Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
Vol. 12 No. 2 (2022)

PERSELISIHAN MANGIR DENGAN MATARAM DALAM NASKAH DRAMA MANGIR KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

Muhammad Faiz (Universitas Nasional)
Wahyu Wibowo (Universitas Nasional)
Waslam Waslam (Universitas Nasional)



Article Info

Publish Date
25 Jul 2022

Abstract

Sosiologi sastra menggabungkan pengetahuan rupa dan keadaan yang diciptakan penyair melalui situasi historis yang menjadi dasarnya. Penelitian ini menguraikan perselisihan yang terdapat Drama Mangir. Dan pelajari tentang sejarah kerajaan Indonesia selama beberapa ratus tahun terakhir. Metode yang dipakai ialah deskriptif kualitatif. Penelitian ini memakai kajian sosiologi sastra. Pengumpulan data penelitian dengan terkait konteks. Hasil penelitian ditunjukkan sebagai berikut. Pertama, Wanabaya jatuh cinta pada Adisaroh, namun tidak disetujui oleh Baru Klinting dan para Wedana. Kedua, Adisaroh membuka nama aslinya sebagai Putri Pambayun (Putri Kerajaan Mataram), Wanabaya marah kepada Putri Pambayun, dan Panembahan Senapati mengundang Wanabaya ke Mataram. Ketiga, Wanabaya, Baru Klinting, dan Wedana Patalan dibunuh di Keraton Mataram. Putri Pambayun meminta ayahnya (Panembahan Senapati) untuk mati bersama Wanabaya. Panembahan Senapati mengusir Putri Pambayun dan membawa mayat Wanabaya dari Mataram.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JJPBS

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language ...