Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kecemasan Siswa Kelas X dalam Membaca dan Menghafal Al-Qur’an pada Pembelajaran PAI Anggela, Mira; Mubarokah , Rosi; Hayqel, Muhammad; Hidayat, Royan; Rani, Muhamad Fahresa; Surawan , Surawan
Arus Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v6i1.2461

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan peserta didik, salah satunya melalui kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Namun, dalam proses pembelajaran, sebagian siswa masih mengalami kecemasan ketika diminta membaca Al-Qur’an di depan kelas, seperti merasa gugup, takut melakukan kesalahan, dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan siswa kelas X saat membaca dan menghafal Al-Qur’an dalam pembelajaran PAI.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X dan guru PAI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kecemasan dalam membaca Al-Qur’an di depan kelas, yang ditandai dengan rasa gugup, kurang percaya diri, dan takut melakukan kesalahan. Meskipun terdapat siswa yang mampu membaca dengan lancar, masih ditemukan siswa yang kurang lancar dan menunjukkan tingkat kecemasan yang bervariasi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Faktor yang mempengaruhi kecemasan antara lain rasa takut melakukan kesalahan, perasaan bahwa kemampuan teman lebih baik, serta kurangnya kebiasaan membaca di depan banyak orang. Dengan demikian, guru PAI perlu menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung melalui pemberian motivasi, bimbingan, serta latihan membaca secara bertahap agar kepercayaan diri siswa meningkat dan kecemasan dapat berkurang.
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kopi Tumbuk Berbasis Home Industry Di Desa Juking Pajang Saputri, Ayu; Hayqel, Muhammad; Alini, Nor; Alini, Rahmadina; Pratama, Randi Surya; Romanti, Romanti; Yulianti, Septiya; Marwah, Siti; Wili, Wili; Maulana, Zahid; Hidayati, Sri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v8i3.6606

Abstract

UMKM kopi tumbuk berbasis home industry di Desa Juking Pajang memiliki aset berupa produk, keterampilan produksi, dan keberlangsungan usaha, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam identitas usaha, media informasi, penunjuk lokasi, dan promosi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aset dan kebutuhan mitra serta mengembangkan media identitas dan promosi yang sesuai dengan kondisi usaha. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahap, yaitu Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan informasi berdasarkan aset, keterbatasan, kebutuhan, dan keputusan intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa mitra telah memiliki produk dan keterampilan produksi, sedangkan aspek yang memerlukan penguatan terutama berkaitan dengan identitas visual, informasi produk, akses menuju lokasi usaha, dan media promosi digital. Berdasarkan hasil pemetaan dan diskusi bersama mitra, dikembangkan tiga media promosi, yaitu banner sebagai media identitas dan informasi produk, plang nama sebagai penanda sekaligus petunjuk lokasi usaha, serta konten media sosial sebagai sarana penyampaian informasi secara digital. Ketiga media berhasil dibuat dan diterapkan sesuai kebutuhan yang teridentifikasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD dapat digunakan untuk menghubungkan aset yang telah dimiliki UMKM dengan intervensi promosi yang kontekstual. Namun, dampak terhadap jangkauan pemasaran, jumlah konsumen, dan penjualan memerlukan evaluasi lanjutan dengan indikator yang lebih terukur. Strengthening Business Identity and Promotional Media for a Home Industry-Based Ground Coffee UMKM through an Asset-Based Community Development Approach in Juking Pajang Village The home industry-based ground coffee UMKM in Juking Pajang Village possesses several existing assets, including established products, production skills, and ongoing business activities. However, it still faces limitations related to business identity, product information, location signage, and digital promotion. This community service program aimed to identify the partner’s assets and needs and to develop business identity and promotional media suited to the characteristics of the enterprise. The program employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through five stages: Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny. Data were collected through observation, interviews, discussions, and documentation and were analyzed descriptively by categorizing information into existing assets, limitations, identified needs, and intervention decisions. The findings showed that the partner already had sufficient production assets and skills, while the main areas requiring strengthening concerned visual identity, product information, access to the business location, and digital promotional media. Based on asset mapping and discussions with the partner, three promotional media were developed: a banner to communicate business identity and product information, a business sign to identify and direct customers to the business location, and social media content to support digital information dissemination. All three media were successfully produced and implemented in accordance with the identified needs. The activity demonstrates that the ABCD approach can connect existing UMKM assets with contextually appropriate promotional interventions. However, its effects on marketing reach, customer numbers, and sales require further evaluation using more measurable indicators.