Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat efikasi diri siswa terhadap pembelajaran matematika; (2) mendeskripsikan problematika siswa dengan efikasi diri yang rendah dalam pembelajaran matematika; (3) menjabarkan pemaknaan siswa dengan efikasi diri yang rendah dalam pembelajaran matematika. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dalam pembelajaran matematika, kurangnya efikasi diri siswa dengan hasil belajar yang rendah, kurangnya literatur penelitian ilmiah yang menyelidiki pengalaman dan kesadaran siswa dengan efikasi diri yang rendah. Penelitian ini dilakukan di SDN 060877 Sei Kera Hilir dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif studi fenomenologi dan subjek penelitian ini adalah tujuh orang siswa kelas V-B SDN 060877 Sei Kera Hilir. Objek pada penelitian ini adalah pengalaman siswa dengan efikasi diri yang rendah pada pembelajaran matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) dengan menggunakan angket, diperoleh tujuh siswa dengan karakteristik siswa yang memiliki efikasi diri rendah; (2) problematika yang terjadi pada siswa dengan efikasi diri yang rendah adalah trauma, ketidaksukaan terhadap matematika, dan tidak terpenuhinya kebutuhan prasyarat siswa; (3) pemaknaan siswa dengan efikasi diri yang rendah pada pembelajaran matematika adalah siswa memaknai matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak dapat dikuasai, tantangan dalam mengerjakan soal matematika dimaknai sebagai ancaman psikologis, dan ketidakmampuan dalam matematika dimaknai sebagai kegagalan diri. Dapat disimpulkan siswa dengan efikasi diri yang rendah tidak berdiri sebagai fenomena tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi antara keterbatasan pandangan terhadap tingkat kesulitan tugas (magnitude), lemahnya ketahanan keyakinan diri (strength), serta ketidakmampuan siswa dalam bidang kemampuan lainnya (generality).