Peserta didik sering merasa materi sistem periodik unsur menantang karena memuat konsep yang abstrak. Hasil wawancara dan analisis kebutuhan di SMA Negeri 10 Kota Jambi mengungkapkan kesulitan memahami hubungan konfigurasi elektron dengan posisi unsur serta sifat-sifat keperiodikan. Media pembelajaran yang digunakan masih bersifat satu arah sehingga kurang optimal meningkatkan partisipasi dan minat belajar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media ajar yang lebih variatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, tingkat kelayakan, serta respon peserta didik terhadap multimedia interaktif berbantuan google sites. Metode yang diterapkan yaitu Research & Development dengan model Leee & Owens yang mencangkup analysis, design, development, implementation dan evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner validasi ahli materi dan media, kuesioner penilaian guru, dan tanggapan peserta didik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa multimedia interaktif yang dihasilkan menunjukkan keriteria sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dengan persentase 88%, ahli media 90,1%, penilaian guru 84%, tanggapan peserta didik 91%. Dengan demikian, hasil tersebut mengindikasikan bahwa multimedia tidak hanya memenuhi keriteria kelayakan sebagai sarana pembelajaran, tetapi dapat menarik minat dan meningkatkan motivasi belajar. Selain itu multimedia interaktif ini memiliki keunggulan dalam penyajian materi yang lebih variatif, mendorong keterlibatan aktif peserta didik, serta membantu memvisualisasikan konsep abstrak, sehingga lebih mudah dipahami.