Abstrak
Di balik keajaiban kehidupan yang selaras dan
tertib di alam jagad raya ini, muncul suatu pertanyaaan siapakah yang
mewujudkan atau menggerakkan tertib berkeselarasan dalam kehidupan sosial
manusia ? Apakah ia merupakan hukum sunnatullah (sistem kehidupan yang telah
ditakdirkan) yang berpangkal pada ketentuan Tuhan tentang kodrat manusia sebagi
makhluk sosial ? ataukah hal tersebut merupakan hubungan antar variabel yang
bersifat kausalitas (sebab-akibat) yang dibuat oleh manusia dan berlangsung
secara mekanistik serta dapat diulang-ulang kembali ? Dalam tulisan ini, persoalan tersebut akan dikaji menurut paradigma
Aristotelian, Galilean, Teologi Islam, dan Al-QurÂ’an.
Copyrights © 2007