Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STRATEGI SOFT POWER DALAM EKSPANSI EKONOMI CHINA DI TIMUR TENGAH: STUDI KASUS KERJASAMA CHINA-IRAN R. Muhammad Teguh Nurhasan Affandi, Dina Yulianti ,
Jurnal Mandala Vol 1, No 2 (2018): Edisi Juli- Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Pr

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.755 KB)

Abstract

The unilateral United States withdrawal from JCPOA in May 2018 and US efforts to embargo Iran, according to some observers, have provided opportunities for China to enlarge its economic dominance in the Middle East. Previously, China have actively established strong economic relations with most of Middle Eastern countries. This phenomenon raises research questions, what is the key to China's success in carrying out economic expansion in the Middle East in the midst of various conflicts in the region? The authors focuses the research on China's soft power strategy which is assumed to have a big role in the success of the country's economic and trade cooperation in the region, especially in the case of China-Iran cooperation. Through reviewing literature and mass media news, this study found a new dimension in China's soft power strategy towards Iran, namely the very strong role of 'value', including the value of loyalty,  refusal towards radicalism and terrorism, and resistance to US domination.
THE GOVERNMENT OF BANDUNG CITY’S EFFORTS IN UTILIZING FOREIGN SOURCES: Case Study in Sister City Cooperation Affandi, RMT Nurhasan; Alam, Gilang Nur; Dermawan, Windy
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v6i2.26967

Abstract

This article aims to analyze the efforts of the Government of Bandung City in fulfilling its sub-national interests by utilizing sister city cooperation as a form of foreign sources. The Bandung City Government endeavors to conduct sister city cooperation, which is one of the activities resulting from the paradiplomacy, to meet its needs without having to depend on the central government. To achieve the objective, this research explores and analyzes data using qualitative methods by collecting primary data through interviews with some relevant informants and secondary data through documentation and literature studies. This research finds out that Bandung City Government’s sister city efforts are carried out in economic, social, and cultural cooperation with local governments abroad. However, sister city cooperation has a limitation in fulfilling the sub-national interests of Bandung City due to its government-to-government nature of the relationship. Meanwhile, there are other alternatives in utilizing other foreign sources aside from sister city cooperation, for example, the optimization of individual and private sectors’ paradigmatic activities. Hence, Bandung City Government needs to re-develop wider regional foreign relations by involving other actors besides sub-national actors abroad.
SOSIALISASI KEDIPLOMASIAN DAERAH DALAM UPAYA MENGOPTIMASI SUMBER SUMBER LUAR NEGERI Dermawan, Windy; Affandi, RMT Nurhasan; Darmawan, Ivan
Dharmakarya Vol 12, No 3 (2023): September, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i3.43300

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah, menuturkan kegiatan sosialisasi perihal kediplomasian daerah dalam ikhtiar rintisan menggugah research-based policy bagi pemanfaatan sumber-sumber luar negeri oleh daerah di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. Metode yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dialog sosial (governmental dan societal) yang memungkinkan introduksi serta konsultasi tentang kediplomasian daerah termasuk paradiplomasi dirintis sejauh research-based policy. Dialog inipun diacu ke riset kebutuhan daerah yang selaras dengan kepentingan nasional menyangkut pemerataan pembangunan dengan optimasi sumber-sumber luar negeri. Pendataan dilakukan melalui kunjungan riset dan institusional, serta wawancara terhadap beberapa informan, berikut studi pustaka dan dokumentasi. Kegiatan ini mendapati bahwa unsur-unsur societal dan governmental di Jawa Barat terutama Kabupaten Bandung telah memahami dan menempuh kebijakan daerah berbasis riset kendati tanpa kiprah atau hirauan atas diplomasi daerah dalam upaya pemanfaatan sumber-sumber luar negeri untuk kemerataan pembangunan daerahnya. Kiprah kediplomasian dinilai sebagai urusan pemerintah pusat yang “mengendalikan” pula hubungan luar negeri daerah dan atau kerja sama luar negeri daerah. Sedangkan kediplomasian daerah masih perlu didalami dengan kelitbangan mengenai sumber-sumber mancanegara, sarana dan perangkat pengakses, kapabilitas kelola dan kapasitas tindak, serta wawasan diplomatik yang relevan dan proper. Kegiatan ini cukup berhasil menyampaikan faedah pengetahuan, pengenalan, pengertian tentang kediplomasian daerah yang dapat diusahakan sebagai kebijakan daerah berbasis riset di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung.
Paradiplomasi Bengkulu dalam Pengembangan Potensi Kopi Bengkulu Putradiansyah, Nandy Rizki; Dermawan, Windy; Affandi, RMT Nurhasan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.796-805

