Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Gizi Seimbang melalui Media Buku Cerita Bergambar terhadap Siswa MTs Sunan Pandanaran Rifqoh, Fany; Winastri, Festi Hayu; Naufal, Muhammad Haikal Fakhri; Rosyid, Rei Syafi Abdul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2425

Abstract

Pola makan yang salah merupakan penyebab dari timbulnya masalah kekurangan dan kelebihan gizi. Hidangan makanan sehari-hari sebaiknya mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang. Bagi anak-anak, sangat penting untuk mereka menjalani pola makan yang sehat untuk mendapatkan gizi yang seimbang bagi tubuhnya. Salah satu alternatif media yang dapat digunakan untuk mengedukasi anak-anak adalah buku. Kegiatan membaca buku sendiri mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya melatih konsentrasi, melatih kemampuan berpikir logis, mengembangkan imajinasi serta kreativitas, dan masih banyak lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa yang  diberi  edukasi  gizi  seimbang  melalui  media buku  cerita  bergambar  MTs Sunan Pandanaran.  Penelitian  ini menggunakan metode Pre Eksperimental Design jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan program statistik komputer (SPSS 22.0 for Windows) dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi gizi seimbang melalui media buku cerita bergambar berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang di MTs Sunan Pandanaran.
Inovasi Pengolahan Lidah Buaya di Masyarakat: Studi Sosial tentang Produksi Nata de Aloe Vera sebagai Suplemen Penurun Gula Darah Winastri, Festi Hayu; Iskandar, Banyu Shafi; Hasbullah, Satria Muhammad Wahab
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2426

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu gangguan dalam proses metabolisme tubuh. Salah satu alternatif untuk pencegahan atau penurunan penyakit tersebut dengan mengkonsumsi pangan sehat. Aloe vera yaitu tanaman yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan lidah buaya, mampu menurunkan risiko diabetes melitus. Tanaman ini memiliki kemampuan kerja yang mirip dengan insulin, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan gula darah. Pengetahuan masyarakat mengenai lidah buaya masih sebatas untuk perawatan rambut dan luka. Sedangkan tanaman ini dapat diolah menjadi pangan sehat yang bermanfaat untuk dikembangkan. Nata de aloe vera merupakan produk fermentasi yang memiliki potensi besar sebagai suplemen penurun kadar gula darah. Aloe vera (lidah buaya) sendiri telah lama dikenal memiliki berbagai khasiat medis, termasuk efek hipoglikemik. Ketika diolah menjadi nata, serat-seratnya menjadi lebih mudah dicerna dan bioavailabilitas zat aktifnya mungkin meningkat. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan bagi pasien pengidap diabetes melitus sebagai obat alternatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik angket dan studi pustaka . Angket untuk validasi ahli.Studi pustakaa untuk mengumpulkan potensi masalah dan bahan-bahan pengembangan produk.
Inovasi Shampo Herbal dari Belimbing Wuluh dan Daun Pandan: Pemanfaatan Tanaman Lokal untuk Perawatan Rambut Masyarakat Winastri, Festi Hayu; Prasetyo, Ghazi Arkhan; Wibowo, Ilham Hadi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2427

