JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran)
Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Penjas

TINGKAT KEJENUHAN GURU DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP LUAR BIASA DI KABUPATEN KARAWANG

AKHMAD DIMYATI (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2019

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermanfaat. Karena itu Negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bemutu kepada setiap warganegaranya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 3 (1). Peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, menjelaskan bahwa pendidik pada satuan pendidikan TKLB/SDLB/SMPLB/SMALB harus memiliki akademik. Dan untuk mencapai kemampuan anak berkebutuhan khusus dibutuhkan guru yang mempunyai kemampuan kreadibilitas kerja yang baik. Yang mana guru merupakan seorang motivator, fasilitator dan evaluator menjadi guru SLB.Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran karena selain fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Dan tujuan pendidikan jasmani adaptif adalah untuk membantu siswa melindungi diri sendiri dari kondisi apapun.Sewaktu ketika guru bersemangat menekuni sesuatu muncul rasa malas dan jenuh. Inilah masa ketika ketekunan kita dititik jenuh. Setelah beberapa lama masa jenuh ini berjalan, Dan permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah : “Seberapa Tingkat Kejenuhan Guru Dalam Mengajar Pendidikan Jasmani Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Di Kabupaten Karawang.” Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Data Tingkat Kejenuhan Guru Dalam Mengajar Penjas Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Di Kabupaten Karawang.”Populasi yang diambil dalam penelitian ini guru SMPLB. Sampel yang diambil 3 orang guru dari 3 sekolah di kabupaten karawang. Data yang diambil menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi selanjutnya data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif analitik hasil yang ditunjukan ternyata tingkat kejenuhan guru dalam mengajar penjas di SMPLB adalah rendah karena anak SMPLB sudah mau untuk di arahkan dan usia dan ketantruman mereka sudah mulai berkurang.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JIP

Publisher

Subject

Humanities Education Public Health Social Sciences Other

Description

Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual serta hasil penelitian yang telah dicapai di bidang olahraga. JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) dipublikasikan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ILMIAH ...