vol nanochitosan solution, (D) GIC modification of 10% weight/weight of nanochitosan powder, and (E) modified GIC of 5% weight/weight of nanochitosan powder. Samples that have been made were stored in an incubator at 37°C. Characterisation of the surface morphology of the sample using Scanning Electron Microscopy (SEM). Results: SEM characterisation showed variations of cracks on the surface of the samples examined at 2000x and 3500x magnification. GIC modified nano chitosan powder showed more cracks on the surface, and an increase in the ratio of rhinoceros beetle nano chitosan showed an increase in cracks in the surface morphology of the GIC. Conclusions: The addition of nano chitosan of rhinoceros beetle to the GIC resulted in changes in the surface morphology.Keywords: Glass ionomer cement; rhinoceros beetle; scanning electron microscopy
Analyzing the Width of the Maxillary Sinus from Private Practice in Bogor, Indonesia Steven A. Tjang; Rosalina Tjandrawinata; Muhammad Novo Perwira Lubis
Scientific Dental Journal Vol. 2 No. 2 (2018): May
Publisher : Faculty of Dentistry, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26912/sdj.v2i2.2504

Abstract

Background: X-ray examinations are still a frequent diagnostic tool used by doctors in Indonesia. However, there is an apparent lack of descriptive data regarding the size and location of the maxillary sinus in Indonesian people. Objective: The aim of this study is to provide descriptive data on the size and location of the maxillary sinus among patients in the city of Bogor, West Java, Indonesia. Methods: Sixty eligible subjects aged 17 to 70 years old were randomized into six groups: male and female patients between 17 and 25 years old; male and female patients between 26 and 45 years old; and male and female patients aged 46 or older. Radiographic pictures were taken using the X-mind Novus Digital Panoramic X-ray unit and data were measured using the software Digora for Windows. Results: Using an analysis of variance, we found that men have significantly larger maxillary sinus dimensions than women (79.05 mm compared to 66.33 mm). It also reveals that there are significant differences (p<0.05) between male and female groups; whereas 2 groups aged less than 46 years old are significantly different with group aged 46 years or older in both gender. Conclusion: The study demonstrates that the size and location of maxillary sinus differ significantly between men and women in Bogor and that they follow a specific trend.
Pembinaan Secara Online Perilaku Hidup Sehat Selama Pandemi Covid-19 Pada Warga Ciater, Serpong Deviyanti Pratiwi; Rosalina Tjandrawinata; Komariah; Andy Wirahadikusumah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i6.5036

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung sejak bulan maret 2020 hingga sekarang. Kondisi tanpa kepastian ini telah menurunkan rasa kepedulian masyarakat terhadap Covid-19. Pembinaan kesehatan yang dilakukan secara online dengan pendekatan masyarakat dan peran aktif civitas akademika dalam memotivasi masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian, tetap peduli lingkungan dan waspada terhadap Covid-19 dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Selain penyuluhan, dilakukan juga pembuatan sarana umum untuk mendukung keberhasilan penerapan perilaku hidup sehat dengan menciptakan tempat cuci tangan sebagai fasilitas umum yang diharapkan mampu meningkatkan kebiasaan hidup sehat selama pandemi Covid-19. Kuesioner akhir menunjukkan kepuasaan masyarakat terhadap manfaat pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Selain itu, keberhasilan juga dilihat dari aktif nya kembali gugus Covid-19 di wilayah ini dan perubahan perilaku dalam keseharian warga Ciater, Serpong dengan pemanfaatan fasilitas umum tempat cuci tangan. Peran aktif civitas akademika berhasil menimbulkan pengaruh positif dalam penerapan perilaku hidup sehat selama pandemi Covid-19.
Pendidikan Kesehatan Gigi Berbasis Alat Peraga Untuk Meningkatkan Peranan Guru TK Dalam Pencegahan Karies Gigi Deviyanti Pratiwi; Richentya Feiby Salim; Rosita Stefani; Rosalina Tjandrawinata; Bernard O. Iskandar; Najla Nadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4448

