AbstrakKesadaran bela negara menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Hal tersebut merupakan sebuah hak dan kewajiban bagi warga negara yang telah diamanatkan melalui Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pada era globalisasi seperti saat ini, perkembangan zaman menunjukkan progresivitas yang sangat pesat menuju arah yang lebih maju. Bagaikan pisau bermata dua, hal ini juga memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif globalisasi salah satunya adalah perkembangan segala aspek kehidupan menuju arah yang lebih luas dan mudah dalam aksesnya. Sedangkan dampak negatifnya adalah peningkatan masalah transnasional yang dapat mengakibatkan permasalahan menuju disintegrasi bangsa. Sebagai warga negara yang baik, dibutuhkan suatu sikap nasionalis menentang segala macam pengaruh buruk dari luar yang dapat mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada penelitian ini, peneliti mencoba menggali sarana yang dimungkinkan dapat meningkatkan kesadaran bela negara, yakni melalui kajian peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa pendudukan oleh Belanda dan Jepang hingga pada masa agresi militer pasca kemerdekaan. Peran NU sebagai organisasi muslim memiliki keunikan karena pada perjuangannya para tokoh NU juga mengagas suatu pemikiran yang sangat nasionalis dengan menjunjung tinggi rasa cinta yang besar terhadap NKRI. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. Metode studi kepustakaan dipilih karena pada pelaksanaannya, penelitian ini mengkaji sumber dan data penelitian melalui kajian kepustakaan yang bersumber pada buku dan jurnal.Kata kunci: bela negara, Nahdlatul Ulama, perjuangan kemerdekaan. AbstractAwareness of national defense becomes a very important thing to support the survival of the nation and state. This is a right and duty for citizens that have been mandated through article 27 paragraph (3) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. In the era of globalization as it is today, the times are showing very rapid progressivity towards a more advanced direction. Like a double-edged knife, this also has both positive and negative effects. One of the positive effects of globalization is the development of all aspects of life in a broader direction and easy access. While the negative impact is an increase in transnational problems that can lead to problems leading to national disintegration. As a good citizen, it takes a nationalist attitude to oppose all kinds of bad influences from outside that can disrupt the harmonization of national and state life.. In this study, the researchers tried to explore other possible means of increasing awareness of defending the country, namely through the study of the role of the Nahdlatul Ulama (NU) in the struggle for Indonesian independence during the occupation by the Netherlands and Japan to the post-independence military aggression. The role of NU as a Muslim organization is unique because in its struggle the NU leaders also adhered to a very nationalistic thought by upholding a great love for the Republic of Indonesia. The research approach uses a qualitative approach, while the method used in this study is the method of literature study. The literature study method was chosen because in its implementation, this study examines the sources and research data through the study of literature sourced from books and journals.Keywords: defending the country, Nahdlatul Ulama, the struggle for independence.
Copyrights © 2020