Filter By Year

1945 2024


Found 57 documents
Search PERPUSTAKAAN DAN MASYARAKAT INFORMASI

KONTRIBUSI PERPUSTAKAAN DESA DAN PERPUSTAKAAN MASYARAKAT DALAM PENDISEMINASIAN SUMBER-SUMBER INFORMASI BUDAYA LOKAL Yusup, Pawit M; Winoto, Yunus; Rejeki, Diah Sri
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.674 KB)

Abstract

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki catatan yang mengandung nilai budaya dan sejarah lokalnya. Catatan-catatan itu tersimpan dalam berbagai situsbudaya masa lalu dan sebagian sudah direkam dalam bentuk media cetak maupun elektronik. Salah satu media dimaksud adalah naskahkuno, yang sebagian besar masih tersimpan di berbagai tempat dan belum dikelola secara memadai. Di Jawa Barat saja, misalnya, ada di Cirebon, Sumedang, Cianjur, Garut, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, dan tempat-tempat lainnya yang sekarang banyak dikunjungi warga masyarakat dalam kegiatan wisata ziarah dan keagamaan. Informasi dan sumber-sumber informasi tentang itu semua, sebagian sudah dibukukan atau direkam secara ekektronik. Sementara itu, sebagai institusi yang salah satu tugasnya adalah mengelola informasi dan sumber-sumber informasi berbasis cetak dan rekam, termasuk sumber-sumber informasi mengenai budaya lokal, yakni perpustakaan desa dan perpustakaan lain yang ada di desa, belum berperan banyak dalam pengelolaan pendiseminasian kepada masyarakat luas. Penelitian ini mengkaji secara observatif keberadaan perpustakaan desa dan perpustakaan lain yang ada di desa terkait peranannya dalam mendiseminasikan informasi dan sumber-sumber informasi dimaksud, kepada masyarakat luas. Idealnya, perpustakaan desa dan perpustakaan masyarakat yang ada di desa, bisa ikut berpartisipasi dalam mendiseminasikan informasi dan sumber-sumber-sumber informasi dimaksud, kepada masyarakat luas. Kata kunci: Sumber informasi, Budaya lokal, Perpustakaan Desa.
PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENYEDIAKAN INFORMASI BAGI MASYARAKAT UMUM DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Ridwan Ridwan; Imam Tri Wahyudi
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol 1, No 2 (2019): November
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v1i2.1742

Abstract

Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa kegiatan pelayanan yang dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah cukup baik karena mampu menyediakan bahan pustaka secara tepat dan akurat dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi pemustaka.Salah satu pelayanan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah pelayanan referensi. Pelayanan referensi merupakan kegiatan yang berhubungan langsung dengan pemustaka yang berupa kegiatan tanya jawab dan menggunakan rujukan  yang berhubungan dengan koleksi referensi. Salah satu upaya  yang dapat dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan mutu layanannya. Meningkatkan mutu layanan dapat dilakukan dengan cara mengelola layanan perpustakaan yang representatif berdasarkan kebutuhan pemustaka.
Peran Perpustakaan Keliling Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi UMKM Masyarakat Tanggamus (Studi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus) Yeni Kurnia Sari; Arnila Purnamayanti; Eri Maryani
JEVIEF : Jurnal Vokasi FISIP Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): JEVIEF: Jurnal Vokasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan keliling adalah bagian dari pelayanan perpustakaan umum daerah yang mendatangi/mengunjungi pembacanya dengan menggunakan kendaraan darat. Penulisan TA ini bertujuan untuk mengetahui peran perpustakaan keliling dalam memenuhi kebutuhan informasi UMKM masyarakat Tanggamus dengan pokok bahasan bagaimana peran perpustakaan keliling serta kendala yang dihadapi selama memberikan informasi terhadap UMKM masyarakat Tanggamus.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penulisan menunjukkan bahwa Perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Derah Kabupaten Tanggamus berperan aktif dan partisipasif dalam memenuhi kebutuhan informasi UMKM masyarakat Tanggamus, layanan perpustakaan keliling sudah sesuai dengan prosedur yang ada. . Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan sosialisasi dan kunjungan aktif yang dilakukan oleh layanan perpustakaan keliling, namun terdapat 2 kendala dalam hal pelaksanaannya diantaranya kurangnya dana dan waktu serta jarak tempuh lokasi tujuan layanan perpustakaan keliling.
PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI MASYARAKAT DI PERPUSTAKAAN DESA PADALARANG Tirta Sari, Novia; Rukanda, Nandang; Elshap, Dewi Safitri
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i2.19475

