Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Pesantren Dalam Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia Ikram Humaidi; Rifani Dwiyanti; Sofiana; Alfiyah Syifah; Nindy Syadytha; Muhammad Afriza Nurdin; Hanifa Putri Yosa
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5864

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi yang menuntut adanya transformasi agar tetap relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pesantren secara komprehensif meliputi aspek historis, kurikulum, metode pembelajaran, dan kelembagaan, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan dampaknya terhadap identitas pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap 15–25 sumber literatur ilmiah terbitan tahun 2015–2025. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan tematik dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pesantren merupakan proses adaptasi selektif yang bersifat dinamis dan berkelanjutan. Secara historis, pesantren bersifat adaptif dan resilien terhadap perubahan sosial. Dalam aspek kurikulum, terjadi integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode pembelajaran mengalami inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital, sedangkan pada aspek kelembagaan, pesantren berkembang menjadi institusi yang lebih profesional dan kompleks. Transformasi ini didorong oleh faktor globalisasi, kebijakan pendidikan nasional, tuntutan masyarakat, serta kesadaran internal pesantren. Dampaknya bersifat dualistik, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus berpotensi menggeser nilai tradisional. Kesimpulannya, pesantren berkembang menjadi institusi hybrid yang mengintegrasikan tradisi dan modernitas. Keberlanjutan pesantren sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai-nilai keislaman.
Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam: Dari Masa Kenabian hingga Era Kontemporer Ikram Humaidi; Nurul Anisa; Putri Mahadewi Br Regar; Ahmad Gandhi; Aila Risna Azzura; Anggun Wiranda Ningrum; Aulia Dwi Putri; Muhammad Gilang Ramadhan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): In Progres
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi sejarah pendidikan Islam dari masa kenabian hingga era kontemporer serta mengidentifikasi karakteristik, dinamika, dan transformasi yang terjadi pada setiap periode. Pendidikan Islam dipandang sebagai elemen fundamental dalam pembentukan peradaban yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter manusia secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal bereputasi, buku akademik, maupun literatur klasik. Proses analisis dilakukan melalui teknik content analysis dan sintesis komparatif untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam berbagai fase sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa kenabian, pendidikan Islam bersifat informal dan berfokus pada pembinaan akhlak dan keimanan. Pada masa Khulafaur Rasyidin hingga dinasti Islam, pendidikan berkembang secara lebih sistematis dengan munculnya lembaga-lembaga formal dan integrasi berbagai disiplin ilmu. Sementara itu, era kontemporer ditandai oleh upaya modernisasi, integrasi ilmu agama dan sains, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Kesimpulannya, pendidikan Islam mengalami transformasi dinamis yang dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan budaya, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman historis sebagai dasar pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.
Epistemologi Pendidikan Islam Perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas Ikram Humaidi; Siti Wulan Sari; Dina Meliani; Tarisa Linta Adlyn; Nur Ainy; Ummi Sari Lubis; M. Alto Reskha; Tengku Iskandar Syahfetra Ilham
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5709

Abstract

Pendidikan Islam pada era modern menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sering kali menimbulkan pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan landasan epistemologis pendidikan Islam agar pengembangan ilmu tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi pendidikan Islam dalam perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas serta melihat implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai karya akademik yang relevan dengan pemikiran Al-Attas mengenai ilmu dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Attas, ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan makna dan kesadaran spiritual manusia sehingga pendidikan harus mampu membentuk keseimbangan antara dimensi intelektual, moral, dan spiritual. Konsep ta’dib yang dikemukakan Al-Attas menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang beradab. Implikasi dari pemikiran tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam perlu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu sains dalam satu kerangka keilmuan yang berlandaskan tauhid sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki tanggung jawab sosial.