Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan aktivitas fisik dan obesitas sentral dengan hiperglikemia wanita dewasa: Cross-sectional study Bohari Bohari; Nuryani Nuryani; Rukman Abdullah; Lili Amaliah; Fahmi Hafid
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v6i2.587

Abstract

Women in Indonesia are a group at risk of experiencing high blood glucose levels with increasing age. The purpose of the study was to analyze the relationship between physical activity and central obesity on hyperglycemia in adult women. The type of research is quantitative with a cross-sectional design on adult women at the Telaga Biru Public Health Center, Gorontalo Regency in 2019. The sample size is 248 people using purposive sampling. The method of collecting physical activity data is measured using a Physical Activity Level (PAL) questionnaire, central obesity is measuring waist circumference, and current blood glucose levels for hyperglycemic status. The statistical test is the chi-square test with 95% CI. The results showed that physical activity included in the light category was very high at 91.1% and central obesity status was also high at 61,3%. The results of current blood glucose levels showed that respondents who experienced hyperglycemia were low at only 15,3%. Physical activity had no significant association with hyperglycemia (p= 0,142), central obesity had a significant association with hyperglycemia (p= 0,005). The conclusion is that central obesity has a significant relationship with the incidence of hyperglycemia in adult women with an OR value of 3,52
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNTIRTA Suratmi Suratmi; Rukman Abdullah; Muhammad Taufik
Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/fpbio.v4i1.4952

Abstract

ABSTRAK: Kecemasan sering muncul pada individu manakalah berhadapan dengan situasi yang tidak menyenangkan. Salah satunya adalah kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dengan hasil belajar mahasiswa di Program Studi Pendidikan Biologi UNTIRTA.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif dengan teknik korelasional.  Instrumen yang digunakan berupa angket, lembar observasi dan pedoman wawancara tentang tingkat kecemasan mahasiswa Biologi dalam menghadapi ujian pada mata kuliah di Program Studi Pendidikan Biologi. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa  memiliki tingkat kecemasan yang sedang dalam menghadapi Ujian Tengah Semester. Sebagian besar mahasiswa memiliki hasil belajar yang cukup dalam belajar mata kuliah Evaluasi proses dan Hasil Belajar Biologi. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi ujian dengan hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Untirta.   Kata kunci: Tingkat kecemasan, hasil belajar
Disparitas Pola Konsumsi Pangan Penduduk di Provinsi Banten Bohari Bohari; Muhammad Ansori; Fachruddin Perdana; Rukman Abdullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i1.205

Abstract

Food problems arise from a lack of food diversity, high food prices, and a food culture that does not support an adequate supply of nutrients in the household. This study aimed to analyze the disparity of food consumption patterns of the population of Banten Province based on the typology of the region and the administrative area of Banten Province. The research method was an explorative study with a retrospective study approach using secondary data, namely the National Socio-Economic Survey (Susenas) Banten Province 2017. This type of data was collected on the food consumption of the population presented in the form of a table of the average quantity of food consumption per commodity in household order units per capita / week. Data analysis was carried out quantitatively by descriptive methods. The results of the study, namely the quantity of food consumption of the population of Banten Province, showed a disparity based on regional typology where the average energy consumption of food for households in rural areas was still higher, namely 2404 Kcal compared to urban areas, which was 2338 Kcal and was dominated by food sources of grains. The average energy consumption of the population in the regency area is 2315 - 2489 kcal/capita/day while the urban area is 2294 – 2406 kcal/capita/day. The conclusion is that the districts with the highest levels of energy consumption and adequacy are found in Lebak and Pandeglang districts but have the lowest PPH scores compared to other districts.
Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Penyakit Budug Di Lingkungan Suku Baduy Mualaf Rukman Abdullah; Siti Herawati; Amalia Kartika Sari
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.016 KB) | DOI: 10.56303/jppmi.v1i1.11

Abstract

Tujuan kegiatan yaitu penyuluhan tentang pencegahan dan penanganan penyakit budug di lingkungan suku Baduy Mualaf. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat baduy dengan metode ceramah dan menggunakan poster tentang pencegahan dan penanganan penyakit budug. Poster yang dibuat berisikan informasi mengenai pengertian dari penyakit budug, cara penularan, upaya pencegahan dan penggunaan obat alami. Pengetahuan dan praktek PHBS ini merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruh terjadinya penyakit budug karena berhubungan dengan tindakan dalam memlihara dan meningkatkan status kesehatan dan kearifan lokal baduy tentang pengobatan tradisional khususnya yang berbasis tanaman. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi kepada masyarakat Baduy Mualaf untuk meningkatkan praktek PHBS dan memanfaatkan obat alami yang berbasis tanaman seperti penggunaan kulit pohon terep untuk mengatasi gatal-gatal seperti penyakit budug
Pendampingan Pola Konsumsi Bayi pada Kader Posyandu Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten sebagai Upaya Pencegahan Stunting Tiwuk Susantiningsih; Kristina Simanjuntak; Maria Selvester Thadeus; Agneta Irmarahayu; Hikmah Muktamiroh; Rukman Abdullah; Fachruddin Perdana
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i2.5513

