Afini Nugrah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN TAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI PUSKESMAS BARANA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO Muhammad Sahlan Zamaa; Sulaiman; Iqbal Maban RM; Afini Nugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.424

Abstract

Latar Belakang : Tanaman bisa hidup di mana saja, baik di lingkungan rumah, taman, tanah terbuka, kebun atau hutan. Berbagai pengobatan menggunakan bahan dasar tanaman telah dikenal sejak lama oleh masyarakat di Indonesia. Itulah sebabnya kita dengan mudah dapat menemukan berbagai tanaman obat di sekitar tempat pemukiman warga. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya untuk menyediakan tumbuhan obat di sekitar pemukiman warga agar bisa digunakan kapan saja, terutama jika ada anggota keluarga yang sakit. Tujuan : Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan TOGA Metode :Kegiatan ini terbagi atas dua, yaitu renovasi taman TOGA dan edukasi pemanfaatan TOGA. Renovasi taman toga dilakukan dengan menambah jenis tanaman TOGA dan memasang pagar pengaman. Edukasi dilakukan dengan metode penyuluhan, evaluasi dilakukan secara lisan serta dilakukan demonstrasi pengolahan TOGA menjadi obat siap minum. Hasil : Taman TOGA tampak lebih rapi dan indah setelah renovasi dan pemberian edukasi terbukti mampu meningkatkan motivasi dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan TOGA Simpulan : Pemanfaatan TOGA bisa menjadi solusi dalam mengatasi berbagai penyakit dengan gejala ringan. Petugas kesehatan dapat memberikan edukasi secara rutin agar pemanfaatan TOGA di masyarakat bisa meningkat.
PENYULUHAN HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DAN KELUARGA DI KELURAHAN KARUWISI KOTA MAKASSAR Suarni; Hardianti; Elni Putri Olifia Kumape; Afini Nugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.465

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama pada manusia di dunia. Penyakit ini juga disebut sebagai silent killer. Hipertensi juga merupakan penyakit degeneratif yang cenderung dialami oleh lansia. Prevalensi hipertensi telah mencapai 31,7% dari seluruh penduduk. Peningkatan tersebut disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan usia lanjut. Hipertensi khsususnya pada lansia merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan memberikan pemahaman kepada pasien tentang penyebab hipertensi dan cara pencegahannya. Pasien hipertensi juga dapat tetap sehat jika tekanan darahnya dapat dikontrol tetap dalam batas normal dengan rutin melakukan pemeriksaan dan pemantauan tekanan darah. Tujuan : kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada lansia dan keluarga tentang penyakit hipertensi dan pencegahannya. Kegiatan pemeriksaan tekanan darah bertujuan untuk mengetahui tekanan darah lansia agar tekanan darah tetap terpantau dan terkontrol berada dalam batas normal. Metode : Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan dan diskusi dengan menggunakan media Banner dan Leaflet. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang peserta yang terdiri atas lansia dan keluarga warga Kelurahan Karuwisi Kota Makassar. Hasil : Kegiatan ini diawali dengan pengisian angket pengetahuan pre-test tentang hipertensi yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan oleh narasumber. Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan kegiatan pengisian angket post-test serta dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Angket post test setelah penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebanyak 100 % Kesimpulan : Kegiatan penyuluhan memberikan tambahan dan peningkatan pengetahuan kepada lansia dan keluarga tentang hipertensi dan pencegahannya agar lansia dan keluarga dapat mencegah terjadinya hipertensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan agar lansia sadar akan pentingnya tetap mengontrol tekanan darah secara rutin.