Tujuan penelitian ini untuk melakukan identifikasi awal terhadap soal matematika berkonteks budaya daerah yang diajukan mahasiswa. Sebanyak 17 mahasiswa calon guru sekolah dasar dari suatu universitas swasta di Makassar menjadi subjek dalam penelitian ini. Mahasiswa diminta mengajukan soal matematika tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan asli dan memuat konteks budaya daerah. Hasil penelitian menunjukkan dari 17 soal, ada 15 soal yang tergolong solvable (dapat diselesaikan) dan dua soal tergolong unsolvable (tidak dapat diselesaikan). Soal tidak dapat diselesaikan karena ada yang kurang dari informasi dalam soal atau ada informasi yang saling bertentangan. Konteks budaya daerah yang digunakan dalam soal didominasi budaya suku Bugis-Makassar. Dari 17 soal yang diajukan, 16 soal tergolong masalah nyata dan satu soal tergolong masalah semu. Soal tergolong masalah semu karena memuat konteks yang tidak relevan dengan keadaan sebenarnya.
Copyrights © 2022