Desa Wisata Kersik merupakan salah satu contoh pengembangan industri pariwisata lokal berbasis komunitas di bawah binaan tim CSR PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Pantai Biru Kersik ini menjadi destinasi utama yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Permasalahan di wilayah ini adalah tingkat abrasi yang cukup tinggi, hingga saat ini sudah menggerus habis 80% bibir pantai dan sempat menggusur pemukiman warga. Terdapat permasalahan lain seperti sampah rumah tangga maupun sampah pengunjung pantai yang belum terkelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 9 informan dipilih dengan latar belakang yang berbeda-beda. Wawancara mendalam dilakukan secara berkala untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pengembangan pariwisata. Strategi pengembangan dibentuk dalam dua program pemberdayaan. Program budidaya mangrove selain berhasil mengatasi abrasi juga menjadi potensi wisata edukasi yang dapat dikembangkan untuk melengkapi pilihan wisata di Pantai Biru Kersik. Keberadaan program pengelolaan sampah juga menjadi solusi dari permasalahan sampah di Desa Kersik. Pengelolaan sampah akan didorong sebagai media penghasil produk cindera mata yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Program pemberdayaan ini selain bersifat solutif juga menghasilkan berbagai arahan pengembangan yang mendukung upaya pembentukan Desa Wisata Kersik yang lebih baik.
Copyrights © 2021