Filter By Year

1945 2024


Found 10 documents
Search PUSTAKAWAN DAN BUDAYA PERPUSTAKAAN

Penerapan Etika Pustakawan Dalam Pembentukan Karakter Budaya Kerja Pustakawan Di Dinas Perpustakaan Dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Rafika Zahara Ginting; Khoirul Jamil; Yusniah Yusniah
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): April : Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora (JISPENDIORA)
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jispendiora.v3i1.1251

Abstract

This study aims to determine whether librarians are friendly and gentle in carrying out their duties as librarians in the character of work culture at the Library and Archives Service of North Sumatra Province. This type of research is descriptive with a qualitative approach. In this research data collection techniques using interview techniques, observation and documentation. While the data analysis technique goes through four stages including data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The location of this research was conducted at the Library and Archives Service of North Sumatra Province. The results of this study indicate that in the application of librarian ethics in the formation of the character of work culture, they have applied their ethics well as librarians according to the rules in the library. Such as librarian ethics in social interaction, librarian ethics with colleagues, librarian ethics in serving users and librarian ethics with superiors. And as for the obstacles to librarians in applying librarian ethics such as lack of communication, unresponsive service and the attitude of librarians.  
Pustakawan Dan Budaya Perpustakaan Suwarno, Wiji
Pustakaloka Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v6i1.94

Abstract

Librarian  is not only a man working  to  serve users,  siting behind  desk,  but  he  also must  be  a  creative  ofcers, who  can market him self and his library. This article tries to explore how librarians can infuence his  institution with his work culture, and how people could under estimate to them and their institution.   Library and  librarians must strive  to achieve a good governance, and ethics code is a solution to this negative impression to both. Ethics code will guide librarian to act professionally, will increase a brand and an image of them
UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO Adi Mayadevi, Rice Agustina; Heriyanto, Heriyanto; P, Anggarjitono
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.898 KB)

Abstract

Penelitian ini bertempat di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Adapun tujuan yang ingin peneliti capai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan hambatan pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna serta untuk mengetahui pandangan pemustaka terhadap upaya tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan jalur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian ini berjumlah tiga belas orang yang terdiri dari tiga orang pustakawan dan sepuluh orang pemustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka.Berdasarkan analisis data terhadap hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh simpulan bahwa pustakawan sudah melakukan upaya-upaya yang bisa pustakawan lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pengguna yang ada di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Undip yakni melakukan penataan ruangan sebaik mungkin dan senyaman mungkin, memperbaiki sistem penitipan tas untuk mengurangi terjadinya kehilangan barang, mengolah dan menata koleksi bahan pustaka sebaik mungkin agar dapat ditelusur kembali dengan mudah oleh pemustaka, memberikan layanan secara terkomputerisasi atau terautomasi sehingga proses pelayanan lebih cepat, melakukan optimalisasi jam layanan dengan tidak adanya jam tutup perpustakaan pada saat jam makan siang atau jam istirahat, dan berusaha untuk bersikap ramah kepada pemustaka. Akan tetapi ada beberapa hambatan-hambatan seperti kesulitan mendapatkan dana untuk melakukan pengadaan bahan pustaka buku. Selain itu menurut pemustaka upaya yang dilakukan oleh pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna sudah cukup baik, walaupun ada beberapa kekurangan misalnya tidak puasnya pemustaka terhadap koleksi bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan.
PENGARUH MOTIVASI KERJA, BUDAYA KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PUSTAKAWAN DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Jamaluddin Unhas
JUPITER Vol. 15 No. 2 (2016): JUPITER
Publisher : UPT Perpustakaaan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh secara simultan variabel Motivasi, Budaya Kerja, dan Kepemimpinan  Terhadap Kinerja Pustakawan. (2). Untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan berpengaruh terhadap Kinerja Pustakawan di UPT Perpustakaan Unhas. Sumber data dalam penelitian ini adalah Data Primer dan Data Sekunder, teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pustakawan di UPT  Perpustakaan Unhas yang berjumlah 30 orang, sekaligus menjadi sampel populasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjelaskan prekuensi dari masing-masing variabel serta uji statistik untuk membuktikan adanya hubungan pengaruh secara simultan antara variabel Motivasi, Budaya Kerja, dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Pustakawan di UPT Perpustakaan Unhas.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengaruh positif yang signifikan antara variabel Motivasi, Budaya Kerja, dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Pustakawan di UPT Perpustakaan Unhas. Koefisien korelasi variabel Motivasi, Budaya Kerja, dan Kepemimpinan terhadap KinerjaPustakawan di UPT Perpustakaan Unhaspada taraf yang sangat kuat. Koefisien Determinasi sebesar 0,800. Artinya bahwa 80% variasi dari kinerja Pustakawan dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel bebas, yaitu variabel Motivasi, BudayaKerja, dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Pustakawan di UPT  Perpustakaan Unhas. Sedangkan 20% sisanya dijelaskan oleh faktor lain diluar model. Hasilpenelitian juga menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerjapustakawanadalah variabel budaya kerja (X2) dengan nilai beta sebesar 0,461 yangberarti setiap peningkatan dukungan faktor budaya kerja akan  mengakibatkan peningkatan kinerjaPustakawan di UPT Perpustakaan Unhas.Kata Kunci: Budaya kerja,Kepemimpinan,KinerjaPustakawan,MotivasiKerja.
Stres Kerja Para Pustakawan di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Galang Nurul Novian; Jumino Jumino
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v9i2.84-93