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran perpustakaan dalam meningkatkan pencapaian literasi informasi terhadap masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang. Tujuan dari penelitian adalah: (1) Untuk mengetahui program pada Perpusdes Padalarang; (2) Untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi informasi masyarakat sebelum dan sesudah dengan adanya Perpusdes Padalarang; (3) Untuk mengetahui bagaimana dukungan pemerintah dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di Perpusdes Padalarang. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara terhadap dua subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan pendekatan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang yaitu sebagai pembantu dan pendukung masyarakat dalam pengembangan kualitas hidup agar menjadi pribadi yang mandiri, melek terhadap ilmu pengetahuan, komunikasi dan informasi, serta berpotensi dimasa mendatang. Pencapaian dalam meningkatkan literasi informasi oleh Perpustakaan Desa Padalarang sudah cukup efektif agar masyakarat menjadi lebih giat dan termotivasi dalam mencari bacaan yang faktual dan akurat, apalagi didukung dengan adanya literasi dalam hal digitalisasi. Kata Kunci: Perpustakaan, Literasi Informasi Referensi Afrizal. 2019. “Peranan Pustakawan Dalam Mewujudkan Perpustakaan Digital.” MAKTABATUNA : Jurnal Kajian Kepustakawanan 1(2): 185–94. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/maktabatuna/article/view/1872. Ahyar, Hardani et al. 2020. Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Endarti, Sri. 2022. “Perpustakaan Sebagai Tempat Rekreasi Informasi.” ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan 2(1): 23–28. Hamidah, D T, and E Lusiana. 2022. “Peran Pustakawan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat.” Nautical: Jurnal Ilmiah … 1(7): 497–504. https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/nautical/article/view/412. Himawan, Deden. 2014. “Pengantar Literasi Informasi.” P (April): 1–10. http://www.cilip.org.uk. Noprianto, Eko. 2018. “Tantangan Dalam Mewujudkan Perpustakaan Digital.” Pustakaloka 10(1): 104. Persia, M.Aziza Nur. 2013. “Peran Perpustakaan Anak Di Rumah Sakit Kanker ‘Dharmais’ Jakarta.” Ilmu Perpustakaan 2: 1–8. Rizki, Muhammad Miftahur, and Hikmatu Ruwaida. 2022. “Peran Perpustakaan Daerah Dalam Membangun Budaya Literasi Masyarakat.” Jurnal Basicedu 6(2): 1774–81. Sa’diyah, Lailatus, and M Furqon Adli. 2019. “Perpustakaan Di Era Teknologi Informasi.” Al Maktabah : Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan 4(2): 142–49. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/almaktabah/article/view/2520. Sahir, Syafrida Hafni. 2022. Buku Ini Di Tulis Oleh Dosen Universitas Medan Area Hak Cipta Di Lindungi Oleh Undang-Undang Telah Di Deposit Ke Repository UMA Pada Tanggal 27 Januari 2022. Septiyantono, Tri. 2014. “Konsep Dasar Literasi Informasi.” : 1–77. Tyas, Zahra Wenning. 2023. “Transformasi Peran Pustakawan Dalam Mengelola Koleksi Digital Di Perpustakaan Kabupaten Bandung.” Jurnal Pustaka Budaya 10(1): 10–20. Winastwan, Rheza Ega, and Annisa Nur Fatwa. 2021. “Peluang Dan Tantangan Perpustakaan Digital Di Masa Pandemi Covid-19 : Sebuah Tinjauan Literatur.” Jurnal Publis 5(2): 2021. http://oipas.sentraki.umpo.ac.id/index.php/PUBLIS/article/view/4190.
Strategi Pengelolaan Perpustakaan Digital untuk Meningkatkan Akses Informasi Masyarakat di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kebumen Nachroy, Faiq Ali; Murtopo, Bahrun Ali
Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33507/tarbi.v4i3.3239

