Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Transformasi Moral Generasi Digital dalam Perspektif Filsafat Etika Widya Anugrah Rusdi; Nurfadhila Murtadir; Nezha Pangarungan; Muhammad Syukur; M. Ridwan Said Ahmad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.13630

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah cara generasi muda berinteraksi dan menerapkan nilai-nilai moral, sehingga ruang digital menjadi arena terbentuknya etika kehidupan sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi moral generasi digital dalam perspektif filsafat etika dengan menelaah dinamika praktik bermedia di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-filosofis terhadap artikel jurnal nasional terbitan lima tahun terakhir yang relevan dengan isu etika digital, moralitas generasi muda, dan nilai Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi moral generasi digital tidak merepresentasikan degradasi nilai semata, melainkan pergeseran dari moralitas normatif-konvensional menuju moralitas kontekstual-digital yang dipengaruhi oleh anonimitas, relasi terdistansiasi, dan logika algoritmik. Integrasi literasi digital berlandaskan etika, etika tanggung jawab, dan nilai Pancasila dipandang sebagai strategi dalam membangun kesadaran moral yang reflektif dan humanistik di era digital.
Berpikir Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah: Penelitian Nezha Pangarungan; Bahri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep berpikir sejarah (historical thinking) dalam pembelajaran sejarah serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik pada tingkat sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan berpikir sejarah, yang mencakup kemampuan memahami kronologi, menganalisis sebab-akibat, menginterpretasi sumber sejarah, serta berpikir kontekstual, mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif seperti diskusi, analisis dokumen, dan studi kasus terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Dengan demikian, pembelajaran sejarah yang menekankan pada berpikir sejarah tidak hanya membantu siswa memahami peristiwa masa lalu secara lebih mendalam, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan analitis yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih mengintegrasikan pendekatan berpikir sejarah dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah.
Inovasi Pembelajaran IPS Melalui Pemanfaatan Youtube Sebagai Media Edukasi Astria Wulandari; Nezha Pangarungan; Firdaus W Suhaeb
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5648

Abstract

Social studies learning has long been considered boring, memorization-heavy, and lacking context. This study aims to examine innovations in social studies learning through the use of YouTube as an educational medium. The study used a qualitative approach with a literature review method. Data sources were obtained from national and international scientific journal articles from the last 5–10 years, textbooks, and seminar proceedings. Data collection techniques included searching academic databases such as Google Scholar, ERIC, and DOAJ. Data analysis used qualitative content analysis techniques. The results of the study indicate that YouTube has advantages: presenting material visually so that abstract concepts become concrete, easy access anytime and anywhere, increasing student learning motivation, and supporting independent learning. The successful use of YouTube is largely determined by the role of teachers in selecting appropriate content, integrating it with active learning methods, and guiding students to become wise digital users. YouTube is not a substitute for teachers, but rather a tool that strengthens the role of educators. However, this study has limitations because it only used a literature review and therefore did not directly measure the effectiveness of YouTube use in the classroom learning process. Therefore, further research is recommended to conduct field research or experiments to determine the effect of YouTube use on students' learning outcomes and critical thinking skills. In conclusion, YouTube is a potential educational medium for realizing innovative, interesting, and meaningful social studies learning in the digital era
Pendidikan Lintas Budaya Sebagai Upaya Menumbuhkan Sikap Inklusif Pada Peserta Didik Nezha Pangarungan; Alimin Alwi; Najamuddin Najamuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14123

Abstract

Keberagaman budaya merupakan realitas sosial yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, perbedaan latar belakang budaya, etnis, agama, dan bahasa kerap menjadi sumber munculnya sikap eksklusif, prasangka, serta diskriminasi di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan lintas budaya menjadi pendekatan strategis dalam menumbuhkan sikap inklusif pada peserta didik. Pendidikan Lintas Budaya merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman, penghargaan, dan penerimaan terhadap keberagaman budaya di lingkungan belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan lintas budaya dalam menumbuhkan sikap inklusif pada peserta didik. Melalui analisis teoritis dan kajian literatur, ditemukan bahwa pendidikan lintas budaya mampu membentuk kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai toleransi, empati, dan saling menghargai perbedaan. Penerapan pembelajaran lintas budaya di sekolah tidak hanya memperkaya wawasan peserta didik mengenai keragaman sosial-budaya, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang harmonis dan inklusif. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang menanamkan nilai-nilai multikultural melalui integrasi materi, metode pembelajaran kolaboratif, dan kegiatan berbasis pengalaman. Dengan demikian, pendidikan lintas budaya menjadi strategi efektif dalam membangun generasi yang terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan lintas budaya berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap nilai keberagaman, menumbuhkan sikap saling menghargai, empati, dan toleransi, serta mengurangi kecenderungan sikap diskriminatif. Implementasi pendidikan lintas budaya yang terintegrasi dalam kurikulum, strategi pembelajaran, dan budaya sekolah terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan demokratis