Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

NILAI BUDAYA LOKAL “ PEMBERIAN MARGA” DI DESA PARINGGONAN DALAM PRESPEKTIF SEMANTIK SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA Lili Herawati Parapat, Deninna Riskiana Aritonang
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 4 No. 2 (2019): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.81 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v4i2.308

Abstract

Pemberian marga merupakan satu budaya lokal yang sangat penting untuk diketahui masyarakat ataupun mahasiswa. Budaya lokal memiliki perangkat pada upacara pelaksanaannya. Teknik penggumpulan data yang dilaskanakan dengan wawancara, langsung dengan pemangku adat/harajaon adat di masyarakat Paringgonan. Penelitian dilaksanakan Di Desa Paringgonan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padnag Lawas. Mengunakan metode penelitian pustaka & pengembangan, Teknik analisis dengan menganalisia bahasa dan makna yang dipandang dari presfektif Semantik, mendeskripsikan dan menginterpretasikan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui syarat pemberian marga bagi masyarakat adat yaitu: Setiap pemberian marga haruslah didasarkan pada musyawarah adat dalam suatu kerapatan adat, yang dilaksanakan pemangku adat (Raja adat). Besar kecilnya acara selalu dimusyawarahkan dan dipinpin pemangku adat. Apa lahanannya/landasannya, bergantung kepada status dan kedudukan yang diberikan marga. Perangkat pemberian marga secara Umum adalah Pemangku Adat/ Harajaoon adat, Penemira marga, Pemberi marga (amang topotan), Pulut putih (ketan putih), Inti, Kerbau adalah lambang adat dan kerajaan, karena dimaknai mempunyai sifat yang bertanggung jawab, berani mati, mempertahankan anak-anaknya, bisa hidup dalam segala cuaca,tempat didarat maupun di air, sanggup bekerja siang maupun malam, dengan tenaganya yang sangat kuat. Kambing, Ulos (Kain khusus), Keris. setelah di nilai dari presfektif semantik, perangkat pemberian marga dianggap memiliki makna yang dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dijadikan sebagai bahan ajar Sastra bagi mahasiswa.
NILAI KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PEMERTAHANAN BUDAYA “MARSALAP ARI” DALAM MENJALIN SOLIDARITAS ANTAR SESAMA DI DESA PARINGGONAN SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA Lili Herawati Parapat, Devinna Riskiana Aritonang
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 5 No. 1 (2020): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.596 KB) | DOI: 10.32696/ojs.v5i1.398

Abstract

Budaya “Marsalapari” adalah budaya masyarakat yang simbiosis mutualisme. Berdasarkan hasil penelitian budaya “marsalap ari” ini dapat dilihat dari paparan berikut ini. Identitas budaya daerah Paringgonan dengan masyarakat yang membedakan dari budaya lain. Meningkatkan suasana masyarakat yang kondusif. Perekat jiwa solidaritas antar sesama masyarakat alam hidup multikultural, mencegah konflik antar sesasama bermasyarakat. Upaya pemertahanan budaya terhadap perubahan zaman tetap terjaga sehingga dapat dijadikan sebagai bahan ajar dan pembelajaran sekaligus pembentuk karakter manusia. Metode penelitian deskriptif. Analisis data menggunakan dengan cara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian adalah masyarakat Paringgonan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahawa upanya masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal di Desa paringgonan diketahui 85 % dapat dilihat dari keseluruahn karakter tolong menolong antar sesame masyarakat yang secara bergantian untuk menyelesaikan pekerjaan bersama, disawah dan diladang. Kerukunan, kerjasama dalam masyarakan terjalin dan dapat dibertahan. Dengan demikian “Nilai Kearifan Lokal Dan Upaya Pemertahanan Budaya “Marsalap Ari” Dalam Menjalin Solidaritas Antar Sesama dapat dijadikan Sebagai Bahan Ajar Pembentukan Karakter Mahasiswa.
HUBUNGAN PSIKOLINGUISTIK TERHADAP PEMEROLEHAN DAN PEMBELAJARAN BAHASA ANAK Devinna Riskiana Aritonang, Sofi Nisma, Lili Herawati Parapat
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 7 No. 1 (2022): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2bs.v7i1.1204

