Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi karena kondisi geografis, geologis, dan klimatologisnya. Kota Palu termasuk wilayah dengan risiko bencana besar, seperti gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, yang menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana melalui media video kepada warga sekolah MTs SIS Aljufri Tatura Palu. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2025 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan (koordinasi, penyusunan materi, dan pembuatan video), pelaksanaan (pemutaran video, penjelasan tambahan, serta diskusi interaktif), dan evaluasi (observasi serta tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti pemutaran video, mampu mengulang kembali langkah-langkah dasar menghadapi bencana, dan aktif dalam diskusi terkait jalur evakuasi maupun peran guru saat darurat. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan peserta yang tinggi, sehingga media video terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai kesiapsiagaan bencana. Namun, evaluasi masih terbatas pada tanya jawab sehingga belum dapat mengukur peningkatan pengetahuan secara kuantitatif. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya siaga bencana di sekolah serta menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas kesiapsiagaan yang selanjutnya perlu dilengkapi dengan simulasi praktis dan evaluasi terukur.