Filter By Year

1945 2024


Found 3 documents
Search Kurikulum Merdeka: Persepsi Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Kurikulum Merdeka: Persepsi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Mumayzizah Miftahul Jannah; Harun Harun
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.3800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru PAUD tentang Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles Huberman. Jumlah populasi penelitian ini 43 guru PAUD dan sampel 5 Guru PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan angket dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan dan menyimpulkan bahwa presepsi guru PAUD tentang pengertian Kurikulum Merdeka yaitu Kurikulum Merdeka mampu mengembangkan minat dan bakat anak yang bermanfaat untuk guru (memberi kebebasan dan memudahkan) dan siswa (beradaptasi dengan lingkungan sekitar) serta Kurikulum Merdeka memiliki perangkat ajar yang dapat mengurangi beban dan mewujudkan pembelajaran maksimal sehingga peran guru sebagai perancang modul dan fasilitator dalam memberikan pembelajaran berjalan secara maksimal. Presepsi guru PAUD dalam persiapan menuju Kurikulum Merdeka yaitu guru bersama lembaga harus dapat meningkatkan kopetensi pendidik.
Persepsi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka St. Maria Ulfah; Nur Afiah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7077

Abstract

This study aims to examine the views of PAUD teachers on the Independent Curriculum. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study type, and the analysis method used is the Miles & Huberman technique. The total population in this study consists of 24 PAUD teachers. Data was collected through questionnaires and interviews. The results of this study show that the view of PAUD teachers about the Independent Curriculum is that the Independent Curriculum is easier to implement than the previous curriculum, because it is adapted to the needs of students in urban and rural areas, and reduces the administrative burden of teachers which is often time-consuming. The Independent Curriculum has the potential to improve the quality of education in Indonesia, but its success depends heavily on proper training and good understanding by teachers.
Persepsi Guru PAUD terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Pendidikan Anak Usia Dini Nuraeni, Cucu; Nuroniah, Pepi; Hendriawan, Deri
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 1 (2025): January-April 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i1.982

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis anak. Keberhasilan implementasi kurikulum ini sangat bergantung pada persepsi guru, yang dipengaruhi oleh pemahaman, pengalaman, dan kesiapan mereka dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman sembilan guru PAUD di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas guru memiliki pandangan positif terhadap fleksibilitas kurikulum merdeka, namun menghadapi tantangan dalam pemahaman konsep, penyediaan sumber daya, serta resistensi dari orang tua. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan untuk guru dalam penerapan kurikulum baru dan pergeseran peran guru sebagai fasilitator eksplorasi anak. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya kebijakan adaptif dalam mendukung transisi kurikulum dan pengembangan strategi berbasis pengalaman guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di PAUD.    

Page 1 of 1 | Total Record : 3