Abstract

Penelitian ini mengenai stres kerja para pustakawan di perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Stres kerja dapat terjadi kepada setiap individu begitu pula pada pustakawan. Pustakawan sebagai seseorang yang bertugas untuk mengelola perpustakaan dan menyebarkan informasi yang dimiliki perpustakaan kepada pemustaka juga dapat mengalami stres kerja akibat dari tuntutan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah pustakawan perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro mengalami mengalami stres dan mengidentifikasi faktor yang menjadi penyebab stres bagi pustakawan. Manfaat dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi tentang faktor stres kerja pustakawan dan menambah pengetahuan dalam bidang ilmu perpustakaan khususnya tentang psikologi perpustakaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi dan melakukan wawancara terhadap pustakawan perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Pemilihan informan dilakukan dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pustakawan tidak mengalami stres secara psikologis namun pustakawan mengalami gejala stres fisik yaitu badan pegal dan sakit pinggang yang disebabkan oleh terlalu sering duduk saat melakukan pekerjaan dan minimnya pergerakan tubuh sehingga aliran darah pada tubuh kurang lancar. Selain itu faktor stres kerja tidak membuat pustakawan mengalami stres kerja secara psikologis.
Analisis Kinerja Pustakawan Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Wahdi Subarkah; Ary Setyadi
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v9i1.74-82

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tingkat kinerja pustakawan Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Tujuan penelitian ini adalah agar diketahui seberapa besar tingkat kinerja pustakawan berdasarkan rata-rata jawaban responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan digunakan sampel sebanyak 80. Analisis data dalam penelitian ini digunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, nilai indikator dari aspek jaminan menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,00 yang masuk dalam kategori baik. Nilai indikator dari aspek bukti fisik menghasilkan mean tertinggi sebesar 2,93 yang masuk dalam kategori baik, Nilai indikator dari aspek daya tanggap menghasilkan mean tertinggi sebesar 2,93 yang masuk dalam kategori baik, Nilai indikator dari aspek keandalan menghasilkan nilai mean tertinggi sebesar 2,74 yang masuk dalam kategori baik. Adapun nilai indikator dari aspek empati menghasilkan nilai mean tertinggi sebesar 2,65 yang masuk dalam kategori baik. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja pustakawan Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro masuk dalam kategori baik.
Memaknai Peran Perpustakaan dan Pustakawan dalam Menumbuhkembangkan Budaya Literasi Tunardi Tunardi
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.007 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i3.221

Abstract

AbstrakLiterasi mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat pembelajar yang hidup di era yang mengedepankan pengetahuan, teknologi, dan informasi saat ini. Peradaban manusia dapat terbangun karena penguasaan literasi yang berbasis pada kegiatan membaca , menulis, dan berpikir kritis. Literasi berkaitan erat dengan perpustakaan dan pustakawan. Perpustakaan dan pustakawan dapat memaknai literasi sebagai sarana bagi masyarakat pembelajar dalam mengenal, memahami dan menerapkan ilmu yang didapatkan di perpustakaan. Literasi sebagai suatu proses bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Selain itu, literasi juga dapat dimaknai sebagai praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Perpustakaan dengan pustakawannya dapat memaknai perannya untuk menumbuhkembangkan budaya literasi bagi pemustaka khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dengan sumber daya yang dimiliki, bersama stakeholder dan kelompok masyarakat dapat melakukan inovasi, kreasi, variasi layanan perpustakaan yang berbasis literasi diharapkan mampu menumbuhkembangkan minat baca dan tulis sehingga kemampuan literasi masyarakat semakin meningkat. Dengan demikian budaya literasi pun akan semakin tumbuh dan berkembang.
Pengaruh Pelatihan, Budaya Organisasi terhadap Motivasi Kerja serta Dampaknya terhadap Kinerja Pustakawan (Studi Kasus) pada Perpustakaan Nasional Retno Hermawati
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.301 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.464

