Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretasi Makna Lirik Lagu “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” Karya Sal Priadi melalui Pendekatan Hermeneutik Schleiermacher Lilipory, Anna Novinta; Soplanit, Felani; Anakotta, Elka
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v5i1.8746

Abstract

This study seeks to interpret the meaning of the lyrics in the song “Ada Titik‑Titik di Ujung Doa” by Sal Priadi through Schleiermacher’s hermeneutic approach. The song reveals a subtle spiritual dimension by means of metaphor and poetic language, portraying prayer as a personal, reflective, and hope‑laden form of inner conversation amid the uncertainty of life in the post‑pandemic era. By adopting a qualitative interpretive method, the research examines the song lyrics through Schleiermacher’s two principal dimensions: grammatical interpretation and psychological interpretation. The analysis shows that prayer in this song is not merely a conventional religious ritual, but an existential expression of human beings facing loss, isolation, and unfulfilled hopes. The phrase “titik‑titik di ujung doa” functions as a symbolic space of incomplete psycho‑spiritual longing, in which prayer is understood as an open, fragmented, and repetitive process, as well as a medium for reconciling with the past and seeking forgiveness for both oneself and others. Within Schleiermacher’s hermeneutic framework, the interpretation of these lyrics suggests that prayer in contemporary Indonesian pop music serves as a representation of human resilience, personal, reflective, and subtly critical of the notion that divine response must always be complete and perfectly resolved.
Dekolonisasi Pendidikan Agama Kristen melalui Pedagogi Kritis Paulo Freire pada Masyarakat Suku Dani fransinopik, james; Lilipory, Anna Novinta; Soplanit, Felani; Sopamena, Gricebeth; Siahaya, Agusthina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6050

Abstract

Sektor pendidikan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya pada masyarakat Suku Dani, memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan keadilan sosial dan martabat kemanusiaan di tanah Papua. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pedagogis masih terjebak dalam model banking education yang bersifat opresif, sehingga mengakibatkan dehumanisasi dan alienasi sosiokultural bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pedagogi kritis Paulo Freire dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai instrumen pembebasan bagi masyarakat Suku Dani, mengidentifikasi integrasi kearifan lokal dalam proses kesadaran kritis, serta mengevaluasi implikasinya terhadap upaya rekonsiliasi dan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang membedah literatur primer dan sekunder mengenai teori pembebasan serta realitas empiris di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pedagogi kritis melalui tahap conscientização mampu mentransformasi posisi peserta didik dari objek pasif menjadi subjek sejarah yang memiliki kedaulatan berpikir. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis antara nilai-nilai teologis Kristen dengan kearifan lokal Suku Dani, seperti filosofi Noken dan tradisi Bakar Batu, yang difungsikan sebagai media dialogis inklusif. Faktor pendukung utama dalam reorientasi ini adalah adanya keselarasan antara misi emansipatoris gereja dengan semangat kolektivitas adat, sementara faktor penghambatnya meliputi residu trauma rasisme, marginalisasi struktural, serta rendahnya literasi kritis akibat standarisasi kurikulum yang kaku. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis dalam mereformasi kurikulum PAK agar lebih kontekstual dan berbasis pada "teks hidup" masyarakat setempat guna mewujudkan Syalom yang holistik dan berkeadilan di Papua Pegunungan.