Azqia Wardani, Azqia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Limbah Gabah Dalam Penguatan Ketahanan Pangan Adaptif Iklim di Desa Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir Sulastri, Merna Ayu; Amalina, Dian; Damayanthy, Dini; Azqia Wardani, Azqia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4512

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalisasi pemanfaatan limbah gabah (sekam padi) sebagai media tanam organik guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga berbasis adaptasi perubahan iklim di Desa Pelabuhan Dalam, Ogan Ilir. Wilayah ini merupakan lumbung padi dengan potensi limbah sekam melimpah, namun rawan terhadap banjir dan kekeringan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase utama: (1) Edukasi dan Pelatihan Dalam Kelas (In-Class Training) yang berfokus pada kemandirian pangan, peran wanita tani, dan potensi ekonomi budidaya pekarangan; (2) Praktik Partisipatif pembuatan media tanam organik melalui proses pembakaran tidak sempurna sekam (menjadi arang sekam) dilanjutkan fermentasi menggunakan EM4, serta penanaman bibit hortikultura (cabai, terong, tomat) dalam polybag; dan (3) Evaluasi Partisipatif menggunakan pre-test, post-test, FGD, dan observasi lapangan untuk mengukur perubahan pengetahuan, perilaku, dan dampak ekonomi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat, yang sebelumnya hanya mengetahui potensi sekam kini memahami secara praktis dan konseptual pentingnya pengolahan dan fermentasi limbah untuk menciptakan media tanam yang subur. Masyarakat juga menyadari bahwa budidaya di pekarangan rumah telah berhasil mencapai kemandirian pangan minimal, yaitu memenuhi konsumsi harian dan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Meskipun dihadapkan pada kendala keberlanjutan pasokan sekam karena tingginya penjualan GKP ke pabrik, program berhasil memberikan solusi alternatif.