Abstract

Abstrak  Keberhasilan institusi perpustakaan bagi masyarakat pemakainya adalah bukan merupakan hasil kerja orang perorangan, melainkan hasil kerja bersama atau kolaborasi semua pegawai, mulai dari pucuk pimpinan dan pejabat struktural, pejabat fungsional dan tenaga pendukung lainnya, termasuk budaya kerja agar sumber daya manusia yang ada dapat termotivasi dalam bekerja. Organisasi yang baik adalah organisasi yang berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, karena hal tersebut merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan.Terdapat beberapa faktor yang mampu mempengaruhi naik atau turunnya kinerja karyawan diantaranya pelatihan, motivasi dan budaya organisasi. Untuk mewujudkan rencana di atas perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan peningkatan profesionalisme pustakawan dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan teknologi informasi dan komunikasi. Pada bagian akhir tulisan ini, disampaikan metode peningkatan kinerja dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh motivasi kerja.
INOVASI PUSTAKAWAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG MASA PANDEMI COVID-19: MEMBANGUN BUDAYA BACA MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN MESJID Fitria, Doris
Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Ma'arif : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37108/almaarif.v1i1.491

Abstract

This article was written to find out what innovations were made by librarians to build a community reading culture through an approach to the mosque, as well as to find out what innovations and changes occurred through this mosque approach. This article was written based on the worrisome conditions in the field, especially the younger generation, especially elementary school students. Observations and interviews to collect innovation data are needed to solve this problem, therefore, this program needs to be carried out as a form of innovation in developing solutions to build community reading culture with a mosque approach and library visits by the younger generation. Based on the results of field conditions and interviews that the authors did, the method of approach with mosque administrators as a form of building a community reading culture with innovations made by librarians, one of which was an approach with mosque administrators and distributing books to the community, especially students and people old. This is done because the current conditions are not good, and COVID-19 is not going away, and it reduces people's addiction to gadgets. The innovation of distributing books to the community brings knowledge closer effectively and can enjoy it at home ABSTRAK Artikel ini ditulis untuk mengetahui apa saja inovasi yang dilakukan oleh pustakawan membangun budaya baca masyarakat melalui pendekatan ke masjid, serta untuk mengetahui inovasi dan perubahan apa yang terjadi melalui pendekatan masjid ini. Artikel ini dibuat berdasarkan kondisi dilapangan yang memprihatinkan khususnya generasi muda terutama para pelajar tingkat sekolah dasar. Observasi dan wawancara untuk melakukan pengumpulan data inovasi diperlukan menyelesaikan permasalahan ini, maka dari itu, program ini perlu dilakukan sebagai wujud inovasi dalam mengembangkan solusi membangun budaya baca masyarakat dengan pendekatan masjid dan kunjungan pustaka oleh generasi muda. Berdasarkan hasil kondisi dilapangan dan wawancara yang penulis lakukan adalah, dengan metode pendekatan bersama pengurus masjid sebagai salah satu bentuk untuk melakukan membangun budaya baca masyarakat dengan inovasi yang dilakukan oleh pustakawan, salah satunya adalah pendekatan dengan pengurus masjid dan membagikan buku kepada masyarakat khusunya pelajar dan orang tua. Hal ini dilakukan karena kondisi saat ini tidak baik, dan COVID-19 tak kunjung hilang, serta mengurangi kecanduan masyarakat dengan gadget. Inovasi membagikan buku kepada masyarakat mendekatkan pengetahuan secara efektif dan bisa menikmatinya dirumah saja Keywords : Innovation, building a reading culture, librarian
Optimalisasi Pustakawan dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Perpustakaan Sekolah Dasar di Kecamatan Manggala Kota Makassar Andriani M, Rizka; Mulyadi, Irvan; Tasruddin, Ramsiah
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 No 1 (2025): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji optimalisasi peran pustakawan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa sekolah dasar di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi kegiatan literasi di perpustakaan sekolah, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan budaya literasi, melalui berbagai kegiatan seperti pembiasaan baca buku, penyediaan koleksi yang sesuai untuk menarik minat baca siswa, dan kolaborasi antara pustakawan dengan guru dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kurikulum. Kompetensi pustakawan dalam manajemen koleksi, pengembangan program literasi, serta komunikasi dan kolaborasi pustakawan dengan guru menjadi faktor kunci keberhasilan literasi di sekolah dasar. Profesionalisme kerja pustakawan yang meliputi dedikasi, etika kerja, dan inovasi berperan signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi. Keterbatasan sumber daya, rendahnya kompetensi pustakawan dan minat baca siswa, kurangnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam meningkatkan minat baca siswa merupakan tantangan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa perpustakaan sekolah dasar di Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Page 1 of 1 | Total Record : 10