Permasalahan Mitra adalah: (1) Mitra tidak memiliki pengetahuan tentang fungsi dan kegunaan drainase air kotor rumah tangga dan bak penampungan ai kotor rumah tangga; (2) Mitra tidak terampil membuat konstruksi drainase pengaliran air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan; (3) Mitra tidak terampil membuat konstruksi bak penampungan air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan. Tahapan metode pelaksanaan yang digunakan adalah: (1) Tahapan Persiapan Lokasi dan Perizinan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab; (2) Tahapan Sosialisasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, disukusi dan tanya jawab; (3) Tahapan Penyuluhan. Metode yang digunakan adalah: ceramah, diskusi, dan tanya jawab; (4) Tahapan Memperkenalkan bahan dan alat yang digunakan. Metode yang digunakan: ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demontrasi, yakni memperlihatkan langsung material yang akan digunakan; (5) Tahapan pelatihan dan Pendampingan. Metode yang digunakan: demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab; (6) Tahapan Monitoring dan Evaluasi Program. Metode yang digunakan adalah: melihat langsung mitra pada saat penyuluhan dan pelatihan. Tahapan evaluasi dilakukan pada saat kegiatan pemberdayaan telah selesai. Hasil yang dicapai PKM ini adalah sebagai berikut: (1) Mitra telah memiliki pengetahuan tentang fungsi dan kegunaan drainase air kotor rumah tangga dan bak penampungan ai kotor rumah tangga; (2) Mitra telah terampil membuat konstruksi drainase pengaliran air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan; dan   (3) Mitra telah terampil membuat konstruksi bak penampungan air kotor rumah tangga yang aman terhadap lingkungan. Kata Kunci: Drainase, Air kotor, Keterampilan, Pengetahuan, Bak penampungan
Copyrights © 2022