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis praktik paradiplomasi Bengkulu dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu. Hal-hal yang dielaborasi dalam tulisan ini mengenai upaya paradiplomasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu beserta kendala-kendala dan peluang dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu. Provinsi Bengkulu belum dapat mengoptimalkan potensi daerahnya, salah satunya adalah produk hasil pertanian berupa kopi Bengkulu. Melalui paradiplomasi, pengembangan potensi kopi Bengkulu dimungkinkan untuk terbuka secara lebih luas, tidak hanya pengembangan pada lingkup domestik, tetapi juga lingkup luar negeri. Komoditas kopi Provinsi Bengkulu merupakan aset daerah yang potensial bagi pengembangan potensi daerah. Tulisan ini menggunakan konsep paradiplomasi sebagai alat analisis untuk mengeksplorasi praktik yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu di dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu ke luar negeri. Metode riset yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang relevan, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Riset ini menemukan bahwa upaya paradiplomasi Bengkulu dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu menemui sejumlah kendala diantaranya kendala dalam aspek sumber daya manusia, minimnya dukungan regulasi dan tata kelola bagi pengembangan potensi kopi Bengkulu, infrastruktur dalam distribusi produk kopi Bengkulu, dan birokrasi yang cenderung prosedural sehingga menghambat pengembangan produk kopi Bengkulu.
PARADIPLOMACY TOWARDS THE WORLD FASHION CITY: STUDY ON JEMBER DISTRICT Dermawan, Windy; Rahminita, Siti Hediati; Affandi, RMT Nurhasan; Azmi, Fuad
Berumpun: International Journal of Social, Politics, and Humanities Vol 8 No 1 (2025): Berumpun: International Journal Of Social, Politics, and Humanities
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/berumpun.v8i1.263

Abstract

This study examines the role of the Jember Fashion Carnaval (JFC) as a paradiplomatic tool for the Jember district government in its efforts to establish itself as a world fashion city. Using a qualitative approach, the research analyzes how JFC functions as a cultural, economic, and political instrument in international relations, drawing on theoretical frameworks from Aldecoa & Keating, Lecours, Dávila & Silva, and Prieto. Data was collected through in-depth interviews with key stakeholders (organizers, government officials, and international participants), media analysis, and documentation studies, with thematic analysis applied to identify patterns in JFC’s diplomatic impact. The findings reveal that JFC has successfully enhanced Jember’s global visibility, facilitated cross-cultural exchanges, and contributed to local economic growth through tourism and foreign investment interest. However, challenges such as inadequate legal frameworks, limited funding, and a lack of specialized human resources hinder the institutionalization of paradiplomacy in Jember. Despite these constraints, JFC demonstrates the potential of subnational cultural diplomacy in projecting local identity and supporting national soft power. The study concludes with policy recommendations, including strengthening institutional support, diversifying funding mechanisms, and integrating JFC into long-term regional development strategies. By addressing these gaps, Jember can maximize JFC’s role in achieving its aspirations as a world fashion city while contributing to broader discussions on paradiplomacy and cultural diplomacy in international relations
Paradiplomasi Bengkulu dalam Pengembangan Potensi Kopi Bengkulu Putradiansyah, Nandy Rizki; Dermawan, Windy; Affandi, RMT Nurhasan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.796-805

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis praktik paradiplomasi Bengkulu dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu. Hal-hal yang dielaborasi dalam tulisan ini mengenai upaya paradiplomasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu beserta kendala-kendala dan peluang dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu. Provinsi Bengkulu belum dapat mengoptimalkan potensi daerahnya, salah satunya adalah produk hasil pertanian berupa kopi Bengkulu. Melalui paradiplomasi, pengembangan potensi kopi Bengkulu dimungkinkan untuk terbuka secara lebih luas, tidak hanya pengembangan pada lingkup domestik, tetapi juga lingkup luar negeri. Komoditas kopi Provinsi Bengkulu merupakan aset daerah yang potensial bagi pengembangan potensi daerah. Tulisan ini menggunakan konsep paradiplomasi sebagai alat analisis untuk mengeksplorasi praktik yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu di dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu ke luar negeri. Metode riset yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang relevan, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Riset ini menemukan bahwa upaya paradiplomasi Bengkulu dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu menemui sejumlah kendala diantaranya kendala dalam aspek sumber daya manusia, minimnya dukungan regulasi dan tata kelola bagi pengembangan potensi kopi Bengkulu, infrastruktur dalam distribusi produk kopi Bengkulu, dan birokrasi yang cenderung prosedural sehingga menghambat pengembangan produk kopi Bengkulu.
Hubungan Luar Negeri Jawa Barat-Shizuoka dalam Aspek Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Dermawan, Windy; Alamsyah, Muhamad Audie; Affandi, RMT Nurhasan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.691

