Sulistia Ayu, Nur Meity
Management Of Nursing Department, Ners Profession Study Program, STIKes Hang Tuah Tanjung Pinang, Tanjungpinang City, Riau Islands, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effectiveness of Cananga Aromatherapy with Warm Compress in Reducing Premenstrual Syndrome (PMS) Amongst Teenage Girls Ayu, Nur Meity Sulistia
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2019.14.3.882

Abstract

AbstractPremenstrual Syndrome (PMS) appears 7-10 days before the menstrual period and can cause an uncomfortable feeling and pain with mild to severe symptoms that eventually can disturb the activities and quality of life of teenage girls. Prolonged use of chemical medication can cause several side effects.  However, there is the option to use complementary therapy, such as Cananga aromatherapy with a warm compress, which is considered to be safer than chemical medication and has no side effects. The purpose of this research is to investigate the effectiveness of Cananga aromatherapy with a warm compress in reducing PMS in teenage girls. This research is a quasi experimental, pretest and posttest with control group design. Consecutive sampling was used to generate 68 respondents from teenage girls who were then divided into two groups  -  the intervention group that was given Cananga aromatherapy with a warm compress and the control group who did not receive the  intervention. The bivariate analysis in the experimental group after the intervention, using the Cochran test, showed that the Cananga aromatherapy with a warm compress is effective in reducing PMS amongst teenage girls (p=0,000 < ? = 0,05). Another analysis using the Kolmogorov-Smirnov test showed that there is a difference in the level of PMS between the experimental and the control group (p=0,002 < ? = 0,05). It is therefore recommended that Cananga aromatherapy with a warm compress be used as a complementary therapy to reduce PMS amongst teenage girls. Key words: Premenstrual Syndrome; PMS, Cananga Aromatherapy; Warm Compress; Teenage Girls
Efektifitas Perawatan Payudara terhadap Kelancaran Pengeluaran ASI pada Ibu Primigravida Trimester III Nur Meity Sulistia Ayu; Safra Ria Kurnia
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui adalah bagian dari proses reproduksi untuk bayi secara ideal dan secara alamiah. ASI awal telah efek positif untuk keduanya ibu dan bayi. Menyusui dapat mengurangi risiko kematian bayi karena hipotermi atau infeksi. Manajemen yang tepat diperlukan untuk membantu ibu menyusui secara efektif. Perawatan payudara adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan sekresi ASI untuk primigravida semester III terutama selama antenatal care. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas dari perawatan payudara untuk meningkatkan ASI pelepasan primigravida triwulan ketiga. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan Pre tes dan Posttest Nonequivalent Grup Kontrol. Subjek penelitian ini adalah primigravida trimester ketiga di RB Kasih Murni dengan jumlah 32 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan lembar laporan diri dan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney tes dengan tingkat signifikansi ≤ 0,05. Uji Wilcoxon dalam grup eksperimental (p=0,001<0,005) menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan posttest. Sementara dalam grup kontrol (p=0,414>0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara pretest dan posttest. Hasil tes Mann-Whitney menunjukkan bahwa perawatan payudara efektif untuk meningkatkan sekresi ASI (0,000<0,05). Diharapkan untuk pekerja kesehatan terutama perawat untuk menyediakan pendidikan kesehatan tentang perawatan payudara selama kunjungan antenatal.
Spiritual Caring dengan Zikir dan Do’a Berbasis Aplikasi Android dalam Mengatasi Kecemasan pada Ibu Primigravida Pre Operasi Seksio Sesaria Nur Meity Sulistia Ayu; Wasis Pujiati
Jurnal Keperawatan Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang paling umum terjadi pada saat kehamilan. Kecemasan apabila tidak diatasi akan menimbulkan masalah umumnya menyebabkan peningkatan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah dan mengganggu proses berjalannya operasi berlangsung, atau dapat pula terjadi pembatalan operasi. Salah satu relaksasi yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah dengan cara memberikan dukungan spiritual (membacakan doa atau dzikir sesuai agama dan keyakinannya). Metode Penelitian dengan rancangan pre test and post test tanpa kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu Primigravida yang akan dilakukan tindakan seksio sesarea di RSUD Kota Tanjungpinang sebanyak 53 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikasi antara terapi dizikir dengan doa terhadap tingkat kecemasan pada pasien yang akan di lakukan operasi seksio sesarea dengan nilai p = 0,003. Hal ini berarti H0 gagal ditolak, yang artinya bahwa terapi dizikir dan doa dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi seksio sesarea.
