Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan strategi promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai tujuan, manfaat, dan penerapan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu kendala dalam membangun budaya hidup sehat di tingkat desa. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang GERMAS di Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Kegiatan melibatkan 62 responden yang dipilih dengan teknik total sampling terhadap peserta yang hadir dan mengisi kuesioner secara lengkap. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan edukatif-partisipatif, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara deskriptif. Responden dengan pengetahuan kategori baik meningkat dari 9,7% menjadi 29,0%, kategori cukup meningkat dari 35,5% menjadi 56,1%, sedangkan kategori kurang menurun dari 54,4% menjadi 19,4%. Pada aspek sikap, responden dengan sikap positif meningkat dari 83,9% menjadi 98,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi GERMAS dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap perilaku hidup sehat. Namun, kegiatan lanjutan masih diperlukan agar peningkatan pengetahuan dan sikap dapat berkembang menjadi praktik nyata, seperti aktivitas fisik rutin, konsumsi buah dan sayur, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular. The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a promotive and preventive strategy aimed at encouraging communities to adopt healthy behaviors as an effort to prevent non-communicable diseases. Limited community understanding of the objectives, benefits, and implementation of GERMAS in daily life remains a challenge in developing a healthy living culture at the village level. This educational activity aimed to improve community knowledge and attitudes regarding GERMAS in Sakay Village, Totikum District, Banggai Kepulauan Regency. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The activity involved 62 respondents selected through total sampling among participants who attended the activity and completed the questionnaires. The intervention was conducted through participatory health education, discussion, and question-and-answer sessions. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires, and the data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results showed a descriptive increase in knowledge. Respondents with good knowledge increased from 9.7% to 29.0%, those with moderate knowledge increased from 35.5% to 56.1%, while those with poor knowledge decreased from 54.4% to 19.4%. In terms of attitude, respondents with positive attitudes increased from 83.9% to 98.4%. These findings indicate that GERMAS education can improve community understanding and acceptance of healthy living behaviors. However, follow-up activities are still needed to translate improved knowledge and attitudes into actual practices, such as regular physical activity, fruit and vegetable consumption, periodic health checks, and control of risk factors for non-communicable diseases.