Pengobatan tradisional sering mendapat stigma negatif, meski masyarakat tetap mempraktikkannya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi upaya menjaga kesehatan masyarakat Jawa di masa Pandemi COVID-19. Studi ini menggunakan pendekatan etnografi dengan observasi dan wawancara dilakukan terhadap 48 informan dan 6 informan kunci masyarakat suku Jawa di Kabupaten Mojokerto, selama tahun 2020-2021. Pendekatan fenomenologi digunakan saat pengumpulan data maupun analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan tradisional diterapkan karena alas an mudah, murah dan manjur serta sesuai dengan kerangka berpikir mereka terkait dengan konsep keseimbangan. Prinsip pengobatan menurut mereka seperti oposisibiner: panas x dingin; longgar x kencang; angin masuk x angin keluar; ringan x berat serta tercapainya keseimbangan merupakan dasar rasional pengobatan tradisional. Â Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan bahwa pengobatan tradisional dapat disejajarkan dengan medis modern sehingga pandangan negatif hilang dan rasionalitas pengobatan ini dapat diakui semua pihak.
Copyrights © 2021