Abstrak Desa Mamala, Kabupaten Maluku Tengah, menghasilkan limbah ampas sagu dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, limbah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi sehingga berpotensi diolah menjadi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Pattimura dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan siswa dan guru SMAS Muhammadiyah Mamala. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi pemanfaatan limbah ampas sagu, pelatihan pembuatan POC, serta evaluasi malalui penyebaran kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan oleh respon positif (sangat setuju dan setuju) sebesar 93,75%–100% pada sebagian besar indikator. . Antusiasme peserta sampasma pelatihan juga mendorong munculnya inisiatif pemanfaatan POC di lingkungan sekolah. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat pembampasjaran berbasis potensi lokal, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular di masyarakat. Kata kunci: ampas sagu; limbah organik; keterampilan siswa; pelatihan; pupuk organik cair. Abstract Mamala Village, Central Maluku Regency, produces a large amount of sago pulp waste that has not been optimally utilized and has the potential to cause environmental pollution. In fact, this waste contains high organic matter and has the potential to be processed into liquid organic fertilizer (LOF), which is environmentally friendly and economically valuable. This community service activity was conducted by lecturers and students from the Department of Chemical Engineering, Pattimura University, with the aim of improving the knowledge, skills, and environmental awareness of students and teachers at SMAS Muhammadiyah Mamala. The implementation methods included coordination with the school, socialization on the utilization of sago pulp waste, technical training on the production of LOF, and evaluation through questionnaires. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding and skills, as evidenced by positive responses (strongly agree and agree) ranging from 93.75% to 100% across most indicators. . Participants’ enthusiasm during the training also encouraged initiatives to utilize LOF within the school environment. This program contributes to enhancing environmental awareness, strengthening learning based on local potential, and supporting the implementation of a circular economy in the community. Keywords: sago waste; organic waste; student skills; training; liquid organic fertilizer.