Claim Missing Document
Check
Articles

A Survey on Investigating Data-Sharing Behavior among STEM Researchers: The Context of a Developing Country Wilda Syahri; Yusnaidar Yusnaidar; Muhaimin Muhaimin
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 5 No. 2 (2021): IRJE |Indonesian Research Journal in Education|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.456 KB) | DOI: 10.22437/irje.v5i2.15341

Abstract

Based on an extended theory of planned behavior (TPB), this study focused on five exogenous constructs (perceived benefits, facilitating condition, normative belief, behavioral belief, and control belief) that was established to predict behavioral intention and behavior of data-sharing. The research model was tested with 157 Indonesian researchers from science, technology, engineering, and mathematics (STEM). We applied the partial least squares (PLS) techniques to analyze the data. Seven out of eleven hypotheses are supported based on the significance test in through the PLS-SEM procedure. The study’s findings show that the proposed extended TPB is a valid and reliable framework for describing the data-sharing behavior of STEM researchers. This paper facilitates an advanced investigation through PLS-SEM approaches toward behavioral intention and behavior regarding data-sharing; the findings are among the first elaborated data-sharing report in the Indonesian context, a country with more than 200 thousand researchers.
Implementasi Microlearning Berbasis Case Study Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Kimia Yusnidar Yusnidar; Wilda Syahri
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.5.1.2022.1530

Abstract

Kebutuhan karakteristik generasi zaman now terhadap pembelajaran daring menghadirkan style baru penyajian konten perkuliahan dengan microlearning. Implementasi microlearning membutuhkan model pembelajaran yang tepat berorientasi self-directed learning case study. Untuk menjawab tantangan tersebut maka dibutuhkan implementasi best practice dan pengaruhnya (efektivitas) dalam perkuliahan. Desain penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah 25 mahasiswa mata kuliah metodologi Penelitian Pendidikan yang terdaftar pada Prodi Pendidikan Kimia Tahun Ajaran 2021-2022. Teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes, serta dokumentasi. Data dianalisis dan diolah menjadi data interval menggunakan skala Likert. Untuk teknik analisis data yaitu menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta T-Test. Tahapan pada penelitian ini meliputi pra eksperimen, eksperimen, dan pasca eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap pra eksperimen, peneliti mempersiapkan set perangkat perkuliahan dengan style microlearning berbasis case study. Hasil eksperimen diketahui best practice penerapan microlearning berbasis case study dengan alur: 1) introduction microlearning, concepts, tools, and student’s group; 2) teaching by traditional learning; 3) teaching by microlearning; 4) students evaluations, examination, and feedback; dan 5) comparison between traditional learning and microlearning. Pasca eksperimen dilakukan evaluasi capaian(efektivitas) implementasi micro learning berbasis case study, dengan perolehan hasil uji t sebesar 7,769 membuktikan bahwa terdapat pengaruh implementasi microlearning berbasis case study terhadap hasil belajar mahasiswa. Adapun implementasi microlearning berbasis case study dapat dilaksanakan secara blended learning untuk meminimalisir hambatan yang dihadapi mahasiswa.
Pengaruh Model Team Assisted Individulization dan Self Efficacy terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Asam Basa Raidil, M.; Damris, Damris; Syahri, Wilda; Triansyah, Fadli Agus
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.336 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1766

Abstract

Hasil wawancara menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Penyebabnya kemampuan siswa masih lemah dalam menganalisis saat proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini melihat pengaruh penerapan model team assisted individualization dan self efficacy. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan faktorial design 2x2 yang menggunakan dua kelas yang dibandingkan. Kelas kontrol ataupun kelas eskperimen akan diberi pretest sebelum dilakukan proses pembelajaran dan posttest selesai dilakukan pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui angket self efficacy, tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Anova dua jalur. Terbukti bahwa penerapan model Team assisted individualization memberikan pengaruh terhadap berpikir kritis siswa dibuktikan dengan nilai signifikan uji anova yang didapatkan <0,05 yaitu 0,00. Kemudian self efficacy juga memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dibuktikan dengan nilai signifikan uji anova didapatkan <0,05 yaitu 0,00. Dan untuk interaksi antara model pembelajaran dengan self efficacy didapatkan nilai signifikan >0,05 yaitu 0,313 yang berarti tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan self efficacy.
Fabrication of photocatalyst film based on TEMPO-oxidized cellulose nanofiber Yusnaidar Yusnaidar; Wilda Syahri; Harizon Harizon; I Putu Mahendra
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKIM) Vol 15, No 1 (2023): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.714 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v15i1.44183

