Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Video Pembelajaran Interaktif Dengan Tipe Make A Match Anggela, Mira; Jasiah
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan lembaga pendidikan dalam mencetak siswa berprestasi sangat ditentukan oleh penerapan strategi pembelajaran yang efektif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis model *Make A Match* pada mata pelajaran Fiqih kelas VIII untuk meningkatkan minat, perhatian, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi di MTs Terpadu Berkah, ditemukan bahwa siswa sering tidak fokus pada materi yang diajarkan, dan media interaktif belum digunakan dalam pembelajaran. Model Make A Match, yang menitikberatkan pada kegiatan mencocokkan pasangan kartu soal dan jawaban secara kolaboratif, dipilih karena kemampuannya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.  Pengembangan media berbasis video interaktif ini memanfaatkan pendekatan pembelajaran kooperatif, yang memungkinkan siswa untuk bekerja sama, berpikir kritis, dan berkontribusi aktif dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ini secara signifikan meningkatkan tingkat ketuntasan belajar siswa. Sebelum penggunaan metode Make A Match, tingkat ketuntasan hanya mencapai 51%, namun setelah diterapkan meningkat menjadi 90% pada siklus I dan 94% pada siklus II. Dengan langkah-langkah yang terstruktur, seperti penyampaian materi, pembagian kartu soal dan jawaban, proses mencocokkan kartu, serta presentasi hasil, siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan video pembelajaran interaktif berbasis Make A Match efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Fiqih, khususnya sujud sahwi, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan. Model ini direkomendasikan sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MTs Terpadu Berkah dan sekolah lainnya.   
Analisis Kecemasan Siswa Kelas X dalam Membaca dan Menghafal Al-Qur’an pada Pembelajaran PAI Anggela, Mira; Mubarokah , Rosi; Hayqel, Muhammad; Hidayat, Royan; Rani, Muhamad Fahresa; Surawan , Surawan
Arus Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v6i1.2461

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan peserta didik, salah satunya melalui kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Namun, dalam proses pembelajaran, sebagian siswa masih mengalami kecemasan ketika diminta membaca Al-Qur’an di depan kelas, seperti merasa gugup, takut melakukan kesalahan, dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan siswa kelas X saat membaca dan menghafal Al-Qur’an dalam pembelajaran PAI.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X dan guru PAI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kecemasan dalam membaca Al-Qur’an di depan kelas, yang ditandai dengan rasa gugup, kurang percaya diri, dan takut melakukan kesalahan. Meskipun terdapat siswa yang mampu membaca dengan lancar, masih ditemukan siswa yang kurang lancar dan menunjukkan tingkat kecemasan yang bervariasi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Faktor yang mempengaruhi kecemasan antara lain rasa takut melakukan kesalahan, perasaan bahwa kemampuan teman lebih baik, serta kurangnya kebiasaan membaca di depan banyak orang. Dengan demikian, guru PAI perlu menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung melalui pemberian motivasi, bimbingan, serta latihan membaca secara bertahap agar kepercayaan diri siswa meningkat dan kecemasan dapat berkurang.