Dalam suatu lembaga pendidikan termasuk sekolah, keberhasilan proses belajar-mengajar dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Berdasarkan data nilai siswa di SMKN 1 Dlanggu ditemukan mash banyak siswa yang tidak tuntas atau nilainya dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sudah ditentukan oleh satuan pendidikan yakni 70. Rata-rata nilai UTS hanya mencapai 63,90 pada mata Tata Hidang. hasil obeservasi peneliti. Selama kegiatan pembelajaran berlangsungmelakukan kegiatan lain seperti bermain gadget. Hal tersebut terjadi salah satunya dikarenakan guru masih menggunakan metode yang konvensional yaitu hanya menggunakan metode ceramah Design penelitian ini menggunakan one group pre-test dan post-test group design. rancangan jenis ini hanya menggunakan satu kelompok subjek, pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah didik pada model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sangat baik, namun untuk aspek peserta didik mencari data atau referensi untuk bahan pemecahan masalah berada pada nilai terendah dari kategori sangat baik (82,5%). Sementara pada aspek peserta didik mempresentasikan hasil diskusi pada kategori sangat baik (92,5%). Hasil belajar kognitif peserta didik setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah secara keseluruhan hasil diketahui sebanyak 57 peserta didik dinyatakan tuntas dengan skor 75. Sedangkan 3 siswa dinyatakan tidak tuntas dengan skor 75. Bedasarkan hasil tersebut kelas XI Kuliner dinyatakan tuntas dengan presentase 88,3% bedasarkan skor post-test. Skor post-test telah diuji signifikansinya dengan uji t perpasangan.