Abstract

The powerful performance of TiO2 and its doped as photocatalyst material initiated the finding of new technique that efficient and effective to degrade the organic pollutant, i.e., azo dyes. This study examined photocatalyst film's photoactivity, TEMPO-oxidized cellulose-containing N-TiO2 (TOC/N-TiO2), on the degradation of azo dyes. TEMPO-oxidized cellulose, which has a negative charge, was sequentially mixed and stirred in the suspension of TiO2 and doped TiO2. This experiment utilized several instruments to determine the physicochemical properties of the photocatalyst film. The UV-DRS and diffractogram data confirmed the anatase phase as the only phase found in N-TiO2, which has a lower bandgap value than the anatase TiO2. These data demonstrated the superior photocatalytic of TOC/ N-TiO2 against azo dyes.Keywords: Doped-TiO2; Film; Photocatalyst; TEMPO-oxidized cellulose nanofiber
PENGARUH PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Nurul Amini; Syamsurizal Syamsurizal; Wilda Syahri
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Zarah
Publisher : Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sangat ditunjang dengan kemampuan berpikir kreatif. Matematikawan yang berjuang dengan menggunakan pemikiran yang kreatif akan lebih mudah menyerah sehingga membutuhkan keterampilan lain untuk mengubah kesulitan yang dihadapi menjadi peluang untuk menjadi diri sendiri dan bertahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model individualisasi berbantuan tim dan Adversity Quotient terhadap berpikir kreatif peserta didik pada materi larutan penyangga. Sampel yang digunakan terdiri dari dua kelas di SMAN 13 Kerinci. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar observasi, angket Adversity Quotient, dan tes essai. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model model individualisasi berbantuan tim dan Adversity Quotient berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik dengan rata-rata dari pertemuan 1,2 dan 3 sebesar 54,50. Kemudian terdapat interaksi antara model Team Assisted Individualization dan Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,01<0,05.
Penggunaan Laboratorium Virtual Materi Laju Reaksi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAN 3 Muaro Jambi Minarni Minarni; Epinur Epinur; Yusnidar Yusnidar; Wilda Syahri; Rusdi Rusdi; Afrida Afrida
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2023
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/d.v5i1.6437

Abstract

Reaction rate material is one of the materials from the Chemistry eye in high school which studies the concept of reaction rate, the factors that affect the reaction rate and purchase order of the reaction. In learning the goal is to say that mastery of concepts by students is through experiments/practicums, the same is the case with acid-base materials and other chemical materials. To realize the demands of the learning objectives of the reaction rate, practicum is needed. The purpose of community service is due to the limited tools and materials in the laboratory, so that the chemical practicum, especially the reaction rate, is not carried out. The ability of teachers in the field of ICT is very low, so teachers cannot operate and create virtual laboratories.
Development Of Light And Optics Learning Multimedia Oriented Students Creative Thinking Skill Pajrina Auliyak; Dwi Wiwik Ernawati; Wilda Syahri
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2023.13.1.13166

Abstract

Learning in the 21st century, teachers are required to be able to equip students with creative thinking skills. Achieving creative thinking skills can be supported by the use of multimedia. The purpose of this study is to develop learning multimedia on light and optical devices that are oriented towards students' creative thinking skills that can be used in both online and offlinelearning processes. This development research uses the Hanaffin and Peck development model which consists of three stages, namely needs analysis, design and development or implementation. Data collection was carried out using a questionnaire instrument and students' creative thinking pretest-posttest questions. The research sample consisted of 18 students at MTs Nurul Islam Batang Hari. The results showed that the multimedia is feasible and practical to develop valid for use as shown by the results of material validation with a percentage of 96.53 in the very valid category and media validation with a percentage of 91.54 in the very valid category. Multimedia is categorized as practical to use, shown in the results of the teacher's assessment, which is 90.4% in the very practical category. as well as being very effective inimproving creative thinking skills as shown by the N-Gain value which is 0.84 in the high category. It is hoped that future researchers will be able to implement this multimedia development into experimental research or classroom action research so that it can produce a more accurate effect on multimedia which can improve students' creative thinking skillsKeywords: Creative Thinking, Development, Multimedia and Light and Optics. Pembelajaran  pada  abad  21,  Guru  dituntut  untuk  mampu  membekalisiswa  dengan keterampilan  berpikir  kreatif. Pencapaian keterampilan berpikir kreatif dapat didukung dengan penggunaan multimedia.Tujuan dari    penelitian    ini    adalah    untuk    mengembangkan    multimedia pembelajaran    pada    materi    cahaya    dan    alat    optik    berorientasi keterampilan berpikir kreatif siswa yang dapat digunakandalam proses pembelajaran  baik  secara  daring  atau luring. Penelitian  pengembangan ini menggunakan model pengembangan Hanaffin and Peck yang terdiri dari tiga tahap yaitu analisis kebutuhan, desain dan pengembangan atau implementasi.   Pengumpulan   data   dilakukan   dengan   menggunakan instrument angket dan soal pretest-posttest berpikir kreatif siswa. Sampel penelitian terdiri dari 18 siswa di MTs Nurul Islam  Batang  Hari. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  multimedia  tersebut  layak  dan  praktis untuk  dikembangkan valid  untuk  digunakan  ditunjukkan  dengan  hasil validasi  materi  dengan  persentase  96,53  berada  pada  kategori  sangat valid dan validasi media dengan persentase 91,54 berada pada kategori sangat  valid.  Multimedia  dikategorikan  praktis  digunakan  ditunjukkan pada hasil penilaian guru yaitu senilai 90,4 % berada pada kategori sangat praktis.  serta  sangat  efektifdalam  meningkatkan  keterampilan  berpikir kreatif  ditnjukkan  dengan  nilai  N-Gain  yang  0,84  kategori  tinggi. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat mengimplementasikan     pengembangan     multimedia     ini     kedalam penelitian  eksperimen  atau  penelitian  Tindakan  kelas  sehingga  dapat menghasilkan  pengaruh  yang  lebih  akurat  mengenai  multimedia  yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
SELULOSA NANOSERAT TANDAN SAWIT SEBAGAI MATRIKS FILM INDIKATOR ALAMI KESEGARAN PANGAN Yusnaidar Yusnaidar; Wilda Syahri; I Putu Mahendra
Journal of Science and Applicative Technology Vol 7 No 1 (2023): Journal of Science and Applicative Technology June Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v7i1.1095

