Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN KELOMPOK BUDIDAYA LALAT HITAM (BU LATIH) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PROGRAM ZERO WASTE DI KECAMATAN PENAJAM, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Asih Soenarih; Fadilla Windra Putri; Andita Hayuning; Mada Marhaenesia; Dharma Saputra
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v2i1.597

Abstract

Kecamatan Penajam merupakan salah satu wilayah yang memiliki permasalahan pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup setempat sedang menggencarkan program bank sampah untuk mengurangi sampah yang menumpuk di TPA Buluminung. Meski demikian, keberadaan bank sampah ini harus diimbangi dengan konsep zero waste. Masyarakat Kecamatan Penajam yang tergabung dalam kelompok binaan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencoba mengintegrasikan usaha ternak yang sedang dikembangkannya dengan upaya pengelolaan sampah secara zero wastedengan budidaya Maggot.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis action research. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang selanjutnya diolah dan diuji keabsahannya dengan metode triangulasi. Program Budidaya Lalat Hitam (Bu Latih) berhasil membantu memberikan solusi permasalahan pengelolaan sampah organik di Desa Girimukti dan Kelurahan Tanjung Tengah. Selain itu program Bu Latih ini juga menjadi solusi untuk mengurangi biaya operasional pakan usaha ternak HIMPULI dan kelompok Maggot Lestari yang tentunya berdampak pula pada peningkatan keuntungan usaha kelompok. Bu Latih menjadi salah satu program pemberdayaan yang mengimplementasikan konsep zero waste.
STRATEGI DAN ASPEK KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA KERSIK Asih Soenarih; Budi Sri Fitria Alhumaira; Dita Aprilia S; Dharma Saputra
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v2i1.603

Abstract

Desa Wisata Kersik merupakan salah satu contoh pengembangan industri pariwisata lokal berbasis komunitas di bawah binaan tim CSR PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Pantai Biru Kersik ini menjadi destinasi utama yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Permasalahan di wilayah ini adalah tingkat abrasi yang cukup tinggi, hingga saat ini sudah menggerus habis 80% bibir pantai dan sempat menggusur pemukiman warga. Terdapat permasalahan lain seperti sampah rumah tangga maupun sampah pengunjung pantai yang belum terkelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 9 informan dipilih dengan latar belakang yang berbeda-beda. Wawancara mendalam dilakukan secara berkala untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pengembangan pariwisata. Strategi pengembangan dibentuk dalam dua program pemberdayaan. Program budidaya mangrove selain berhasil mengatasi abrasi juga menjadi potensi wisata edukasi yang dapat dikembangkan untuk melengkapi pilihan wisata di Pantai Biru Kersik. Keberadaan program pengelolaan sampah juga menjadi solusi dari permasalahan sampah di Desa Kersik. Pengelolaan sampah akan didorong sebagai media penghasil produk cindera mata yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Program pemberdayaan ini selain bersifat solutif juga menghasilkan berbagai arahan pengembangan yang mendukung upaya pembentukan Desa Wisata Kersik yang lebih baik.
Optimalisasi Peran Perempuan Adat Dayak Kenyah Melalui Pengembangan Usaha Kerajinan Tradisional di Desa Budaya Sungai Bawang Galih Puja Satrio; Asih Soenarih; Suprapti Suprapti; Ranu Wijaya
Jurnal Perspektif Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v3i3.327

Abstract

Diresmikannya Desa Sungai Bawang sebagai Desa Budaya sekaligus Desa Definitif di wilayah Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2008 menjadikan desa tersebut sebagai embrio destinasi wisata baru yang diharapkan mampu mendukung kepariwisataan daerah setempat. Dalam mendukung pengembangan desa wisata budaya, berbagai stakeholder terkait perlu terlibat secara sinergis dalam proses pembangunan kepariwisataan termasuk masyarakat adat, baik pemangku adat maupun anggota komunitas adat. Salah satu bagian komunitas adat adalah perempuan adat, di mana dalam kehidupan masyarakat tradisional, perempuan sering mengalami keterbatasan akses dalam berperan di ranah publik maupun sosial yang dibentuk oleh tradisi yang ada. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Delta Mahakam, Kalimantan Timur menjalankan komitmen tanggung jawab sosial di Desa Sungai Bawang dimana perempuan suku Dayak Kenyah sebagai salah satu kelompok sasaran pengembangan usaha kerajinan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Program Pengembangan Desa Budaya Sungai Bawang yang dilakukan PHM mampu berperan meningkatkan fungsi sistem sosial yang ada untuk menyesuaikan diri (adaptation), mengupayakan tujuan bersama (goal attainment), mengupayakan kondusifitas (integration) dan mempertahankan pola-pola yang telah ada di masyarakat (latency) terhadap perubahan sosial ekonomi ke arah pembangunan pariwisata. Peran tersebut mempengaruhi keberlanjutan hidup dan eksistensi masyarakat adat Dayak Kenyah yang ada di Desa Sungai Bawang di tengah arus globalisasi.