Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stilistika dan nilai upacara adat pernikahan karena pada hakikatnya nilai upacara adat pernikahan dapat membentuk karakter manusia. Penelitian ini dilaksanakan di desa Paringgonan Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, diketahui bahwa Stilistika yang terdapat pada upacara adat pernikahan masyarakat paringgonan adalah pada bagian kalimat yang menggunakan bahasa daerah, seperti pada potongan kalimat “disi taridana di ibana gadis namora, laos diajak tahi tuhami nagiot lakka matua bulung dioban sama tu bagas nami hami surdu do sira dohot gulo, mangalo-alo tondi dohit bandanna.” Stilistika yang dapat disimpulkan dalam potongan kalimat tersebut adalah ungkapan berjiwa besar dalam menerima kebahagian anaknya yang membawa anak gadis yang bertuah kerumahnya. Kerendahan hati pihak laki-laki yang menyampaikan kondisi si anak gadis yang bertuah kepada keluarganya terlihat dari potongan kalimat “hami surdu do sira dohot gulo, mangalo-alo tondi dohot bandanna”. Nilai upaca adat pernikahan dapat dijadikan sebagai bahan ajar sastra dan budaya lokal yang dapat membentuk karakter manusia.
Copyrights © 2020