Abstract

The food freshness is one trending topic that currently studied to reduce the number of food waste. The development of food freshness film indicator is one technique that can be utilized to resolve the high number of food waste. The objective of this study was to evaluate the ability of cellulose nanofiber film that had been integrated with anthocyanine as the food freshness film indicator. Cellulose nanofiber was obtained from empty fruit bunch of palm oil that had been dried, cut, and milled into fine powder. The initial step of this preparation was bleaching process using NaOCl/NH3 and H2O2/NH3. After bleaching process, cellulose fiber was oxidized using TEMPO/NaOCl/NaBr at pH 10 for 6 h. The TEMPO-oxidized cellulose fiber was then transferred into high pressure-homogenizer for 6-cycles at 800 bar of pressure. The cellulose nanofiber was obtained as hydrated fiber (gel-like) and then combined with anthocyanine obtaining from red cabbage extract, the film was casted on the acrylic plate. The film indicator of cellulose nanofiber was analyzed to determine the characteristic of film, i.e., color stability depending on pH, morphology, mechanical properties, and color response of film on the food freshness. The film of cellulose nanofiber that integrated with anthocyanin extract has the good sensitiveness to test the food freshness at 4oC. The color change produced by this indicator film is quite significant and has a different color at each pH value.
PENGEMBANGAN E-LKPD PADA MATERI TEKANAN ZAT CAIR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII DI SMPN 12 MERANGIN Muhammad Nuruzzaman Asshidiq; Wilda Syahri; Risnita
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan latar belakang kurangnya media pembelajaran berupa E-LKPD di SMPN 12 Merangin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengembangkan tekanan cairan E-LKPD, bagaimana validitas E-LKPD, dan bagaimana efektivitas tekanan cairan E-LKPD untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Prosedur pengembangan dikemukakan oleh luther-sutopo yang terdiri dari 6 tahapan berikut, desain, pengumpulan bahan, perakitan, pengujian, distribusi, dengan desain penelitian one group pretest-postest design. Sampel penelitian adalah 22 siswa kelas VIII, SMPN 12 Merangin. Instrumen yang digunakan angket, lembar observasi kebutuhan guru dan siswa, serta dokumentasi. Teknik analisis berupa data kualitatif dan data kuantitatif. E-LKPD dapat dikembangkan menggunakan perangkat lunak flip pdf profesional. Hasil respon guru memperoleh nilai rata-rata 4,44 dengan kategori sangat baik dan hasil respon siswa rata-rata 76,05 dengan kategori baik. Hasil validasi ahli materi dan ahli media masing-masing 3,6, kategori Baik dan 4,5, kategori Sangat Baik. Adapun tes (N-Gain) dengan skor 0,679 dimana skor ini berada pada kategori Medium. Lembar kerja peserta didik efektif digunakan untuk pembelajaran di kelas.
Pengembangan Media Pembelajaran Kimia pada Materi Elektrokimia untuk Kelas XII SMA N 8 Kota Jambi dengan Menggunakan Software Prezi Epinur Epinur; Wilda Syahri; Adriyani Adriyani
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 6 No. 1 (2014): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v6i1.1935

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran kimia pada materi elektrokimia. Media yang dikembangkan adalah media pembelajaran menggunakan software Prezi. Pada penelitian pengembangan ini digunakan model ADDIE, dengan tujuan utama sebagai pengembangan produk dan pengujian keefektifan produk dalam mencapai tujuan dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi media, angket validasi materi, dan angket respon siswa. Hasil utama penelitian ini adalah media pembelajaran elektrokimia menggunakan software Prezi. Kualitas media pembelajaran elektrokimia menggunakan software Prezi adalah baik berdasarkan hasil validasi ahli media dengan skor 78% dan berdasarkan ahli materi adalah sangat baik dengan skor 84%, dan respon siswa terhadap media pembelajaran adalah sangat baik dengan skor 82%. Kata kunci: Elektrokimia, software Prezi. model ADDIE