Abstract

Masalah utama pada penelitian ini adalah peneliti ingin melihat bagaimana pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa anak usia 0-5 tahun dengan pendekatan kajian psikolinguistik yaitu dari hasi dokumentasi analisis, wawancara, dan observasi yang telah peneliti lakukan di kelurahan Timbangan Kapung Kelapa Kota Padang Sidempuan. Temuan utama pada penelitian ini adalah adanya tingkatan pemerolehan bahasa anak yaitu pada 4 fase. Pertama, tingkat membabel (0;0-1;0) kedua, masa holofrase (1;0 - 2:0) ketiga, tahap sensorimotorik (kelahiran hingga usia 2-3 tahun) keempat, tahap praoperasional (usia 3-5 tahun). Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan metode agih. Sumber datanya adalah anak-anak dari usia 0-5 tahun yang ada di kelurahan Timbangan yang berjumlah 15 anak. Data penelitian ini berupa hasil pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta rekaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan psikolinguistik terhadap pemerolehan dan pembelajaran bahasa anak.
KEMAMPUAN MENGANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF PUISI “BUAH RINDU” KARYA AMIR HAMZAH Lili Herawati Parapat, Khatib Lubis, Hanifah Parapat
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 1 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v6i1.199-205

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh mengenai kemampuan menganalisis makna denotatif dan konotatif puisi “Buah Rindu I, II, III, IV” Karya Amir Hamzah oleh Kelas XI SMA Negeri 1 Ulu Barumun, maka penulis mengemukakan simpulan yaitu: Kemampuan Menganalisis Makna Denotatif dan Konotatif Puisi “Buah Rindu I, II, III, IV” Karya Amir Hamzah Oleh Siswa  Kelas XI SMA Negeri 1 Ulu Barumun dikategorikan “Sangat Baik”. Hal ini dapat dilihat dari jawaban essay siswa yang berjumlah 50 orang. Skor rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 81,4 dengan jumlah nilai skor tertinggi 90-100 adalah 9 siswa, skor sedang 70-80 adalah 9 siswa dan skor terendah 50-60 adalah 3 siswa. Gambaran makna konotatif (Asalkan kanda bergurau senda dengan adinda tajuk mahkotaKata tajuk mahkota itu bukan berarti hiasan yang ada dikepala melainkan makna konotatifnya seorang gadis cantik yang di puja) dan denotatif (Duduk termenung berhati dukaBerhati duka artinya hati yang tersakiti atau bersedih hati).
PENGEMBANGAN KOSA KATA MELALUI KETERAMPILAN MENULIS AKADEMIK UNTUK MENGATASI MASALAH CAMPUR KODE MAHASISWA Devinna Riskianna Aritonang; Matsyuhito Solin; Lili Herawati Parapat
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2019): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.369 KB) | DOI: 10.31604/linguistik.v4i2.120-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “pengembangan kosa kata melalui keterampilan menulis akademik untuk mengatasi masalah campur kode bahasa mahasiswa UMTS Padangsidimpuan”. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan the R & D cycle) nya Borg dan Gall. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS)  Padangsidimpuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes Objektif keterampilan menulis akademik. Penelitian menggunakan tim ahli dengan 2 orang ahli dan 2 dosen. Teknik analisis data dengan analisis deksriptif.Berdasakan hasil penelitian pengembangan pengembangan kosa kata melalui keterampilan menulis akademik untuk mengatasi masalah campur kode bahasa mahasiswa UMTS Padangsidimpuan terlihat bahwa nilai rata-rata keterampilan pengembangan kosakata mahasiswa 76,72 berada pada rentang 60%≤ X ≤100% dengan kategori “Baik”. Hasil reliabilitas 79,62 berada pada rentang 60%≤ X ≤100% dengan kategori “Baik”. Kemudian hasil efektifitas pengembangan kosakata melalui menulis akademik untuk  mengatasi masalah campur kode bahasa mahasiswa UMTS Padangsidimpuan,  telah di lakukan berada pada kateori “Baik”.Kata kunci: Pengembangan, Kosa Kata, Menulis, Campur Kode.
HUBUNGAN PENGUASAAN GAYA BAHASA METAFORA DENGAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH PIDATO EKSTEMPORAN Eli Marlina Harahap, Lili Herawati Parapat & Linda Sari
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2018): Linguistik Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.401 KB) | DOI: 10.31604/linguistik.v3i2.99-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penguasaan gaya bahasa metafora terhadap keterampilan menulis naskah pidato ekstemporan siswa kelas X SMK Muhammadiyah 14 Siabu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif jenis korelasional, rumus yang dipakai yaitu Suharsimi Arikunto,  Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SM1K Muhammadiyah 14 Siabu yang berjumlah 68 siswa. Maka seluruh jumlah populasi dijadikan sampel karna jumlah populasi yang kurang dari 100 siswa. Untuk menjaring kedua data digunakan instrument tes penguasaan gaya bahasa terhapat keterampilan menulis naskah pidato ekstemporan. Kedua tes objektif berbentuk pilihan berganda berjumlah 20 soal dan essay   yang berjumlah 1 soal. Untuk mengetahui hubungan kedua variabel Y digunakan rumus koefisien determinasi r2. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh skor tertinggi untuk masing-masing variabel 80 dan skor terendah 60, dengan nilai rata-rata 64,48  untuk variabel X  dan 67,72 variabel Y. Pada data yang telah diajukan maka taraf signifikasi 95% yaitu 0,388 ˃ 0,374. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima kebenarannya. Berdasarkan hasil tersebut maka hubungan penguasaan gaya bahasa metafora dengan keterampilan menulis naskah pidato ekstemporan berkategori ’’Baik”.
PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MENGATASI KESALAHAN BERBAHASA PROKEM DI MEDIA SOSIAL Lili Herawati Parapat, Eli Marlina Harahap, Zahra Humaira Masyita
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 2 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v6i2.368-375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengajaran Bahasa Indonesia dalam Mengatasi Kesalahan Berbahasa Prokem di Media Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal. Sampel berjumlah 26 siswa. Penganalisisan data dilakukan dengan analisis deskripsi kuantitatif dan analisis statistik Berdasarkan perhitungan analisis data yang telah dikemukaan diatas, diperoleh angka indeks korelasi  sebesar 0,588. maka dapat diketahui bahwa nilai r hitung ( rxy = 0,588) berada ditingkat korelasi sedang/cukup dan berkolerasi positif dan Pengaruh Pengajaran Bahasa Indonesia dalam Mengatasi Kesalahan Berbahasa Prokem di Media Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4  Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal diterima.
STILISTIKA DAN NILAI UPACARA ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT PARINGGONAN SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA Lili Herawati Parapat; Rahmat Huda; Devinna Riskiana Aritonang
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2020): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v5i2.327-333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stilistika dan nilai upacara adat pernikahan karena pada hakikatnya nilai upacara adat pernikahan dapat membentuk karakter manusia. Penelitian ini dilaksanakan di desa Paringgonan Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, diketahui bahwa Stilistika yang terdapat pada upacara adat pernikahan masyarakat paringgonan adalah pada bagian kalimat yang menggunakan bahasa daerah, seperti pada potongan kalimat “disi taridana di ibana gadis namora, laos diajak tahi tuhami nagiot lakka matua bulung dioban sama tu bagas nami hami surdu do sira dohot gulo, mangalo-alo tondi dohit bandanna.” Stilistika yang dapat disimpulkan dalam potongan kalimat tersebut adalah ungkapan berjiwa besar dalam menerima kebahagian anaknya yang membawa anak gadis yang bertuah kerumahnya. Kerendahan hati pihak laki-laki yang menyampaikan kondisi si anak gadis yang bertuah kepada keluarganya terlihat dari potongan kalimat “hami surdu do sira dohot gulo, mangalo-alo tondi dohot bandanna”.  Nilai upaca adat pernikahan dapat dijadikan sebagai bahan ajar sastra dan budaya lokal yang dapat membentuk karakter manusia.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KRITIK SASTRA MAHASISWA UMTS PADANGSIDIMPUAN Eli Marlina Harahap; Lili Herawati Parapat
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 2, No 1 (2017): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.461 KB) | DOI: 10.31604/linguistik.v2i1.50-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap hasil belajar kritik sastra mahasiswa Semester V UMTS Padangsidimpuan”. Sampel penelitian sebanyak 26 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes Objektif. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dengan analisis deksriptif. Berdasakan hasil penelitian Penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap hasil belajar kritik sastra mahasiswa terlihat bahwa nilai rata-rata keterampilan 82,5 berada pada kategori “Baik”. Dari perhitungan yang dilakukan diperoleh angka indeks korelasi  sebesar 01,86 , Hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh indeks korelasi  sebesar 01,86 bila dibandingkan dengan t-tabel pada taraf kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% dengan derajat kebebasan (dk) = n – 2 = 24-2 = 22 tidak ditemukan dalam tabel. apabila dikonsultasikan dengan harga ttabel diperoleh 1,71  maka thitung besar daripada ttabel atau 1,86 > 1,71. Berdasarkan hasil konsultasi nilai tersebut, maka hipotesis yang dirumuskan dapat diterima atau disetujui. Kata kunci: Model pembelajaran CTL, hasil belajar, kritik sastra.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN SKILL NASYIATUL AISYIYAH DALAM BERSTORY TELLING TEMA “ISLAMI” Khatib Lubis; Lili Herawati Parapat; Rahmat Huda
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i1.2198

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dengan mitra menentukan prioritas pelaksanaanpengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada bidang skill berstory telling yanglaksanakan secara langsung dan daring. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalahNasyiatul Aisyiyah telah memiliki skill dan dapat mempraktikkan langsung dalam berstorytelling. Telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat mulai dari tanggal 1 Desembersampai dengan 30 Januari secara teori dan praktik. Metode pelaksanaan PKM dilaksanakansecara tatap muka langsung dan dalam jaringan.