Masyarakat desa memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kesehatan dan ekonomi lokal. Namun, masih ditemukan permasalahan berupa rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik serta keterbatasan kemampuan pelaku usaha mikro dalam melakukan pencatatan keuangan usaha. Kondisi ini juga ditemukan pada masyarakat Desa Koto Masjid, Kampung Patin, Kabupaten Kampar. Hasil observasi dan wawancara awal menunjukkan bahwa aktivitas fisik belum menjadi kebiasaan rutin masyarakat, sementara pelaku usaha mikro masih mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi dan belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik melalui praktik gerak aktif serta meningkatkan keterampilan pelaku usaha mikro dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, edukasi kesehatan melalui praktik gerak aktif, serta pendampingan pencatatan kas sederhana secara partisipatif kepada tiga pelaku usaha mikro. Kegiatan praktik gerak aktif dilaksanakan pada 23 Januari 2026 di halaman Puskesmas Pincuran Gading, sedangkan pendampingan pencatatan keuangan dilaksanakan pada 26 Januari hingga 3 Februari 2026 pada tiga pelaku usaha mikro di Desa Koto Masjid. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik serta meningkatnya kemampuan tiga pelaku usaha mikro dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha secara lebih sistematis menggunakan format kas sederhana. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran kesehatan dan kemampuan pengelolaan usaha mikro masyarakat.