This Author published in this journals
All Journal Abdimas Mandalika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Penularan dan Pemberantasan Pedikulosis Kapitis di Desa Pabuaran, Provinsi Banten Trasia, Reqgi First; Wulansari, Ekawati Rini; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Zulfa, Hiliza Awalina; Abdullah, Rukman
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37821

Abstract

Abstract:  Pabuaran Village still faces health problems, one of which is pediculosis capitis. Therefore, this community service activity aims to diagnose pediculosis, carry out management and provide education in the form of counseling to Pabuaran Village residents, especially children and adolescents. Pediculosis eradication was carried out in January 2026 with a primary target of 40 people. Of the total children and adolescents examined, 29 children tested positive for pediculosis, so it can be interpreted that the prevalence of pediculosis in Pabuaran Village is 72.5%. There are 25 girls (62.5%) in Pabuaran Village who tested positive for pediculosis. In this activity, education was provided regarding the prevention of pediculosis capitis. Knowledge about Pediculosis Capitis plays a crucial role in preventing transmission to others. The educational material provided to residents included symptoms, transmission methods, complications, and management of pediculosis capitis. Pediculosis transmission can occur due to poor health behaviors, one of which is the habit of rarely washing hair. Children infested with head lice were given 1% permethrin shampoo and combed using the wet combing method. Pabuaran Village has a densely populated environment that facilitates the transmission of head lice. Therefore, awareness among all villagers is needed to maintain their health and prevent the spread of head lice.Abstrak: Desa Pabuaran masih memiliki masalah kesehatan, salah satunya pedikulosis kapitis. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mendiagnosis pedikulosis, melakukan tata laksana dan edukasi berupa penyuluhan kepada warga Desa Pabuaran, khususnya anak-anak dan remaja. Pemberantasan pedikulosis dilakukan pada bulan Januari 2026 dengan sasaran utama sebanyak 40 orang. Dari keseluruhan anak dan remaja yang diperiksa, terdapat 29 anak yang positif pedikulosis, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa prevalensi pedikulosis di Desa Pabuaran sebesar 72,5%. Terdapat 25 anak perempuan (62,5%) di Desa Pabuaran yang positif pedikulosis. Pada kegiatan ini dilakukan edukasi mengenai pencegahan pedikulosis kapitis, sehingga transmisinya dapat dicegah. Pengetahuan mengenai pedikulosis kapitis memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Materi edukasi yang diberikan pada warga berupa gejala, cara penularan, komplikasi dan tata laksana pedikulosis kapitis. Transmisi pedikulosis dapat terjadi akibat perilaku kesehatan yang buruk, salah satunya kebiasaan jarang membersihkan rambut.  Anak-anak yang terinfestasi tuma diberikan sampo permethrin 1% dan dilakukan penyisiran dengan metode wet combing. Desa Pabuaran memiliki lingkungan padat penghuni yang memudahkan transmisi tuma. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bagi seluruh warga desa untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit kutu rambut.