Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menuntut adanya strategi pemantauan kesehatan yang lebih terstruktur, mudah diakses, dan berkelanjutan, terutama untuk mendeteksi risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes. Di tingkat keluarga dan masyarakat, pemantauan kesehatan lansia masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses layanan kesehatan, belum optimalnya pencatatan riwayat kesehatan, serta rendahnya literasi digital dalam pemanfaatan aplikasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan pemanfaatan aplikasi mobile sebagai media monitoring kesehatan lansia di lingkungan masyarakat. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan pencatatan data kesehatan, serta evaluasi hasil monitoring. Indikator kesehatan yang dipantau meliputi tekanan darah, kadar gula darah, denyut nadi, keluhan kesehatan, dan jadwal konsumsi obat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile membantu keluarga dan kader dalam mencatat data kesehatan lansia secara lebih rapi, cepat, dan mudah diakses. Data monitoring awal menunjukkan adanya kecenderungan tekanan darah dan kadar gula darah di atas ambang normal pada sebagian peserta, sehingga diperlukan tindak lanjut melalui edukasi pola hidup sehat dan koordinasi dengan tenaga kesehatan. Dengan demikian, aplikasi mobile berpotensi menjadi sarana pendukung monitoring kesehatan lansia yang praktis dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini memerlukan pendampingan rutin, peningkatan literasi digital keluarga dan kader, serta dukungan pemerintah desa, posyandu, dan tenaga kesehatan agar dapat direplikasi pada masyarakat dengan jumlah lansia yang tinggi.