Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAMBATAN EVALUASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Ikhwaturraiyuna Ikhwaturraiyuna; Siti Chairunisa; Regita Sinaga; Ayu Nababan; Yufema Laia; Nurhudayah Manjani
Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmpsd.v2i5.71955

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes the importance of differentiated learning evaluation tailored to the needs, readiness, and characteristics of students. However, in its implementation in elementary schools, teachers still face various obstacles. This study aims to analyze the obstacles experienced by elementary school teachers in implementing differentiated learning evaluation based on the Merdeka Curriculum. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews and observations of elementary school teachers. Data analysis was conducted thematically to identify patterns and main themes of obstacles that arose. The results show that the main obstacles faced by teachers include limited conceptual understanding of differentiated evaluation, difficulties in designing varied evaluation instruments, low technological literacy in implementing evaluation, as well as high administrative workload and lack of managerial support. These findings emphasize the need to strengthen teacher competencies through continuous training, improve technological literacy, and provide adequate institutional support so that the implementation of differentiated learning evaluation in the Merdeka Curriculum can run optimally in elementary schools.
Pengembangan Media Lapangan Kartesius Berbasis Permainan Galah Panjang pada Materi Balok untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SDN 107400 Bandar Khalipah Khairul Ikhsan; Halimatus Azizah Hutasuhut; Yohana Oktaferin Situmorang; Mufidatul Husna; Ikhwaturraiyuna Ikhwaturraiyuna; Elvi Mailani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13989

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika di sekolah dasar yang masih mengalami kendala dalam memahami konsep abstrak ketika proses pembelajaran disampaikan dengan keterbatasan dalam penggunaan media konkret. Kondisi tersebut dapat menyebabkan siswa kesulitan menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran lapangan Kartesius berbasis permainan tradisional Galah Panjang pada materi balok serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta tes berupa pre-test dan post-test. Implementasi dilakukan kepada 20 siswa kelas VI A SDN 107400 Bandar Khalipah melalui analisis hasil belajar menggunakan pre-test dan post-test, dengan total nilai pre-test sebesar 765 dan rata-rata 38,25, sedangkan total nilai post-test meningkat menjadi 1.637 dengan rata-rata 81,85. Peningkatan ini didukung oleh hasil perhitungan N-Gain sebesar 66,43% yang menunjukkan efektivitas pada kategori cukup efektif berdasarkan kriteria yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi koordinat Kartesius dengan permainan tradisional Galah Panjang dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, aktif, dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar. Sehingga media lapangan Kartesius berbasis permainan tradisional Galah Panjang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika untuk mendukung peningkatan hasil belajar siswa sekolah dasar.