Pengaruh Gaya Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Biomedik di Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Tahun Akademik 2013-2014 Nur Meity Sulistia Ayu
Jurnal Keperawatan Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi oleh gaya belajar. Setiap mahasiswa memiliki satu gaya belajar yang dominan apakah visual, auditori atau kinestetik. Mata kuliah Biomedik adalah mata kuliah dasar dalam ilmu keperawatan yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa keperawatan untuk menjadi perawat profesional. Penguasaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah Biomedik ditunjukkan melalui prestasi belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang pada mata kuliah Biomedik Tahun Akademik 2013-2014. Peneltian ini merupakan studi korelasi dengan populasi semua mahasiswa Stikes hang Tuah Tanjungpinang yang mengambil mata kuliah Biomedik TA 2013-2014. Sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling berjumlah 83 mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya belajar visual (68,67%) dan memiliki indeks prestasi rendah (74,69%). Analisis uji statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ρ value < α (0,001 < 0,05) yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh antara gaya belajar ternadap indeks prestasi mahasiswa pada mata kuliah Biomedik Stikes Hang Tuah Tanjungpinang TA. 2013-2014. Penelitian ini merekomendasikan hendaknya mahasiswa bisa mengenali gaya belajar yang sesuai dengan dirinya, sehingga jika metode/strategi pada saat proses belajar mengajar di kelas tidak sesuai dengan gaya belajarnya, mahasiswa mampu menentukan sendiri cara yang paling mudah baginya untuk menyerap pelajaran yang diberikan baik itu pada saat belajar di kelas maupun di Laboratorium. Institusi dapat memrogamkan dosen mengikuti pelatihan pengembangan metode dan strategi pembelajaran.
Pengaruh Metode Pembelajaan Aptitude Treatment Interaction (ATI) Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Nur Meity Sulistia Ayu
Jurnal Keperawatan Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengakomodasi dan mengapresiasi perbedaan kemampuan individu dalam pembelajaran dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar mahaiswa yang dikenal dengan metode pembelajaran aptitude treatment interaction (ATI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran aptitude treatment interaction (ATI) terhadap peningkatan motivasi belajar mahasiswa STIKES Hang Tuah Tanjungpinang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain pre test post test without control design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran aptitude treatment interaction (ATI), sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 semester 2 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang TA 2014/2015. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sebanyak 36 responden. Uji paired sample t-test dengan p-value ≤ 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran ATI (p-value = 0,000 < 0,05) terhadap peningkatan motivasi belajar ilmu keperawatan dasar mahasiswa STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Tahun 2015. Sedangkan hasil uji multivariat melalui uji one way anova untuk data pre-test, post-test dengan p value  0,05 menunjukkan bahwa kelompok kemampuan yang memiliki peningkatan motivasi belajar paling baik dibandingkan kelompok kemampuan lainnya adalah kelompok kemampuan tinggi dan rendah.
Efektifitas Rendam Kaki Air Hangat dengan Aromaterapi Lavender dan Terapi Audio Murottal Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lansia Nur Meity Sulistia Ayu; Denti Kurniasih; Anggraini Sucinda
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender dan audio murottal salah satu alternative yang dapat memberi efek menurunkan stress, cemas, merilekskan tubuh dan fikiran serta mengurangi gangguan kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektifitas rendaman kaki air hangat dengan aromaterapi lavender dan terapi audio murottal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia di Rumah Bahagia Bintan Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan eksperimen semu (quasi eksperimen), penelitian ini menggunakan rancangan pre and posttest whitout control group. Sampel penelitian ini sebanyak 40 responden. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden mayoritas berusia 60-74 tahun sebanyak 72,5% responden dan terdistribusi pada kelompok rendam kaki air hangat aromaterapi lavender sebanyak 85% responden, sedangkan berdasarkan jenis kelamin mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 82,5% yang terdistribusi pada kelompok audio murottal sebanyak 85% responden, hasil penelitian rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender didapatkan hasil uji statistik WilcoxonΡ value 0,000 (<0,05) dengan demikian Ho ditolak, hasil penelitian audio murottal didapatkan hasil uji WilcoxonΡ value 0,004 (<0,05) dengan demikian Ho ditolak, hasil analisis menggunakan uji mann whitney menunjukan ρ value 0,024 (<0,05) yang artinya ada perbedaan peningkatan antara kelompok rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender dan kelompok terapi audio murottal terhadap kualitas tidur lansia.
Penggunaan Teknologi Personal Digital Assistance (PDA) dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keperawatan Nur Meity Sulistia Ayu
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperawatan adalah sebuah profesi yang kompleks yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi untuk memberikan perawatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi informasi.Salah satu manfaat penggunaan teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan patient safety. Akses ke catatan pasien, pemesanan obat, dan sumber daya pendidikan melalui internet atau intranet untuk transfer pengetahuan dan keunggulan klinis dalam pemberian perawatan. Salah satu bagian dari perkembangan teknologi dibidang informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh kalangan perawat di dunia internasional adalah teknologi PDA (personal digital assistance). Perawat, dokter, bahkan pasien akan lebih mudah mengakses data pasien serta informasi perawatan terakhir.PDA ada yang menyebutnya palmtops, komputer genggam(hand-held computers), atau komputer saku(pocket computer)merupakan alat yang mampu dipegang tangan yang mengombinasikan fungsi komputer, telepon, fax, internet dan networking system. Umumnya PDA memiliki fungsi sebagai ponsel, pengirim fax, web browser, dan personal organizer. Produktivitas meningkat, kesalahan serta kelalaian dapatdikurangi, mutu perawatan kepada pasien, dan kepuasan kerja perawatjugameningkat.