Abstract

Stunting adalah keadaan terhambatnya pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Faktor-faktor yang mempe­ngaruhinya antara lain kondisi sosial ekonomi, status gizi ibu saat hamil, infeksi dan penyakit pada bayi, serta kekurangan asupan gizi pada bayi. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat melalui kegiatan pengabdian. Tujuan kegiatan pelatihan pola konsumsi bayi pada kader posyandu Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting dalam implementasi bela negara untuk meningkatkan efektivitas sistem penanganan kesehatan matra dan mitigasi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 September 2022 dan diikuti oleh 31 responden yang merupakan kader posyandu Desa Sindangsari. Hasil kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan dan ketrampilan responden terhadap keterampilan pola konsumsi bayi 0-24 bulan meningkat dalam kategori pengetahuan baik yaitu sebesar 19% (dari 63,79% menjadi 82,79%). Peningkatan keterampilan dalam pola konsumsi bayi ditunjukkan dengan praktek dan presentasi pola konsumsi bayi secara langsung.
Hubungan Kesadaran Metakognisi dengan Hasil Belajar Mahasiswa Kedokteran di Fakultas Kedokteran UNTIRTA Alifa, Fasya Husti; Abdullah, Rukman; Soemantri, Diantha
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i2.25156

Abstract

Metacognitive awareness is a high-level thinking that involves active control over the cognitive processes involved in learning, consisting of two components, namely cognitive knowledge and cognitive regulation. In this study the aim was to assess the relationship between the metacognitive awareness component and student learning outcomes. This study involved 165 medical student respondents at Sultan Ageng Tirtayasa University. The results of the study found that the components of cognitive knowledge, namely declarative (p = 0.410), procedural (p = 0.187), and conditional (p = 0.927) did not significantly influence the learning outcomes of medical students (p > 0.05). In the components of cognition regulation, namely planning (p = 0.221), information management strategies (p = 0.514), understanding monitoring (p= 0.996), and evaluation (p = 0.873) did not significantly influence student learning outcomes. While the correction strategy has a significant relationship with learning outcomes (p = 0.01). In the analysis of the total metacognitive awareness score on learning outcomes, it was found that there was no significant relationship (p = 0.510). This means that there is no significant relationship between metacognitive awareness and learning outcomes of medical students at Sultan Ageng Tirtayasa University, both in the components of cognitive knowledge and cognitive regulation.
Analisis Tingkat Pengetahuan Pola Konsumsi Bayi dan Kejadian Stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022 Selvester Thadeus, Maria; Tiwuk Susantiningsih; Kristina Simanjuntak; Irmarahayu Agneta; Muktamiroh Hikmah; Abdullah Rukman; Perdana Fachruddin
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Vol. 1 No. 2 (2023): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i2.7055

Abstract

Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan pola konsumsi bayi pada kader posyandu Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten pada tahun 2022 terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden terhadap keterampilan pola konsumsi bayi 0-24 bulan dalam kategori pengetahuan baik yaitu terjadi peningkatan sebesar 19% dari 63,79% menjadi 82,79% (31 responden), namun analisis dari tingkat pengetahuan dan pola konsumsi bayi pada kejadian stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022 belum dilakukan. Metode: Artikel ini merupakan analisis deskriptif korelatif terhadap hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FK UPN Veteran Jakarta bekerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FK UNTIRTA Serang Banten untuk melihat faktor risiko dari tingkat pengetahuan dan pola konsumsi bayi terhadap kejadian stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022. Hasil: Analis tingkat pengetahuan peserta di lakukan terhadap kejadian stunting di Desa Sindangsari. Jumlah responden dalam kegiatan pengabdian yaitu 31 responden yang terdiri dari kader posyandu di Desa Sindangsari serta ibu yang memiliki balita yang melakukan kunjungan ke Posyandu. Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sindangsari. Hasil anaslis antara penyuluhan dan pelatihan pola konsumsi bayi dan balita yang sudah bagus tetapi masih terdapat 2 balita stunting dapat dikarenakan riwayat penyakit infeksi mempengaruhi penyerapan nutrisi pada proses pencernaan pada balita stunting dan tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan kader posyandu Sindangsari mengenai pola konsumsi. Kesimpulan: Analisis tingkat pengetahuan pola konsumsi bayi dan kejadian stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten tahun 2022 didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kader posyandu Desa Sindangsari dengan kejadian 2 balita stunting di Desa Sindangsari Pabuaran Serang Banten.
Pelatihan dan Pendampingan Kader Dalam Asupan Vitamin E, Zinc, Fe dan Asam Folat Pada Masa Pertumbuhan Sri Wahyuningsih; Tiwuk Susantiningsih; Rukman Abdullah; Fachruddin Perdana; Mila Citrawati
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): Vol. 1 No. 2 (2023): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v1i2.7295

