Keselamatan kebakaran di kapal merupakan aspek krusial dalam menjamin perlindungan jiwa, kapal, dan muatan berbasis K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan). Upaya ini mencakup perlindungan kru dan penumpang, pencegahan cedera akibat paparan asap dan panas, serta pengendalian pencemaran maritim akibat residu pemadaman atau tumpahan bahan bakar. Salah satu sarana pemadaman awal yang penting adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis foam, yang efektif untuk kebakaran kelas A dan B. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kegunaan serta prosedur perawatan APAR foam dalam upaya pencegahan kebakaran di KMP Dharma Bahari Sumekar III.Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di kapal, wawancara dengan awak kapal terkait keselamatan kebakaran, serta studi dokumentasi terhadap prosedur operasional dan perawatan APAR. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengaitkan temuan lapangan terhadap standar keselamatan dan praktik operasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas APAR foam dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu ketersediaan jumlah unit, penempatan dan aksesibilitas, kondisi fisik dan perawatan, tingkat pemahaman awak kapal, serta kondisi lingkungan operasional. Meskipun APAR telah tersedia dan sesuai fungsi, efektivitasnya belum optimal akibat ketidakkonsistenan perawatan, hambatan akses, serta variasi kesiapan kru.Disarankan penataan ulang posisi APAR, penerapan jadwal perawatan rutin, penggunaan checklist inspeksi terstruktur, peningkatan pengawasan perwira, pelatihan berkala bagi kru, serta implementasi sistem pencatatan elektronik berbasis hirarki pengendalian risiko K3L..