Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN RANTAI PASOK UMKM MELALUI MANAJEMEN PERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI YANG EFISIEN Bahdin Nur Tanjung; Melisa Nur Asima Sidabutar; Dewi Sartika Situmorang
Jurnal Industri Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2025): Pengembangan Komunikasi Visual dan Komunikasi Digital
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/visisakti.v3i2.1026

Abstract

This Community Service Program (PKM) program aims to improve the competitiveness of micro-enterprises by strengthening innovation management capabilities in three key areas: product, pricing, and distribution. Partners' common challenges include under-differentiated products, inconsistent quality and packaging, pricing that is not yet cost-based (COGS) and value-based, and distribution that is still limited to local channels. The program is implemented through baseline assessments, practice-based training (workshops), business clinics, innovation trials (rapid testing), and mentoring for the implementation of a 30–60-day action plan. Outputs include a product innovation portfolio (variants/packaging/quality standards), COGS and pricing strategy worksheets, distribution channel maps and order fulfillment SOPs, and a simple KPI dashboard. Targeted outcomes are increased sales, improved margins, expanded distribution channels, and enhanced customer satisfaction.  
MANAJEMEN PRAKTIK CIRCULAR ECONOMY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN FASHION Bahdin Nur Tanjung; Melisa Nur Asima Sidabutar; Dewi Sartika Situmorang
Jurnal Industri Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 2 (2025): Pengembangan Komunikasi Visual dan Komunikasi Digital
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/visisakti.v3i2.1039

Abstract

This article examines the management practices of circular economy in companies within the manufacturing and fashion sectors. Circular economy is presented as an alternative to the traditional linear production model (“take–make–use–dispose”), which typically leads to high waste generation and inefficient resource consumption. The study aims to identify and describe existing practices, analyze implementation challenges (including operational, financial, regulatory, and consumer perception aspects), and review adaptive solutions and strategies that companies can adopt. Using a qualitative approach with a systematic literature review, the article finds that the transition to a circular economy is shaped by factors such as consumer awareness, production and operational costs, and policy support. In manufacturing, a shift toward servitisation/Product-as-a-Service (PaaS), the application of circular design (e.g., value hill), and cross-supply-chain collaboration—often enabled by digital technologies (IoT, sensors, traceability)—are highlighted. In fashion, circular practices include rental models, resale/recommerce, and repair programs that emphasize durability and repairability to move away from fast fashion. Key challenges include high initial investment costs, inconsistent regulatory support, changes in consumer behavior, and the need for close coordination among supply-chain stakeholders. The article offers strategic recommendations for industry players and policymakers to support a more effective transition toward circular economy.
Pengembangan Kepemimpinan Visioner dalam Pelayanan Publik: Peningkatan Peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di Masyarakat Dewi Sartika Situmorang; Herman Herman; Sudung Simatupang; Richard Berlien; Nelly Ervina; Riny Riny; Juli Antasari br Sinaga; Sabar Dumayanti Sihombing
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i1.1789

Abstract

Adapun yang menjadi tujuan penting dilakukannya sosialisasi perlindungan perempuan dan anak adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mencegah kekerasan (seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, dan diskriminasi), mendorong masyarakat untuk berani melapor, memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta layanan pendampingan bagi korban dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi perempuan dan anak. Selain hal di atas, sosialisasi juga membahas tentang pernikahan anak usia dini sesuai dengan Undang-undang No. 16 Tahun 2019, perubahan Undang-undang No. 1 Tahun 1974. Adapun sosialisasi tersebut dilaksanakan di Kantor UPTD. Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Simalungun dengan jumlah peserta 20 orang. Setelah Narasumber menyampaikan pemaparan dengan metode ceramah, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak masyarakat kita menjadi korban kekerasan dan mengalami trauma serta depresi karena dianggap aib bagi keluarga maupun masyarakat. Perlu keberanian yang besar bagi korban untuk bisa bangkit dan membentuk diri yang lebih kuat. Oleh karenanya dukungan dari masyarakat sekitar sangat diharapkan untuk tidak mengucilkan mereka, karena mereka adalah korban. Untuk itu, marilah kita bersama-sama memberikan lingkungan yang aman dan tentram bagi setiap korban kekerasan terlebih lagi bagi anak-anak calon generasi bangsa. Pada tahun 2045, dalam merayakan 100 Tahun Kemerdekaan RI, Indonesia memiliki visi yakni Indonesia Emas, yang mana dapat dicapai apabila generasinya menjadi generasi emas yakni generasi muda yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama mendukung visi Bangsa Indonesia tersebut dengan menciptakan lingkungan yang aman dan tentram bagi tumbuh kembang anak-anak kita sehingga tercipta Generasi Emas ke depannya.