Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA BISNIS HALAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF KETERKAITAN ANTARA EKONOMI HALAL, KONSUMSI TAYYIB, DAN KESEJAHTERAAN FISIK) Andi Indra Suhendar; Laode Ismail; Muhammadiyah Amin
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.64603

Abstract

Abstrak Kepemimpinan dalam manajemen organisasi modern sering kali berorientasi pada kekuasaan, efisiensi, dan profit, mengabaikan dimensi etika, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini bertujuan mengungkap prinsip kepemimpinan berbasis ekonomi Islam khususnya nilai ‘adl (keadilan), amanah (tanggung jawab), dan syūrā (musyawarah) serta merumuskan relevansinya dalam tata kelola organisasi kontemporer. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis normatif-kritis terhadap sumber primer (Al-Qur’an, hadis, tafsir klasik) dan sekunder (jurnal Sinta/Scopus, buku akademik 5 tahun terakhir). Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menolak model kepemimpinan otoriter dan eksploitatif, sebaliknya menawarkan paradigma kepemimpinan sebagai khilāfah yang partisipatif, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan substantif. Prinsip-prinsip ini dapat dioperasionalkan melalui struktur organisasi egaliter, sistem insentif berkeadilan, dan budaya pengambilan keputusan kolektif. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan manajemen Islam yang tidak hanya teologis, tetapi juga praktis dan responsif terhadap tantangan organisasi global[1]. Kata Kunci: Amanah, Ekonomi Islam, Keadilan, Kepemimpinan, Syūrā   Abstract Leadership in modern organizational management is often driven by power, efficiency, and profit, neglecting ethical, justice-oriented, and socially responsible dimensions. This article explores Islamic economic leadership principles particularly ‘adl (justice), amanah (trustworthiness), and shūrā (consultation) and assesses their relevance in contemporary organizational governance. Using library research with a thematic interpretation (maudhu’i) and normative-critical analysis, the study examines primary sources (Qur’an, hadith, classical tafsir) and secondary sources (Sinta/Scopus-indexed journals, academic books from the last five years). Findings reveal that the Qur’an rejects authoritarian and exploitative leadership, proposing instead a participatory, accountable, and justice-centered model rooted in the concept of khilāfah. These principles can be operationalized through egalitarian organizational structures, equitable incentive systems, and collective decision-making cultures. This article contributes to the development of Islamic management that is not only theological but also practical and responsive to global organizational challenges[2]. Keywords: Amanah, Islamic Economics, Justice, Leadership, Shūrā   [1] M. Umer Chapra, The Islamic Vision of Development in the Light of Maqasid al-Shariah (Jeddah: IRTI, 2020), hlm. 73. [2] M. Kabir Hassan & M. K. Lewis, Handbook of Islamic Banking (Cheltenham: Edward Elgar, 2019), hlm. 112.
REKONSTRUKSI AKAD MUDHARABAH PADA SISTEM ROYALTI PENULIS: STUDI LITERATUR DALAM PERSPEKTIF MUAMALAH KONTEMPORER Ismail; A. Hadi Indra Jaya; Andi Indra Suhendar; Hamzah Haeriyah; Abdi Wijaya
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.67678

Abstract

Abstrak Sistem royalti merupakan instrumen utama dalam distribusi ekonomi di industri kreatif, namun sering kali menghadapi tantangan terkait ketidakjelasan konstruksi hukum Islam dan potensi asimetri informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi sistem royalti penulis dalam bingkai akad Mudharabah melalui metode penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari literatur fiqh muamalah, Fatwa DSN-MUI, dan regulasi HAKI, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi secara tahlili. Temuan penelitian menunjukkan bahwa naskah sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) memenuhi kriteria Mal Mutaqawwim yang sah menjadi modal (Ra’sul Mal) dalam akad Mudharabah. Model konstruksi yang ditawarkan menempatkan penulis sebagai Sahibul Mal intelektual dan penerbit sebagai Mudharib operasional dengan nisbah bagi hasil berbasis pendapatan bruto untuk memitigasi risiko gharar. Penelitian ini merekomendasikan standardisasi kontrak penerbitan syariah yang mengedepankan nilai amanah dan transparansi laporan penjualan. Kata Kunci: HAKI, Mudharabah, Muamalah, Royalti, Syirkah. Abstract The royalty system is a primary instrument in economic distribution within the creative industry, yet it often faces challenges regarding the lack of clear Islamic legal construction and potential information asymmetry. This study aims to construct the author's royalty system within the framework of the Mudharabah contract using a library research method. Data were collected from fiqh muamalah literature, DSN-MUI Fatwas, and IPR regulations, and then analyzed using tahlili content analysis. The research findings indicate that manuscripts as Intellectual Property Rights (IPR) meet the criteria of Mal Mutaqawwim, making them legitimate as capital (Ra’sul Mal) in a Mudharabah contract. The proposed construction model positions the author as the intellectual Sahibul Mal and the publisher as the operational Mudharib, with a profit-sharing ratio based on gross revenue to mitigate the risk of gharar. This study recommends the standardization of Sharia publishing contracts that prioritize trust and transparency in sales reporting. Keywords: IPR, Mudharabah, Muamalah, Royalty, Syirkah.