Abstract

The development of information technology drives the transformation of digital libraries as a primary means to improve public access to information, especially for students. In Kebumen Regency, the Regional Archives and Library Office (Disarpus) has developed a digital library in collaboration with vendors such as Digido, Kubuku, and the internal platform I Kebumen. This study aims to analyze the strategies for managing digital libraries, supporting and inhibiting factors, and efforts to increase public access to information. The research employed observation, interviews, and documentation to gather data on the implementation of digital services. The results indicate that supporting factors include government policy support, competent young human resources, strategic location, collaboration with vendors, and adequate digital infrastructure. Inhibiting factors involve low digital literacy, limited collections, complex login and navigation, and dependence on third-party vendors. Strategies to enhance access include staff training, digital content diversification, infrastructure upgrades, promotion through literacy ambassadors and social media, and routine evaluations based on public feedback. The study concludes that with integrated strategies and sustained policy support, Disarpus Kebumen has the potential to become a pioneer in effective digital library management.
PENGARUH LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM BERBASIS INKLUSI SOSIAL TERHADAP LITERASI INFORMASI MASYARAKAT DI DINAS KEARSIAPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT Putra Ramadhan, Hafid; Elva Rahmah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47977

Abstract

This study aims to analyze the influence of social inclusion-based public library services on public information literacy at the Archives and Library Service of West Sumatra Province. This study is motivated by the important role of libraries as centers of information and lifelong learning amidst the rapid development of information technology, which demands that the public have good information literacy skills. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The study population was 75 people, with a sample of 74 respondents determined using the Slovin formula with a 5% error rate. The data collection technique was carried out through a questionnaire using a Likert scale. The research variables consist of social inclusion-based public library services as the independent variable (X) which includes service accessibility, equality and non-discrimination, community participation, service relevance to social needs, and community empowerment and capacity building. Meanwhile, the dependent variable (Y) is public information literacy which includes the ability to identify information needs, search for information, evaluate information, utilize information, and use information ethically and legally. The results of the study indicate that social inclusion-based public library services are in the good category and have a significant influence on public information literacy. This indicates that the better the quality of services provided, the higher the level of public information literacy. This finding confirms that libraries play a role not only as information providers but also as agents of community empowerment through inclusive and participatory services. Therefore, strengthening library services based on social inclusion needs to be continuously developed to sustainably improve the quality of public information literacy.
Bimbingan Literasi Informasi Di Perpustakaan Anak Sebagai Fondasi Awal Masyarakat Informasi Indah Eka Putri
Media Pustakawan Vol 24, No 2 (2017): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i2.12

Abstract

Pada abad teknologi seperti sekarang ini, informasi telah menjadi komoditi dan merupakan hal penting bagi setiap orang. Informasi tersebut tersedia untuk digunakan oleh siapapun termasuk di dalamnya anak-anak. Akan tetapi, untuk mencari dan menggunakan informasi yang dibutuhkan anak-anak harus terlebih dahulu dibekali dengan kemampuan literasi informasi atau “Information Literacy”. Bimbingan literasi ini dapat di berikan di perpustakaan, baik di perpustakaan sekolah ataupun perpustakaan umum. Perpustakaan harus dapat mengembangkan model yang tepat agar anak-anak dapat mengaplikasikan kemampuan tersebut dengan mudah. Bimbingan literasi informasi ini diharapkan akan menjadi fondasi bagi anak-anak dalam menghadapi era masyarakat informasi.
Implementasi Literasi Informasi dan Peran Perpustakaan dalam Sistem Pembelajaran di Pesantren Era Masyarakat Informasi Ach. Nizam Rifqi
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2021): LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v2i1.15955

