Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemeriksaan Status Gizi Anak Menggunakan Antropometri Berbasis Aplikasi Z Score WHO Muhammad Sahlan Zamaa; Andi Aridhasari Sudirman; Riski Muhammad Akbar Kaharuddin; Sitti Maryam Bachtiar; Ratna Mahmud
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i4.232

Abstract

Pertumbuhan anak usia dini merupakan periode emas, sebuah periode yang dapat mempengaruhi aktivitas dan masa depannya kelak. Orang tua dituntut untuk selalu memantau pertumbuhan anaknya, guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting. Salah satu instrumen yang sering digunakan untuk memantau pertumbuhan anak yaitu pemeriksaan antropometri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menambah pengetahuan orang tua terkait status gizi anak yang sekolah di TK Aisyiyah Rappokalling Kota Makassar. Kegiatan ini juga dirangkaikan konseling status gizi anak dengan dokter ahli gizi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2025, metode yang digunakan yaitu pengukuran antopometri berdasarkan data berat dan tinggi badan menggunakan timbangan dan microtoice yang dimasukkan ke aplikasi z score World Health Organization(WHO). Hasil kegiatan ini menunjukkan dari 58 siswa, terdapat 8 siswa dengan status gizi kurang, 36 siswa dengan status gizi normal, 10 siswa berisiko gizi lebih dan 4 siswa dengan status gizi lebih. Simpulan dari kegiatan ini adalah masih terdapat siswa dengan status gizi kurang dan diharapkan agar orang tua untuk memantau status gizi anak secara rutin guna memaksimalkan pertumbuhan anak.
PEMBUATAN TAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI PUSKESMAS BARANA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO Muhammad Sahlan Zamaa; Sulaiman; Iqbal Maban RM; Afini Nugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.424

Abstract

Latar Belakang : Tanaman bisa hidup di mana saja, baik di lingkungan rumah, taman, tanah terbuka, kebun atau hutan. Berbagai pengobatan menggunakan bahan dasar tanaman telah dikenal sejak lama oleh masyarakat di Indonesia. Itulah sebabnya kita dengan mudah dapat menemukan berbagai tanaman obat di sekitar tempat pemukiman warga. Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya untuk menyediakan tumbuhan obat di sekitar pemukiman warga agar bisa digunakan kapan saja, terutama jika ada anggota keluarga yang sakit. Tujuan : Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan minat dan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan TOGA Metode :Kegiatan ini terbagi atas dua, yaitu renovasi taman TOGA dan edukasi pemanfaatan TOGA. Renovasi taman toga dilakukan dengan menambah jenis tanaman TOGA dan memasang pagar pengaman. Edukasi dilakukan dengan metode penyuluhan, evaluasi dilakukan secara lisan serta dilakukan demonstrasi pengolahan TOGA menjadi obat siap minum. Hasil : Taman TOGA tampak lebih rapi dan indah setelah renovasi dan pemberian edukasi terbukti mampu meningkatkan motivasi dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan TOGA Simpulan : Pemanfaatan TOGA bisa menjadi solusi dalam mengatasi berbagai penyakit dengan gejala ringan. Petugas kesehatan dapat memberikan edukasi secara rutin agar pemanfaatan TOGA di masyarakat bisa meningkat.
EDUKASI TENTANG TEPUNG SELACI PUPUT (6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BENAR) SD INPRES KAMPUNG PARANG DI DESA PA’BENTENGANG KEC.EREMERASA KAB.BANTAENG Ilham Syam; Muhammad Sahlan Zamaa; Renaldi M; Sitti Nurhadijah; Awalia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.454

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara masyarakat untuk dapat menjaga kualitas kesehatannya. Kebaruan kegiatan pengabdian ini karena memberikan pelajaran tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Program PHBS ini terdapat beberapa indicator yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan PHBS, salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Perilaku CTPS yang baik dapat mencegahan kejadian diare dan ISPA yang rentan dialami oleh anak-anak khususnya usia sekolah. Sehingga petingnya untuk mengajar anak sejak dini mengenai CTPS yang baik dan benar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan tentang 6 langkah cuci tangan dan meningkatkan pengetahuan dengan pengisian kuesioer pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar dengan dibantu mahasiswa dalam pengisian kuesioner mencuci tangan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dengan metode yang digunakan yaitu penyuluhan, power poin, media poster, kuesioner dan gerakan lagu 6 langkah cuci tangan yang benar lalu mempraktekkan cuci tangan dibantu oleh mahasiswa. Hasil dari ini Sebelum dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar yang kurang mengetahui cara mencuci tangan yang benar sebanyak 27 siswa (46,7%) sedangkan sesudah dilakukan penyuluhan berkategori baik sebanyak 44 (89,4%) dari 47 responden. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 29 mei 2024 di SD Inpres Kampung Parang kelas 4 dan 5.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan sebanyak 21 (44,7%) tentang 6 langkah cuci tangan yang benar.