Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. ex K.Heyne.) secara empirik telah digunakan sebagai obat tradisional. Golongan flavonoid yang terdapat dalam tanaman bawang dayak mungkin dapat mempengaruhi pembentukan sel darah, namun belum tersedia informasi mengenai keamanan terhadap profil hematologi untuk penggunaan secara oral terutama ekstrak etanol daun bawang dayak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati profil hematologi ekstrak etanol daun bawang dayak yang diberikan pada tikus putih galur Wistar jantan dan betina menggunakan metode uji prakilinik toksisitas subkronik 28 hari. Daun bawang dayak diekstrak secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Profil hematologi terdiri dari parameter hemoglobin, leukosit, eritrosit, hematokrit, trombosit, MCV, MCH, dan MCHC. Hewan dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol diberikan CMC-Na 1%, ekstrak etanol daun bawang dayak dosis 100 mg/kgBB, dosis 400 mg/kgBB, dosis 1000 mg/kgBB, kelompok satelit kontrol diberikan CMC-Na 1%, dan satelit dosis 1000 mg/kgBB. Induksi dan pengamatan dilakukan selama 28 hari, dan dilanjutkan 14 hari untuk kelompok satelit. Hasil pengamatan profil hematologi menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kelompok perlakuan dengan kontrol satelit dalam jumlah maupun kadar hemoglobin, eritrosit, leukosit, hematokrit, trombosit, MCV, MCH, dan MCHC. Dapat disimpulkan secara umum penggunaan ekstrak etanol daun bawang dayak tidak mempengaruhi profil hematologi hewan uji.
Copyrights © 2020