Abstract

This article discusses how to implement information literacy and the role of libraries in the learning system in pesantren. This writing is motivated by the development of technology and information which has also given birth to an information society that has brought significant developments in the world of education, including boarding schools. System education in pesantren is required to be able to produce students who are superior in the field of religion and produce those who have information literacy competence so that they can compete in the community. Pesantren library as a central source of information in this case has a central role as an information literacy agent in the pesantren environment. The organization of pesantren is required to be able to have several innovative activities and cooperate with the academic community of pesantren to develop activities in the pesantren learning system by incorporating elements of information literacy skills, especially for students.Keywords: Information Literacy, Pesantren Library, Pesantren Learning, Information Society.
Peran Perpustakaan dalam Mewujudkan Budaya Informasi Masyarakat Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.23 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.2.205-212

Abstract

Pengetahuan adalah kekuatan. Hal inilah yang mendasari perkembangan peradaban umat manusia memasuki sebuah era yang berdasar pada kekuatan informasi, yang dikenal dengan istilah era informasi. Era ini menuntut adanya berbagai perubahan dalam struktur masyarakat, baik dalam dimensi historis, ekonomis, politis, maupun sosial budaya yang berorientasi pada kegiatan mengkreasikan, mendistribusi, dan memanfaatkan informasi. Struktur masyarakat tersebut dikenal dengan istilah masyarakat informasi, sebuah konsep masyarakat yang melakukan kegiatan pengelolaan informasi sebagai kegiatan sentral yang dilakukan untuk mengaktualisasikan diri dalam kehidupan. Struktur masyarakat baru ini, melahirkan berbagai tingkatan dalam struktur kemasyarakatannya yang melahirkan golongan masyarakat kaya informasi dan masyarakat miskin informasi. Kedua golongan masyarakat informasi ini dipisahkan oleh jurang informasi yang cukup lebar, kondisi inilah yang akhirnya memacu perpustakaan sebagai lembaga informasi non profit untuk berdiri sebagai penengah dan berupaya untuk menjembatani jurang informasi tersebut, agar informasi dapat tersebar dengan lebih merata dan dapat dimanfaatkan oleh setiap individu dalam masyarakat informasi untuk mengaktualisasikan diri, sehingga pada akhirnya perpustakaan mampu mendorong terwujudnya budaya informasi yang sehat bagi seluruh masyarakat.
Upaya perpustakaan dalam mengentaskan kesenjangan informasi masyarakat Iskandar Sulaiman
Al Maktabah Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.602 KB) | DOI: 10.15408/almaktabah.v8i2.1625

Abstract

Kesenjangan informasi pada masyarakat adalah akibat rendahnya perhatian pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan perpustakaan sebagai inti infrastruktur informasi. Ada dua permasalahan pokok kepustakawanan Indonesia. Pertama, kehadiran perpustakaan pada masyarakat belum dapat memberikan konstribusi langsung dalam memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa Kedua, perpustakaan di tengah masyarakat belum dapat dioptimalkan dan diberdayakan secara maksimal. Perpustakaan harus dijadikan sebagai sentral informasi rakyat dengan berbagai aktivitas: 1) Perpustakaan sebagai pusat aktivitas intelektual dan kreatifitas, 2) Perpustakaan sebagai sarana pendidikan seumur hidup, 3) Perpustakaan sebagai pusat informasi, 4) Perpustakaan sebagai pusat ajang promosi, 5) Perpustakaan sebagai sarana rekreasi. Secara umum pertumbuhan perpustakaan pada tingkat strata dan komunitas masyarakat masih relatif rendah. Untuk menumbuhkembangkan perpustakaan di tanah air perlu dilakukan upaya gerakan nasional perpustakaan dengan konsep pola kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis. Kata Kunci: Kesenjangan informasi, kepustakawanan Indonesia

Page 1 of 6 | Total Record : 57