Abstract

Ketombe merupakan masalah umum pada kulit kepala yang dialami banyak orang di seluruh dunia. Penggunaan bahan kimia dalam produk perawatan rambut seringkali menimbulkan kekhawatiran terhadap efek samping dan dampak jangka panjang bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk experimen formulasi sampo anti ketombe berbahan dasar alami yaitu ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Kandungan senyawa bioaktif dalam kedua tanaman tersebut, seperti asam askorbat, tanin, flavonoid, dan alkaloid, diketahui memiliki sifat antibakteri dan antimikroba yang efektif untuk mengatasi ketombe. Metode yang digunakan adalah metode experimen dengan tahapan mencakup ekstraksi bahan aktif, formulasi sampo, dan evaluasi fisik produk. Proses ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, sementara formulasi sampo melibatkan bahan tambahan seperti SLS, foam booster, gliserin, dan fragrance oil. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa rendemen dari ekstraksi daun pandan sebesar 9,7% dan belimbing wuluh sebesar 4,1%, dengan keduanya mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen anti ketombe. Dengan demikian, formulasi sampo berbasis belimbing wuluh dan daun pandan wangi memiliki potensi sebagai alternatif alami yang efektif dalam mengatasi ketombe, sekaligus mengurangi risiko efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh bahan kimia sintetis.
Kesadaran Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka sebagai Pupuk Organik Cair untuk Budidaya Tanaman Hias Akhsani, Yusup; Winastri, Festi Hayu; Majid, Revi Annur; Abimantrana, Muhammad Hernandho
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) berbahan dasar kulit semangka terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Kulit semangka merupakan limbah organik yang kaya akan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami. Metode yang digunakan peneliti untuk menulis karya ilmiah ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan konsentrasi POC (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) pada anggrek jenis Dendrobium. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah bunga. Hasil menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek, dengan konsentrasi optimal pada 15%. Perlakuan ini meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga secara nyata dibandingkan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa POC kulit semangka dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung budidaya anggrek berkelanjutan.
Masker Wajah Ramah Lingkungan sebagai Alternatif Perawatan Kulit: Kajian Pemanfaatan Produk Alami di Masyarakat Winastri, Festi Hayu; Nandana, Afkar Adikara; Anugrah, Shandika
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2442

Abstract

Di zaman modern ini, banyak sekali produk-produk perawatan wajah yang pastinya berkualitas, tetapi produk di luar bisa mengandung asam alfa hidroksi (AHA), dan asam retinoat yang dapat merusak kulit sensitif, maka dari itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah produk masker wajah ramah lingkungan berbahan dasar brokoli dan teh hijau yang diharapkan dapat membantu masalah pada wajah tanpa iritasi pada kulit sensitif, selain itu, Bronte mask kaya akan vitamin d dan kandungan antioksidan yang membantu melembabkan dan mencerahkan wajah serta membersihkan wajah secara menyeluruh, selain itu, peneliti mengembangkan masker wajah ini dengan bahan baku yang ramah lingkungan sehingga aman dikonsumsi bagi penderita kulit sensitif. peneliti mengembangkan Bronte Mask gabungan kata broccoli dan green tea sebuah masker wajah inovatif berbahan dasar teh hijau (Camellia sinensis) dan brokoli (Brassica oleracea).penelitian ini berjenis pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan produk Bronte Mask yang ramah lingkungan, Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan Teknik Observasi dilakukan dengan subjek penelitian yaitu  Brokoli dan Teh Hijau.Observasi dilakukan untuk mengembangkan dan dokumentasi digunakan untuk mencari data mengenai pengembangan mask yang berhubungan dengan Brokoli dan Teh Hijau. Peneliti ini menyimpulkan bahwa Bronte Mask berbahan teh hijau dan brokoli berpotensi menjadi alternatif  alami yang efektif dalam industri perawatan kulit modern. Riset ini menunjukkan bahwa Bronte Mask memiliki potensi besar sebagai pilihan  alami yang efektif, aman, dan ramah lingkungan di era modern.
Paparan Asap Rokok dalam Lingkungan Sosial dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Bunga Sepatu Winastri, Festi Hayu; Kurniawan, Muhammad Bagas; Febrian, Mochammad Nur Rochman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan asap rokok terhadap pertumbuhan tanaman bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Tanaman bunga sepatu dipilih karena memiliki nilai estetika tinggi dan sering digunakan sebagai tanaman hias. Asap rokok mengandung senyawa berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang diduga mempengaruhi proses fisiologis tanaman, termasuk fotosintesis dan pertumbuhan vegetatif. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan:1. tanpa paparan asap rokok 2. paparan asap rokok 1 batang/hari 3.paparan asap rokok 2 batang/hari selama 30 hari. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan bunga sepatu.Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi intensitas paparan asap rokok, semakin buruk pertumbuhan bunga sepatu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dampak polusi udara dari rokok terhadap tanaman hias.
Pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai Sirup Herbal untuk Penanganan Diare: Kajian Sosial terhadap Praktik Kesehatan Masyarakat Winastri, Festi Hayu; Kurniawan , Ridwan Ilham; Danadyaksa, Ararya
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2444