Abstract

Jawa Barat menggunakan pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Visi, misi, strategi, dan program menunjukkan tujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hubungan luar negeri daerah antara Provinsi Jawa Barat dan Prefektur Shizuoka telah dibangun sejak tahun 2017 melalui penandatanganan MoU antara kedua belah pihak, dengan berbagai program yang menjadi fokus penelitian ini. Program-program yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia adalah fokus penelitian ini. Rencana Strategis yang dibuat oleh Bappeda Jawa Barat adalah dasar dari penelitian ini. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang terkait, studi berbasiskan internet, studi berbasiskan kearsipan dan studi dokumentasi. Periset menemukan bahwa setidaknya lima program yang sudah terlakana terkait dengan pendidikan dan pengembangan SDM. Dengan demikian, hanya dua program, yaitu Program Pemagangan ASN Geopark Ciletuh dan Program Pemagangan ASN Manajemen Sumber Daya Air. Program-program tersebut mendekati kesesuaian dengan Rencana Strategis Bappeda Provinsi Jawa Barat. Karena itu, kedua program ini tidak memberikan sertifikasi kompetensi bagi ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga masih belum sesuai dengan rencana yang ditetapkan oleh Bappeda dalam Rencana Strategisnya.
Indonesia-Germany cooperation in efforts to improve vocational education levels: Analysis of the Ausbildung program Atthareq, Rafflialdi Hugo; Affandi, RMT Nurhasan
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 13 No. 1 (2023): February
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v13i1.49341

Abstract

The quality of Indonesian human resources still needs improvement to compete in the international world. Currently, the international market requires a lot of competence in technical skills in the vocational field. For this reason, Indonesia focuses on developing vocational training and education. This demand was not fulfilled because Indonesian vocational graduates did not have the right skills. With abundant but ineffective resources, Indonesia must learn much from other countries, including Germany. The output of this international collaboration is the Ausbildung program or Apprenticeship Training. This article seeks to reveal how Indonesian-Germany cooperation in vocational education impacts the two countries by using a qualitative method of reviewing documents and interviews with relevant sources. Findings from this article's cooperation opens up new opportunities for exploiting intellectual labor, which is neo-capitalism. In terms of salary, the wages received by Indonesian workers are far below the minimum wage that should be given to professional workers in Germany.
Global connections from Bandung: youth forum as a new pillar of city paradiplomacy: Koneksi global dari Bandung: youth forum sebagai pilar baru paradiplomasi kota Dermawan, Windy; Nurrahmadi, Ilham Shidqi; Affandi, RMT Nurhasan
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 22 No. 1 (2025): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the forms and levels of youth participation in supporting the implementation of paradiplomacy in the City of Bandung through the Bandung Sister Cities (Basic) Youth Forum, particularly in the sister city relationship between Bandung and Braunschweig. Using a descriptive-analytical qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, online searches, and document reviews, and verified through triangulation techniques. This research is based on the participation theory by Cohen & Uphoff (1977) and Roger Hart's ladder of participation model (1992), as well as the concept of paradiplomacy by Kuznetsov and Tavares. The research results show that the participation of the Basic Youth Forum is classified as participation in implementation, where the youth are involved in the technical execution of paradiplomacy activities, but not yet in the planning or policy evaluation stages. The level of participation falls into the category of adult-initiated, shared decisions with youth, meaning the initiative comes from adult actors (government agencies), but involves youth in the decision-making process of activity implementation. These findings underscore the importance of strengthening participatory structures in regional paradiplomacy, including the formulation of concrete work plans to ensure that youth involvement is not merely symbolic. Thus, the Basic Youth Forum has the potential to become a strategic pillar in more inclusive and sustainable city diplomacy.