Efektifitas Terapi Audio Recorded Guided Imagery dengan Nafas dalam Terhadap Penurunan Nyeri Pasien Pasca Operasi Fraktur Nur Meity Sulistia Ayu
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri merupakan alasan paling umum yang membuat individu mencari perawatan kesehatan, karena dapat mengganggu gaya hidup dan menghambat aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan nyeri nonfarmakologik menggunakan terapi audio recorded guided imagery yang dikombinasikan dengan nafas dalam diharapkan dapat menurunkan nyeri intens yang dialami klien pasca operasi fraktur meminimalkan efek samping dari pemberian medikasi farmakologik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi audio recorded guided imagery dengan nafas dalam terhadap penurunan nyeri pasca operasi fraktur di RUMKITAL Dr. Midiyato S. Tanjungpinang. Jenis penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan dengan pendekatan pre-post with nonequivalent control group menggunakan sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel 28 responden. Penelitian ini di bagi menjadi dua tahap yang dilaksanakan selama satu tahun. Tahap pertama merupakan tahapan pembuatan, uji coba dan perbaikan instrumen terapi meliputi instrumen audio guided imagery dan terapi nafas dalam beserta modul terapi. Tahap kedua merupakan tahap implementasi terapi audioguided imagery dan nafas dalam pada pasien dengan nyeri pasca operasi fraktur. Hasil uji Marginal homogeneity menunjukkan bahwa terapi audio recorded guided imagery dengan nafas dalam dapat menurunkan nyeri pasca operasi fraktur dengan pvalue = 0,008 (p < α = 0,05) dan terbukti efektif dengan p-value = 0.037 (p < α =0,05).
Analisis Domain Fungsi Kognitif Lansia dengan Demensia melalui Reminiscence Therapy di Panti Werdha Anugerah Tanjungpinang Nur Meity Sulistia Ayu; Devy Kurniawaty
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi Reminiscence digunakan untuk lansia yang mengalami dimensia, gangguan kognitif, kesepian dan pemulihan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Reminiscence terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia di wilayah Puskesmas Tanjungpinang. Penelitian merupakan quasy experiment dengan desain pre test post test without control design. Variabel independen adalah intervensi berupa Reminiscence Therapy, sedangkan variabel dependen adalah domain fungsi kognitif lansia. Populasi adalah seluruh lansia di wilayah Puskesmas Tanjungpinang, sampling menggunakan teknik total sampling sebanyak 25 responden. Hasil uji analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas lansia adalah perempuan berjumlah 19 orang (76%) dan berumur 45-47 tahun berjumlah 15 orang (60%) serta tingkat pendidikan sekolah dasar yaitu 15 orang (60%). Sebelum terapi Reminiscence tingkat kognitif sebagian besar responden mengalami gangguan kognitif ringan sebanyak 16 orang (64%), namun setelah diberikan terapi Reminiscence mengalami peningkatan menjadi fungsi kognitif normal sebanyak 20 orang (80%). Analisis uji pengaruh menggunakan uji wilcoxon menunjukkan bahwa p value = 0,002 < α = 0,05) yang berarti adanya pengaruh yang sangat signifikan terapi Reminiscence terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia dengan demensia.
Hubungan Pola Asuh Orangtua Terhadap Kejadian Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah di Paud Tunas Bangsa Tanjungpinang Nur Meity Sulistia Ayu; Khusnul Khatimah
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temper tantrum merupakan perilaku anak yang menunjukkan rasa marahnya atau rasa tidak senangnya dengan cara menangis dengan keras, menjerit, maupun memukul dan menendang. Salah satu penyebab anak mengalami temper tantrum adalah pola asuh orangtua. Pola asuh (parenting) merupakan cara ayah, ibu dalam memberikan perhatian, maupun kedisiplinan dari sejak dilahirkan hingga remaja. Pola asuh ini dapat dirasakan anak dan bisa memberi efek positif maupun negatif. Metode penetian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah orangtua murid berjumlah 36 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling dan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Data analisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 anak (55,6%) mengalami temper tantrum. Sebanyak 21 orang (58,3%) memiliki pola asuh yang cenderung demokratis. Hasil signifikan dengan p Value 0,013 (p Value < 0,05), menunjukkan adanya hubungan pola asuh dengan kejadian temper tantrum anak usia Prasekolah Di Paud Tunas Bangsa Tanjungpinang Tahun 2017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola asuh orangtua berkaitan dengan temper tantrum anak usia prasekolah. Sehingga pola asuh yang baik untuk diterapkan oleh orangtua adalah pola asuh demokrasi.