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap obat antidiare berbasis kimia yang kerap menimbulkan efek samping seperti nyeri perut, mual, dan muntah. Kondisi ini mendorong perlunya solusi alternatif yang lebih aman dan alami. moringa oleifera dipilih sebagai bahan utama karena mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang mampu mengatasi gangguan pencernaan, khususnya diare. Penelitian ini bertujuan merancang obat antidiare herbal dalam bentuk sirup tanpa tambahan bahan kimia, dengan fokus pada efektivitas dan keamanan konsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, meliputi uji fitokimia, uji efektivitas terhadap bakteri penyebab diare, serta observasi reaksi pada hewan uji. Hasil awal menunjukkan sirup moringa oleifera memiliki potensi dalam meredakan gejala diare secara alami dan mengurangi efek samping yang umum terjadi akibat obat kimia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama mereka yang memilih pengobatan herbal. Dengan demikian, pemanfaatan moringa oleifera sebagai bahan dasar obat diare menjadi langkah strategis dalam pengembangan fitoterapi yang mendukung kesehatan pencernaan secara aman dan holistik.
Pemanfaatan Temulawak sebagai Herbal Pengendali Gula Darah: Kajian Sosial terhadap Praktik Kesehatan Masyarakat Winastri, Festi Hayu; Wardani, Faris Alzam; Prasetya, Gilang Andrian
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2445

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat temulawak sebagai obat pengendali gula darah.Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan dalam pengobatan herbal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan temulawak menjadi kapsul serta mengidentifikasi kandungan aktif yang berpotensi sebagai pengendali gula darah. Gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti hiperglikemia atau hipoglikemia, yang berisiko berkembang menjadi diabetes mellitus. Kandungan aktif dalam temulawak seperti kurkuminoid, flavonoid, fenol, dan xanthorrhizol diketahui memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, serta dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat penyerapan glukosa di usus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil kajian menunjukkan bahwa temulawak dapat diolah menjadi kapsul dengan metode sederhana, aman, dan praktis, serta menunjukkan potensi dalam menstabilkan gula darah secara alami. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan obat herbal serta manfaat praktis bagi masyarakat sebagai alternatif pengobatan alami untuk pengendalian gula darah. Penelitian lanjutan pada skala lebih besar tetap diperlukan untuk validasi klinis.
Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Film Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa MTs Sunan Pandanaran Akhsani, Yusup; Winastri, Festi Hayu; Mustaqim, Muhammad Adnan Fikrul; Huda, Muhammad Yazdad
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media pembelajaran berupa film animasi terhadap hasil belajar siswa di MTs Sunan Pandanaran berdasarkan persepsi guru. Media film animasi dipandang sebagai sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa melalui visualisasi yang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Wawancara. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada guru mata pelajaran yang telah menggunakan media film animasi dalam proses pembelajaran dan Wawancara dilakukan kepada para siswa MTs Sunan Pandanaran. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui pandangan guru terhadap efektivitas media film animasi serta pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dan Wawancara pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh efektivitas media pembelajaran film animasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menyatakan bahwa media film animasi mempermudah penyampaian materi dan mendorong peningkatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, para guru juga mengamati adanya peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa setelah penggunaan media film animasi tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berupa film animasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa menurut persepsi guru di MTs Sunan Pandanaran.
Praktik Pemanfaatan Daun Sirsak sebagai Terapi Alternatif Nyeri Sendi di Tengah Masyarakat Winastri, Festi Hayu; Fakhreza , Imam; Azzahir, Dzaky Ittiqoi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2447

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata) dikenal memiliki khasiat sebagai obat alternatif pereda nyeri sendi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pengolahan daun sirsak dalam bentuk salep terhadap intensitas nyeri sendi. Kandungan bioaktif seperti acetogenins, flavonoid, dan alkaloid berperan sebagai antiinflamasi dan analgesik alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan ekstraksi sederhana dengan cara dihaluskan menjadi bubuk yang halus dan aplikasi langsung pada area nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rutin daun sirsak mampu menurunkan skala nyeri dan memperbaiki mobilitas sendi secara bertahap tanpa efek samping berat. Temuan ini menunjukkan bahwa daun sirsak berpotensi menjadi terapi fitofarmaka yang aman, murah, dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan layanan medis optimal. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut dalam bidang pengobatan herbal dan memperkaya referensi alternatif bagi penderita nyeri sendi.