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada anak usia sekolah yaitu karies. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi menyebabkan tingginya angka karies pada anak. Anak pada usia sekolah cenderung akan mencontoh perilaku gurunya, sehingga guru dapat berperan dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada anak usia sekolah. Pada masa pandemi ini, terdapat keterbatasan dalam memberikan edukasi secara langsung di lingkungan sekolah. Tujuan kegiatan ini yaitu  dengan pemberian edukasi kepada guru mengenai kesehatan gigi, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan para guru dan diharapkan para guru dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan gigi pada anak usia sekolah. Metode penyuluhan dilakukan dengan pemberian materi dalam bentuk presentasi power point secara daring melalui aplikasi zoom dan penggunaan alat peraga kesehatan gigi. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan gigi. Setelah dilakukan penyuluhan dengan metode ini, dapat disimpulkan bahwa alat peraga dianggap efektif dalam membantu keberhasilan pendidikan kesehatan gigi serta meningkatkan pemahaman dan antusias para guru TK. Kata kunci: kesehatan gigi, alat peraga, guru TK, karies gigi  ABSTRACT A dental health problem that often occurs in school-age children is caries. Lack of knowledge about dental health causes high caries rates in children. Children at school age tend to imitate the behavior of their teachers so that teachers play a role in increasing knowledge of dental health in school-age children. During this pandemic, there are limitations to providing education directly in the school environment. The aim of this activity is to provide education to teachers about dental health. So that it can increase the knowledge of teachers and it is hoped that teachers can be a pioneer in increasing knowledge about dental health in school-age children. The method was carried out by providing material in the form of an online powerpoint presentation through zoom application and the use of dental health teaching aids. The result of this activity showed an increase in knowledge about dental health. After conducting counseling, it can be concluded that the use of teaching aids is effective in contributing to the success of dental health education and increasing the understanding and enthusiasm of kindergarten teachers.  Keywords : dental health, teaching aids, kindergarten teachers, dental caries
Co-Authors Abdul Gani Soulisa Abdul Gani Soulissa Aditya P. Sarwono Adrianing Chandra Kurniawati Andreas Julianto Andreas Wijaya Andy Wirahadikusumah Anggraeny Putri Sekar Palupi Annisa Putri Ariyani Ariesanti, Yessy Arifin, Sariyani Pancasari Audry Ariyani, Annisa Putri Armelia S. Widyarman Armelia Sari Bernard Ongki Iskandar Carolina D. Marpaung Carolina Damayanti Marpaung Carolina Marpaung, Carolina Constantia, Queenie Renata Deviyanti Pratiwi Dewi Liliany Margaretta, Dewi Liliany Dewi Priandini, Dewi Dhyani Widhianingsih Dina Ratnasari Dody Prayitno Dody Prayitno Dody Prayitno Dody Prayitno Dwisaptarini, Ade Prijanti E. Shintadewi Julian E. Shintadewi Julian, E. Shintadewi Eddy Eddy Eddy Eddy Eddy, Eddy Erawati, Jeti Fajar H Nasution Ferry Sandra Fibryanto, Eko Florencia Livia Kurniawan Gabriel Rainheart Genesis Genesis, Gabriel Rainheart Harris Gadih Pratomo Harryanto Wijaya Harryanto Wijaya Himawan Halim Intan Farizka James Handojo Johan Drison Johanna Halim, Rafhaela Joko Kusnoto Joko Riyono Joseph Joseph Julita Juslily, Marta Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Kovianti, Cindy Kusnadi, Stephanie Justine Leny Raiyon, Maria Lia Hapsari Andayani Lias, Steffy Lie Hanna Davita Wibowo Liliany Margareta, Dewi Liliany Margaretta, Dewi Louisa, Marie M. Novo Perwira Lubis Magdalena Yuniati, Maria Meidianti, Dwi Harini Endah Melaniwati Melaniwati Melaniwati, Melaniwati Michael William Handoko Muhammad Novo Perwira Lubis Mustamu, Indhira Valerie Najla Nadiah Nasution, Fajar H Natanael, Christian Octarina Octarina Octarina Ratnasari, Dina Richentya Feiby Salim Richentya Feiby Salim Riko Nofrizal Risya Aulia Rizki Tanjung Rosita Stefani Sari, Armelia Sastra Kusuma Widjaya Setiawan, Syerenita Shariff, Khairul Anuar Soulisa, Abdul Gani Steven A. Tjang Sumantri, Dominica Dian Saraswati Suwartini, Tien Tansza Setiana Putri Thomas Aurelius Dharma Tiffany Hartono Tri Oka Binartha, Cipthadi Trijani Suwandi Trioka Binartha, Ciptadhi Trisfilha, Pretty Vivian Vivian Widhiyaningsih, Dhyani Wijaya, Andreas Wijaya, Livia Wulan Dhari, Maria Rini Yoana Winardi Yohana Yusra Yunita Viryadi, Mieke