Reza Luqman Hakim
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TANTANGAN IMPLEMENTASI DIGITALISASI DESA DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR Reza Luqman Hakim
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 2 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi desa merupakan salah satu agenda penting dalam mendorong transformasi pelayanan publik, penguatan tata kelola, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Namun, perjalanan menuju desa digital di Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan implementasi digitalisasi desa melalui pendekatan narrative review terhadap 15 artikel ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi desa mencakup keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, rendahnya literasi digital masyarakat, kapasitas aparatur desa yang belum merata, minimnya sosialisasi dan pelatihan, kendala budaya, lemahnya regulasi dan koordinasi, serta keterbatasan dana dan fasilitas pendukung. Tantangan ini membuat capaian digitalisasi desa berjalan lebih lambat dibandingkan target pemerintah. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi digitalisasi desa membutuhkan strategi yang lebih komprehensif, mulai dari penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, penyediaan regulasi yang jelas, hingga kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa, sektor swasta, dan masyarakat.
MENGAPA MASYARAKAT ENGGAN MELAPOR? MENAKAR PARTISIPASI PUBLIK DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA Rical Rajja; Mini Mini; Mahfuzat Lamakampali; Reza Luqman Hakim
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung efektivitas penyidikan tindak pidana narkotika. Namun, dalam praktiknya, masyarakat masih menunjukkan keengganan untuk melaporkan informasi yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika sehingga berpotensi menghambat proses penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keengganan masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyidikan kasus narkotika di Desa Oloboju, Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase yang didukung oleh analisis kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keengganan masyarakat untuk berpartisipasi dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan ide atau masukan kepada kepolisian, rasa takut terhadap ancaman pelaku tindak pidana narkotika, keterbatasan sosialisasi dan pelatihan mengenai peran masyarakat dalam penyidikan, serta belum optimalnya mekanisme partisipasi antara masyarakat dan kepolisian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat memerlukan penguatan kepercayaan publik, jaminan perlindungan bagi pelapor, peningkatan edukasi masyarakat, serta pengembangan mekanisme kolaborasi yang lebih efektif antara masyarakat dan kepolisian dalam mendukung penyidikan kasus narkotika.
PARADOKS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN: KAJIAN LITERATUR TENTANG EVOLUSI TANTANGAN PENDIDIK DARI ERA INDUSTRI 4.0 HINGGA AGENTIC AI Reza Luqman Hakim
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, termasuk peran dan tantangan yang dihadapi pendidik. Perkembangan teknologi yang berlangsung mulai dari era Industri 4.0, disrupsi pandemi COVID-19, kemunculan Generative Artificial Intelligence (Generative AI), hingga berkembangnya Agentic AI menunjukkan bahwa tuntutan terhadap pendidik terus mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi tantangan pendidik dalam transformasi digital pendidikan serta menganalisis implikasinya terhadap implementasi kebijakan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative literature review melalui proses identifikasi, seleksi, analisis, dan sintesis berbagai artikel ilmiah serta laporan kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan pendidik berkembang dari kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, beradaptasi dengan pembelajaran daring pada masa pandemi, mengembangkan literasi AI dan kompetensi pedagogis berbasis AI, hingga menghadapi implikasi penggunaan Agentic AI yang semakin otonom. Pembahasan mengindikasikan adanya paradoks implementasi kebijakan, yaitu perkembangan teknologi dan kebijakan transformasi digital berlangsung lebih cepat dibandingkan proses adaptasi kapasitas pendidik sebagai pelaksana kebijakan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan implementasi yang bersifat administratif tanpa diikuti perubahan pedagogis yang bermakna. Oleh karena itu, transformasi digital pendidikan memerlukan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas pendidik secara berkelanjutan agar implementasi kebijakan dapat berlangsung secara efektif dan berorientasi pada kualitas pembelajaran.