Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI TEKNOLOGI BAMBU PLESTER SEBAGAI DINDING DI DUSUN PASSIMBUNGANG KABUPATEN GOWA Tahang Tahang
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu merupakan bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Kabupaten Gowa merupakan kawasan hutan bambu yang cukup luas dengan cakupan luasan mencapai lebih dari 24.000 ha. Kabupaten Gowa memiliki luasan area pohon bambu kedua terbesar di Sulawesi Selatan yaitu sebesar 1.600 ha. Dusun Passimbungang, kecamatan Bajeng Barat, kabupaten Gowa merupakan daerah dimana kita dapat menjumpai banyak pohon bambu namun belum termanfaatkan secara baik di masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis teknologi bambu plester pada pembangunan WC umum warga, yang ingin dicapai dari penelitian ini untuk memberi wawasan baru kepada masyarakat umum bagaimana teknologi pembuatan bambu plester. Teknologi dinding bambu plester sudah dikenal sejak era pendudukan Belanda di Indonesia, ketahan konstruksi bangunan yang menggunakan dinding bambu plester pada pembangunan WC umum  Dusun Passimbungang kabupaten Gowa. Dengan perkembangan teknologi, sudah sewajarnya konstruksi bambu plester akan semakin meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu,sehingga nantinya bambu dapat dipandang sebagai teknologi baru, bukan lagi sebagai citra kaum miskin yang murahan.
PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN DI DUSUN UMPUNGENG DITINJAU DARI SEJARAH DAN ATURAN ADAT Faris Jumawan; Tahang Tahang; Meldawati Artayani
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman di dusun ini merupakan daerah terpencil dan menyimpan beberapa warisan sejarah dan budaya di Kabupaten Soppeng. Rekam jejak sejarah dan budaya yang berada di Dusun Umpungeng dapat terlihat pada peninggalan megalitik, benda pusaka, ritual budaya dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun oleh orang tua mereka. Objek penelitian kami terpusat pada kawasan Megalitik Umpungeng yang merupakan kawasan adat, tempat melaksanakan beberapa ritual adat dan budaya. Seiring perkembangan zaman dan pengaruh dari luar, terjadi penurunan minat sebagian masyarakat meneruskan warisan adat dan budaya mereka. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengungkap perubahan pola permukiman pada Kawasan Adat Umpungeng ditinjau dari sejarah masyarakat Umpungeng (2) untuk mengidentifikasi aturan adat pada pola permukiman Kawasan Adat Umpungeng. Waktu penelitian selama 2 bulan dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik purvosive sampel yaitu penunjukan langsung oleh peneliti. Penentuan studi kasus berdasarkan seluruh jumlah populasi permukiman yang berada pada kawasan adat umpungeng yang berjumlah 14 rumah. Sedangkan teknik analisa data yang dilakukan analisis deskriktif dan teknik analisis komparatif.
RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR (INKUBASI) DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) YANG EKONOMIS DAN SERBAGUNA Irwan Paserangi; Tahang Tahang
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan pasokan daging unggas ini disebabkan oleh kelangkaan pasokan anakan yang sekarang ini masih banyak yang dihasilkan melalui pengeraman alami. Jika ada yang bisa menghasilkan anakan dalam jumlah lebih, tentunya ini akan segera diburu oleh peternak. Selain itu Bagi penghobi atau peternak unggas, baik itu ayam, bebek, atau mungkin burung, tentu saja tidak akan puas hanya dengan memelihara dari anakan hingga dewasa atau hingga usia panen. Membiakkan unggas peliharaan sendiri dengan menetaskan sendiri anakan unggas peliharaan. Serta memiliki potensi bisnis Penelitian ini bertujuan untuk (1)Merancang mesin penetas telur dengan sistem inkubasi , (2) Membuat mesin penetas telur dengan sistem inkubasi, (3) Menguji coba mesin penetas telur dengan sistem inkubasi, (4) Menentukan kapasitas produksi, (5) Menentukan waktu dalam proses inkubasi telur bebek sampai menjadi anakan (bibit) , (6) menentukan sifat-sifat thermal seperti suhu selama proses inkubasi, (7) Untuk membandingkan dengan penggunaan mesin penetas telur lainnya. Pengujian proses inkubasi telur ini dengan memaksimalkan alat yang telah didesain dan dibuat untuk mengetahui kapasitas alat yang telah dibuat. Pengujian juga untuk mengetahui konsumsi energi yang diperlukan. Pengujian inkubasi untuk mengetahu distribusi panas (suhu) selama proses inkubasi berlangsung. Menentukan tahapan atau proses selama masa inkubasi.