Abstract

Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat dari akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama, mulai dari masa kehamilan sampai usia 24 bulan. Propinsi Banten menduduki peringkat kelima angka stunting terbanyak di Indonesia, yaitu 294.862 balita pada tahun 2021. Asupan energi dan zat gizi yang tidak memadai, antara lain vitamin E, Zinc, Fe dan Asam Folat merupakan faktor yang berperan terhadap masalah pertumbuhan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemenuhan zat gizi dalam upaya menunjang pertumbiuhan anak dan pencegahan stunting. Metode kegiatan yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dengan menggunakan media slide power point yang berisi penjelasan mengenai pentingnya asupan vitamin E, Zinc, Fe dan Asam Folat pada balita. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu-ibu kader yang mengikuti penyuluhan menjadi paham tentang pentingnya pemenuhan zat gizi untuk pertumbuhan anak.
Hubungan Kesadaran Metakognisi dengan Hasil Belajar Mahasiswa Kedokteran di Fakultas Kedokteran UNTIRTA Alifa, Fasya Husti; Abdullah, Rukman; Soemantri, Diantha
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i2.25156

Abstract

Metacognitive awareness is a high-level thinking that involves active control over the cognitive processes involved in learning, consisting of two components, namely cognitive knowledge and cognitive regulation. In this study the aim was to assess the relationship between the metacognitive awareness component and student learning outcomes. This study involved 165 medical student respondents at Sultan Ageng Tirtayasa University. The results of the study found that the components of cognitive knowledge, namely declarative (p = 0.410), procedural (p = 0.187), and conditional (p = 0.927) did not significantly influence the learning outcomes of medical students (p > 0.05). In the components of cognition regulation, namely planning (p = 0.221), information management strategies (p = 0.514), understanding monitoring (p= 0.996), and evaluation (p = 0.873) did not significantly influence student learning outcomes. While the correction strategy has a significant relationship with learning outcomes (p = 0.01). In the analysis of the total metacognitive awareness score on learning outcomes, it was found that there was no significant relationship (p = 0.510). This means that there is no significant relationship between metacognitive awareness and learning outcomes of medical students at Sultan Ageng Tirtayasa University, both in the components of cognitive knowledge and cognitive regulation.
Perbandingan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ridhwan, Muhammad Ariq; Abdullah, Rukman; Mustika, Rita
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29833

Abstract

Mahasiswa kedokteran mempunyai tingkat stres lebih tinggi dibanding mahasiswa lain bahkan populasi umum, lalu tres pada mahasiswa kedokteran menyebabkan kelelahan emosional juga bisa memengaruhi kesehatan dan kinerja akademik secara keseluruhan, pada penelitian Hamza M. Abdulghani dkk, dilaporkan tingkat stres tertinggi pada tingkat I lalu tingkat II, III dan IV menurun walaupun masih taraf sedang lalu meningkat sedikit pada tingkat V, selain itu penelitian di Indonesia juga menunjukkan tingkat stres yang tidak jauh berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa kedokteran dan perbandingan tingkat stres mahasiswa kedokteran tahap pre-klinik. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran tingkat I, II, III, dan IV dengan total sampling sebesar 181 mahasiswa. Kuesioner penelitian ini menggunakan Medical Student Stresor Questionnaire. Analisis penelitian ini menggunakan perhitungan statistik chi square dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini yaitu pada tingkat I tingkat stres masih yang paling rendah, selanjutnya pada tingkat II naik, setelah itu tingkat III menurun kembali, dan memuncak pada tingkat IV. Selanjutnya pada mahasiswa kedokteran lebih banyak mengalami stres berat pada stresor akademik (ARS) sebanyak 77,3%. Mahasiswa lebih banyak mengalami stres berat pada mahasiswa berusia 21-23 tahun (70,1%), setelah itu pada jenis kelamin perempuan (69%), setelah itu pada mahasiswa yang bertinggal bersama saudara/indekos (58,2%). Semua tingkat mengalami stres berat kecuali tingkat I dan tidak berbeda bermakna. Penelitian ini berkesimpulan pada tingkat I tingkat stres masih yang paling rendah, selanjutnya pada tingkat II naik, setelah itu tingkat III menurun kembali, dan memuncak pada tingkat IV, hal ini disebabkan oleh perbedaan yang bermakna pada stresor akademik (ARS) sehingga harus ada solusi untuk bisa mencegah atau menguranginya dengan cara memberikan treatment yang spesifik kepada setiap Angkatan dengan salah satu caranya yaitu membangun student support pada institusi kedokteran